Gaya Hidup

Inspirasi, Gaya Hidup, Hubungan, Pekerjaan, Sikap Hidup, Prinsip Hidup, Motivasi Kristen, Parenting, Pacaran, Buku Rohani

Tahukah Anda?

Rugi kalau tidak baca! Tahukah Anda berisi fakta-fakta unik, lucu, aneh yang berkaitan dengan gereja, Alkitab dan kehidupan Kristen.

Tips & Trik

Panduan dan kiat-kita praktis untuk melakukan apa pun yang berguna untuk mendukung kehidupan Anda.

Makalah

Studi tentang gereja, pelayanan, sejarah, dsb. Bagi kamu yang ingin sedikit “mengernyitkan dahi” saat membacanya.

Resources

Kumpulan Software, Aplikasi Pelayananan Kristen, Alkitab Download, Lagu Rohani, Multimedia, Ebook, Dokumen, dan Materi pelayanan di gereja.

Renungan 1 Korintus 15:3 | Menjadi yang Terakhir

| 30 August 20124 pembaca
Renungan 1 Korintus 15:3 | Menjadi yang Terakhir  renungan harian  1 Korintus

Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci, (1 Korintus 15:3)

Sebutan “The last but not the least”, kiranya cocok untuk Paulus. Mengapa the last (terakhir)? Sebab, Paulus adalah orang yang paling akhir menjadi saksi atas kebangkitan Yesus Kristus. Tentu Anda masih ingat ketika Paulus sedang dalam perjalanan ke Damsyik dengan misi meminta surat kuasa dari Imam Besar. Niatnya saat itu sangat jahat. Surat kuasa yang akan dimintanya itu ditujukan untuk menangkap orang-orang yang mengikuti Jalan Tuhan. Namun dalam perjalanannya itu tiba-tiba cahaya memancar dari langit mengelilingi dia. Terkejut atas cahaya silau itu, ia pun rebah ke tanah. Kedengaranlah olehnya suara Yesus, “Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku?” (Kis 9:1-9). Peristiwa itulah yang menjadi awal perubahan arah hidup Paulus 180⁰.

Menjadi saksi kebangkitan yang paling akhir, tidak membuat Paulus menjadi the least (paling kecil). Ia bahkan bekerja lebih keras dari pada para pendahulunya yang telah menjadi saksi atas kebangkitan Kristus (1 Kor 15:10). Anda dan saya dapat melihat sendiri warisannya: di dalam Perjanjian Baru tercatat ada 13 surat yang dituliskan atas nama Paulus. Dari semua isi suratnya ini malahan bisa dikatakan Pauluslah yang melakukan “inovasi” dan “ekspansi” atas ajaran dan praktek kehidupan Kristen di jamannya.

Apa yang Paulus lakukan adalah buah dari iman yang dilahirkan Roh Kudus dalam dirinya. Iman itu berisi tentang keyakinan bahwa Kristus sungguh-sungguh mati demi dosa-dosanya. Inilah yang diwariskannya pada jemaat Korintus, dan tentunya juga diwariskan kepada Anda dan saya. Warisan ini bukan sekedar mengisi wawasan bagi kepala saja, tetapi juga mempengaruhi dan mengubah kehidupan manusia secara total. Oleh karena itu, saat hal ini kita insyafi tentulah kita patut bertanya setiap hari: “Perubahan apa yang terdapat dalam diri saya ketika Yesus sudah mati bagi saya?”

Jika ada yang mengaku bahwa Kristus mati bagi dosa-dosanya namun tetap berada dalam kehidupan lamanya yang penuh dengan dosa, maka pengakuan itu tentu hanyalah omong-kosong belaka. Akan tetapi jika pengakuannya seiring dengan sikap hidupnya, itulah yang bisa kita sebut sebagai orang Kristen yang benar. Orang-orang Kristen tidaklah layak untuk mati demi menebus dosa-dosanya kembali. Orang-orang Kristen juga tidaklah layak untuk hidup melakukan dosa-dosa yang dilakukannya. Namun, selayaknya Anda dan saya hidup demi mewariskan buah-buah penebusan yang dilakukan Yesus Kristus kepada orang-orang di sekeliling kita. Itulah harga diri seorang Kristen.

Akhirnya, meskipun Anda dan saya kadang menjadi yang terakhir (seperti yang dialami Paulus), itu tidak boleh membuat kita menjadi yang terkecil dan rendah diri. Justru dalam kondisi seperti itu, nyata bagi kita bahwa Allah pun berkenan bagi diri Anda dan saya. Iman yang Anda miliki seharusnya akan menjadi semakin lebih besar dari pada setiap pendahulu; dan tentunya Anda dan saya pun dapat berharap agar ketaatan serta dedikasi kita  padaNya akan lebih besar dari pada setiap pendahulu kita.

Anda sudah membaca artikel berjudul "Renungan 1 Korintus 15:3 | Menjadi yang Terakhir" yang diterbitkan pada pukul WIB dalam kategori Renungan Harian. Jika Anda menyalinnya, harap cantumkan link url berikut:

http://pargodungan.org/1-korintus-153-menjadi-yang-terakhir/

Silahkan memberikan tanggapan di sini!

pargodungan.org | khotbah, renungan harian, gaya hidup kristen, spiritualitas, partitur koor, pacaran, pernikahan, karir dan pekerjaan, makalah kristen, gereja, download alkitab, software pelayanan gereja

Anda ingin membaca artikel ini? Gabung Yuk! Pastikan Anda sudah mengklik salah satu tombol di bawah!

×