Renungan 1 Petrus 1:25 | Bunga Edelweis

September 4, 2012 by:

Tetapi firman Tuhan tetap untuk selama-lamanya.” Inilah firman yang disampaikan Injil kepada kamu. (1 Petrus 1:25)

Orang banyak menyebut bunga Edelweis sebagai bunga abadi. Disebut demikian karena tumbuhan ini mampu mempertahankan kelangsungan hidupnya di atas tanah yang tandus. Bagaimanapun juga Edelweis tentu tidak abadi. Menurut laporan sejumlah peneliti, tumbuhan ini sekarang sedang terancam punah.
Jika kita merenungkan tentang keabadian, apakah sebenarnya yang abadi di dunia ini? Semua yang hidup adalah seperti rumput dan segala kemuliaannya seperti bunga rumput, rumput menjadi kering, dan bunga menjadi gugur (1 Petrus 1:24). Kekayaan, kehormatan, kemuliaan, pengetahuan, kebijaksanaan tidaklah abadi. Semuanya dapat habis seiring dengan waktu. Tidak ada yang bertahan bersama-sama menuju kekekalan.

Tetapi renungan kali ini mengatakan bahwa hanya ada satu yang abadi dan tetap untuk selama-lamanya, yaitu Firman TUHAN. Bagaimana Ia dulu mengasihi Anda, begitu pulalah sekarang kasihNya. Bagaimana dulu Ia mengampuni kesalahan Anda dan saya, begiu jugalah Ia sekarang mengampuni. Bagaimana dulu Ia menopang Anda saat berada dalam pergumulan, begitu jugalah Ia sampai sekarang. Kasih setianya tidak pernah punah dan rahmatNya tidak pernah jadi tandus.

Dengan demikian berarti dalam masa hidup Anda dan saya yang singkat ini, yang abadi sepanjang hidup kita adalah h-u-b-u-n-g-a-n dengan Allah itu sendiri. Hubungan Pencipta dengan yang diciptaNya tidak pernah berhenti. Anda lihat sendiri bagaimana Israel berulang kali meninggalkan Allah – pada kenyataannya Allah tetap menanti dan membimbing mereka.

Hubungan Allah dengan manusia tetaplah kekal di dalam rohNya. BE 509:1 dan 3 menyaksikan kepada Anda dan saya bahwa tumbuh-tumbuhan dan kemuliaan itu seperti abu yang akan berakhir. Yang tidak akan berkesudahan adalah roh penghiburanNya. Itulah yang seharusnya Anda minta untuk tetap berada dalam diri Anda. Sebab hanya rohNya sajalah yang dapat memastikan kita dapat senantiasa terhubung dengan Allah. Sebab hanya rohNya yang akan mendampingi Anda dan saya di masa-masa sulit kehidupan ini.

Kata-kata itu membantu kita mengerti mengapa Yesus berkata bahwa “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu” sebagai hukum yang terutama, “Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri” (Mat. 22:37,39). Hubungan Anda dengan Allah adalah hukum yang pertama. Hubungan Anda dengan sesama adalah hukum yang kedua.

Pertanyaannya, ketika Anda punya kesempatan untuk hidup abadi, untuk apakah Anda pergunakan keabadian itu?

Categories
Tags
Pdt. Robert Lumbantobing

Pdt. Robert Lumbantobing tinggal dan melayani di Gereja HKBP Petojo Ressort Petojo. Beliau memiliki tiga orang anak, yang dua diantaranya juga turut aktif menjadi penulis di situs ini: Pdt. Reinhard PP Lumbantobing & drm. Rikardo Lumbantobing. Sebelum di HKBP Petojo, beliau pernah juga melayani di HKBP Rawamangun dan sejumlah gereja lainnya. Pada situs ini beliau menulis renungan harian.