Gaya Hidup

Inspirasi, Gaya Hidup, Hubungan, Pekerjaan, Sikap Hidup, Prinsip Hidup, Motivasi Kristen, Parenting, Pacaran, Buku Rohani

Tahukah Anda?

Rugi kalau tidak baca! Tahukah Anda berisi fakta-fakta unik, lucu, aneh yang berkaitan dengan gereja, Alkitab dan kehidupan Kristen.

Tips & Trik

Panduan dan kiat-kita praktis untuk melakukan apa pun yang berguna untuk mendukung kehidupan Anda.

Makalah

Studi tentang gereja, pelayanan, sejarah, dsb. Bagi kamu yang ingin sedikit “mengernyitkan dahi” saat membacanya.

Resources

Kumpulan Software, Aplikasi Pelayananan Kristen, Alkitab Download, Lagu Rohani, Multimedia, Ebook, Dokumen, dan Materi pelayanan di gereja.

Sepuluh Film tentang Yesus

| 22 April 2011735 pembaca
Sepuluh Film tentang Yesus  gaya hidup  Khotbah di Bukit Film

Berikut ini adalah sepuluh film yang berusaha untuk menampilkan sosok Yesus di dunia ini.

1. King of Kings (1927)

Film bisu sekaligus hitam-putih yang disutradarai oleh Cecil B. DeMille ini awalnya memiliki durasi 155 menit, namun pada tahun 1928 dipotong hingga menjadi hanya sekitar 112 saja. Walaupun kedua dalam versi ini terdapat kisah mengenai kebangkitan, versi yang lebih panjang  menurunkan keagungan dari kisah Yesus. Pada versi yang lebih panjang, DeMille menampilkan Maria Magdalena, sebagai kekasih Yudas Iskariot, dengan sangat vulgar.

Yesus, yang diperankan oleh H. B. Warner, secara dramatis diungkapkan dari sudut pandang seorang anak laki-laki yang baru saja dicelikkan dari kebutaannya. Warner juga membawa humor dan kemanusiaan di film ini, hal ini terlihat dari adegan seorang anak kecil yang memberikan Yesus sebuah boneka dengan kaki yang terluka untuk disembuhkan.

2. Monty Python’s Life of Brian (1979)

Film yang juga dikenal dengan judul “Life of Brian” ini adalah film komedi yang dituliskan, disutradarai, dan dimainkan oleh tim komedi Monty Python. Film ini menceritakan tentang kisah Brian Cohen, seorang Yahudi yang lahir pada hari yang sama, dan di sebelah kandang tempat Yesus dilahirkan, yang setelah itu ia diduga sebagai Mesias lalu ia disalibkan.

Film ini mengandung tema sindiran religius yang kontroversial pada saat dirilis, mendapatkan tuduhan penghujatan dan protes dari beberapa kelompok religius. Tiga puluh sembilan wilayah lokal di Inggris  juga menjatuhkan larangan penayangan film ini. Beberapa negara melarang beredarnya film ini di bioskop, beberapa bertahan hingga beberapa dekade. Pembuat film ini menggunakan kemasyhuran filmnya dengan menggunakan pesan iklan, “Sungguh lucu, film ini dilarang di Norwegia!”.

3. The Last Temptation of Christ (1988)

Film dengan biaya hanya sekitar 6 juta US dollar yang dibuat di Maroko ini disutradarai oleh Scorsese. Scorsese menceritakan kembali Palestina sebagai sebuah gurun dan padang yang tandus.

Yesus yang ada di film ini bukanlah Tuhan yang lahir sebagai manusia. Ia adalah seorang manusia yang menemukan ketuhanannya sendiri, dan ia juga tersiksa sekaligus gembira oleh wahyu. Yudas di sini adalah seorang aktivis yang kuat dan penuh kasih. Ia mau menggulingkan penjajahan bangsa Romawi, ketika Yesus menginginkan pembebasan manusia dari dosa. Untuk memenuhi perjanjiannya, Yudas harus berkhianat. Yudas bukan berkhianat pada Yesus melainkan berkhianat pada idenya sendiri mengenai revolusi. Dia harus memberikan orang yang paling dia kasihi kepada bangsa Romawi.

Beberapa orang berkata film ini direncanakan oleh orang Yahudi untuk mendiskreditkan Yesus— walaupun sang sutradara adalah seorang Katolik Roma, penulis dialog adalah seorang Calvinist, dan penulis novel adalah seorang Orthodox Yunani.

4. King of Kings (1961)

King of Kings adalah film yang disutradarai oleh Nicholas Ray. Film ini bisa dibilang merupakan perbaikan dari film dengan judul yang sama yang keluar pada tahun 1927. Pada versi tahun 1961 ini, Ray menempatkan kehidupan Yesus dari sisi politik perbudakan bangsa Romawi. Yesus yang menjadi seorang pengkhotbah sekaligus tabib, memperlihatkan perbedaan yang mencolok dengan seorang pemberontak Barabas yang melawan pendudukan Roma.

Barabas, yang biasanya ditampilkan sebagai seorang pembunuh,  memainkan peran penting pada film ini. Ia digambarkan sebagai seorang figur yang melawan dominasi bangsa Romawi, dan sebagai teman baik dari Yudas Iskariot. Yudas percaya bahwa ia dapat mengajak Barabas untuk merangkul Yesus sebagai seorang pembebas secara literal, yakni mengangkat senjata melawan bangsa Roma, tapi Barabas kecewa setelah mendengar khotbah di bukit. Setelah itu Yudas memutuskan untuk mengkhianati Yesus.

Kebanyakan film pada saat itu tidak menunjukkan wajah Yesus, dan memilih untuk menunjukkan tangan (seperti pada film Ben-Hur) atau menampilkan kamera di atas pundak Yesus. King of Kings adalah film dengan suara yang pertama kali yang menampilkan wajah Yesus.

Film ini dicela oleh majalah Time dan Bosley Crowther dari New York Times. Walaupun demikian Leonard Maltin memberikan film ini skor 3,5 dari 4.

5. Godspell (1973)

Godspell adalah film musikal yang diadaptasi dari broadway musical Godspell yang dibuat oleh John-Michael Tebelak. Film yang disutradarai oleh David Greene ini ditampilkan di kota modern New York City.

Sebagian besar musik menguasai  berbagai perumpamaan dalam film ini. Adegan-adegan dalam film ini mengambil keuntungan dari situs-situs terkenal di sekitar New York City. Walaupun demikian, kecuali pada pembukaan dan pada adegan terakhir, kota ini sama sekali sepi dari orang banyak dan hanya didominasi oleh tokoh-tokoh utama.

Versi modern dari injil ini dibuka dengan Yohanes pembaptis yang memanggil orang-orang New York dari kehidupannya sehari-hari untuk mengikuti dan belajar dari Yesus. Mereka membangun sebuah rombongan yang memerankan perumpamaan-perumpamaan melalui nyanyian dan,  komedi, dan badut. Pelayanan Yesus berakhir dengan sebuah perjamuan terakhir, penyalibannya di tempat pembuangan barang-barang rongsokan, dan pagi berikutnya tubuh Yesus dibawa oleh murid-muridnya.

Internet Movie Database hanya menilai film ini dengan skor 6.4 dari 10 skor maksimum.

6. Gospel Road (1973)

Film musikal lain pada tahun 1973 yang dibuat di Israel ini disutradarai oleh Robert Elfstrom. Johnny Cash, pria dengan pakaian hitam, menyanyikan delapan lagu rohani di film ini.

Pada klimaks dari film ini, Yesus dicambuk, ditendang dan dihajar beberapa kali, lalu Ia memikul salibNya di jalan kota yang berpasir. Dia mati dan kamera kembali menampakkan kota modern di Amerika, agak aneh memang, namun jelas yang ingin diungkapkan adalah Sang Juruselamat tidak hanya mati untuk mereka yang percaya kepadaNya pada saat itu, melainkan juga untuk mereka yang akan percaya kepadaNya pada saat ini.

7. Jesus of Nazareth (1977)

Ini adalah miniseri televisi Anglo-Italian berdurasi 6 jam 21 menit yang mendramatisir kelahiran, kehidupan, pelayanan, kematian, dan kebangkitan Yesus berdasarkan keempat injil yang difilmkan di Tunisia dan Maroko. Miniseri ini disutradarai oleh Franco Zeffirelli, dan diproduksi oleh Lew Grade. Zeffirelli menulis skenario ini bersama dengan Anthony Burgess dan Suso Cecchi d’Amico. Jesus of Nazareth pertama kali ditayangkan pada 27 Maret 1977 di TV Inggris dan pertama kali ditayangkan di Amerika pada 3 April 1977.

Maria Schneider menolak ketika ditawari peran sebagai Bunda Maria dan digantikan dengan Olivia Hussey namun pada akhirnya Maria Schneider menyesali keputusannya itu.

Film ini mengambil pendekatan yang cukup alami dan menekankan efek khusus ketika menggambarkan keajaiban dan ketika menghadirkan Yesus sebagai seorang yang lebih dari sekedar manusia bahkan Tuhan itu sendiri. Film Jesus of Nazareth ini bukan hanya mencampurkan narasi dari keempat injil, tapi juga juga menampilkan dialog antara Yesus dan Barabas dan miniseri ini disimpulkan dengan karakter non-Alkitab, Zerah dan rekan-rekannya  menatab kubur kosong dengan putus asa. Zerah meratap, “Now it begins. It all begins”.

8. The Gospel According to St. Matthew (1964)

Film dengan judul asli “Il vangelo secondo Matteo” ini dialognya langsung diambil dari injil Matius, sebagaimana Pasolini, sebagai penulis sekaligus sutradara, berkata “Images could never reach the poetic heights of the text.”Ia lebih memilih injil Matius daripada injil lainnya karena ia melihat injil Yohanes terlalu mistis, Markus terlalu vulgar, dan Lukas terlalu sentimental.

Tidak seperti film yang menggambarkan kehidupan Yesus lainnya, Pasolini tidak menambah-nambahkan cerita lain dalam film ini, namun masih menampilkan campuran kisah dari keempat injil. Film berikutnya yang benar-benar taat pada satu injil adalah film Yesus berdasarkan injil Lukas pada tahun 1979 dan The Gospel of John pada tahun 2003.

Film ini sungguh sangat mengejutkan orang banyak, karena Pasolini dikenal sebagai seorang atheist, homosexual, dan Marxist. Ketika ia ditanyakan saat konferensi pers pada tahun 1966, mengapa ia, sebagai orang yang tidak percaya, membuat film yang bertema religius, ia menjawab, “Jika kamu tahu bahwa saya adalah orang yang tidak percaya, maka kamu mengenal saya lebih baik daripada saya mengenal diri saya sendiri. Saya mungkin seorang yang tidak percaya, namun saya memiliki rasa rindu pada kepercayaan itu.”

9. The Passion of the Christ (2004)

Siapa yang tak kenal film ini? Film yang disutradarai oleh sutradara kondang, Mel Gibson dan dibuat di Italia ini menceritakan kehidupan Yesus 24 jam sebelum kematianNya. Walaupun demikian, masih terdapat flashback peristiwa Yesus ketika ia masih anak-anak, ketika ia bekerja sebagai seorang tukang kayu, ketika ia berkhotbah di bukit, penyelamatan Maria Magdalena, dan kisah perjamuan terakhir.

Film ini dibuat berdasarkan bahasa aslinya, James Caviezel (biasa disingkat JC) dan pemeran Yahudi lainnya menggunakan bahasa Aram dan Ibrani, sementara aktor yang berperan sebagai orang Romawi menggunakan bahasa Latin. Film ini memenangi  lima belas penghargaan dan akhirnya menjadi film berbahasa asing yang paling sukses di Amerika Serikat.

Walaupun sukses, keaslian film ini diragukan karena mengambil sumber selain Alkitab dalam alur ceritanya. Menurut sang sutradara, sumber utama dari film ini adalah keempat injil. Film ini juga mengambil beberapa sumber cerita dari Perjanjian Baru, salah satunya adalah dari Wahyu 21:5 “Lihatlah ibu, Aku menjadikan segala sesuatu baru!” Selain itu film ini juga mengambil referensi dari Perjanjian Lama. Pada bagian pembukaan di taman Getsemani, Yesus meremukkan kepala ular sebagai kiasan dari Kejadian 3:15.

Penggambaran kisah ini juga sarat tradisi. Keempatbelas titik yang merupakan pusat dari penggambaran via dolorosa pada film ini benar-benar dilukiskan, kecuali titik ke delapan (ketika Yesus bertemu dengan seorang perempuan Yerusalem, adegan yang dihapus di DVD) dan titik keempatbelas (Yesus tergeletak di kubur).

Di film ini juga terdapat pertanyaan Maria, “Mengapa malam ini berbeda dari malam-malam sebelumnya? “, dan Maria Magdalena menjawab dengan jawaban berdasarkan tradisi: “Karena malam sebelumnya kita adalah budak dan selanjutnya kita tidak lagi seorang budak”. Dan yang paling unik dari film ini adalah terdapatnya adegan iblis yang membawa ‘bayi’ yang kelihatan sudah amat tua.

10. Jesus (1979)

Jesus

Film yang disebut juga “The Jesus Film” ini adalah film yang  menceritakan kisah Yesus Kristus yang diklaim murni berdasarkan injil Lukas. Film ini telah diterjemahkan ke lebih dari 1000 bahasa, tak ketinggalan bahasa Indonesia dan juga bahasa Batak. Seperti diklaim oleh Dr. Stephen Steele, mantan CEO dari DAWN Ministries, “tiga per empat dari semua gereja yang lahir pada dekade belakangan ini di seluruh dunia menggunakan film ini sebagai bagian dari proses pembangunan gereja.”

Proses penerjemahan film ini dilakukan oleh Campus Crusade for Christ dengan tujuan utama, agar semua orang di dunia mengetahui dan mendengar cerita tentang Yesus dengan bahasa yang mereka ketahui. Di Indonesia, penerjemahan film ini dilakukan oleh Lembaga Pelayanan Mahasiswa Indonesia, yang juga sekaligus menyebarkannya ke berbagai daerah di Indonesia. Gereja HKBP di Barus, gereja di mana dulu ayah saya melayani, juga pernah mendapatkan VCD sekaligus VCD playernya secara gratis.

Di Amerika Serikat, film ini dirilis oleh Warner Bros. Ini bukanlah film yang menghasilkan banyak uang, bahkan film ini mengalami kerugian sekitar dua juta dollar AS. Ketika memuji film ini sebagai film yang “sangat memusatkan diri terhadap keaslian”, New York Times mengkritik film ini sebagai film yang sangat monoton dan tak lebih dari sekedar ilustrasi injil, tanpa satu pun sejarah dan konteks sosial. Los Angeles Times menyebutnya sebagai  “…cerita sekolah minggu yang tumpul, cerita teliti tapi tidak imajinatif yang dipilih dari Lukas 3-24.” Walaupun dianggap film yang membosankan, film ini tetap mampu membawa jiwa-jiwa untuk diselamatkan.

Demikianlah kesepuluh film yang berusaha untuk menampilkan sosok Yesus di dunia ini. Pada akhirnya, kisah Yesus yang sejati ada dalam hidup kita, bagaimanakah kita menampilkan hidup Kristus yang sejati, apakah hidup kita menjadi cerminan hidup Kristus ketika Ia hidup di dunia ini? Mari hidup sebagaimana Kristus hidup. Amin.

We are the reason

Anda sudah membaca artikel berjudul "Sepuluh Film tentang Yesus" yang diterbitkan pada pukul WIB dalam kategori Gaya Hidup. Jika Anda menyalinnya, harap cantumkan link url berikut:

http://pargodungan.org/10-film-yesus/

Silahkan memberikan tanggapan di sini!

pargodungan.org | khotbah, renungan harian, gaya hidup kristen, spiritualitas, partitur koor, pacaran, pernikahan, karir dan pekerjaan, makalah kristen, gereja, download alkitab, software pelayanan gereja

Anda ingin membaca artikel ini? Gabung Yuk! Pastikan Anda sudah mengklik salah satu tombol di bawah!

×