2 Tawarikh 20:6 – Bagaimana Menghadapi Situasi Sulit

2 Tawarikh 20:6
Dan berkata: “Ya TUHAN, Allah nenek moyang kami, bukankah Engkau Allah di dalam sorga? Bukankah Engkau memerintah atas segenap kerajaan bangsa? Kuasa dan keperkasaan ada di dalam tanganMu, sehingga tidak ada orang yang dapat bertahan melawan Engkau.

Kadangkala, akan ada sebuah fase kritis dalam kehidupan di mana Anda dan saya berada pada posisi sulit. Fase kritis tersebut mengharuskan kita untuk cepat mengambil keputusan yang benar dan tepat agar dapat lepas dari bahaya yang dapat ditimbulkannya. Fase kritis seperti inilah yang sedang dialami Yosafat bersama-sama orang Meunim dalam 2 Tawarikh 20. Mereka saat itu berada dalam bahaya besar. Musuh mereka, bani Moab dan bani Amon bersatu hendak memusnahkan mereka. Di sinilah tantangan kepemimpinan Yosafat di uji. Jika ia salah mengambil keputusan, maka mereka akan mati.

Waktu sudah semakin sedikit. Musuh semakin mendekat dan bersiap-siap menyerang mereka. Keputusan apa yang diambil Yosafat kala itu? Ternyata, Yosafat mengambil sebuah keputusan yang justru hampir mustahil terpikirkan saat itu. Dalam situasi mencekam, Yosafat akhirnya mengambil keputusan untuk mencari TUHAN! Hal itu saya katakan hampir mustahil terpikirkan, karena biasanya sangat mudah orang-orang untuk mengandalkan dirinya sendiri di saat-saat kritis.

Coba Anda bayangkan seandainya Anda sedang berada dalam situasi perang dan menjadi panglima dari sebuah regu kecil – tetapi harus melawan musuh yang sangat banyak, apa yang akan Anda lakukan? Mungkin hanya dua pilihan: Pertama, pilihan paling bijaksana yaitu lari menyelamatkan diri; atau kedua, pilihan untuk bunuh diri dengan cara yang paling berani: bertarung sampai mati. Namun Yosafat tidak memilih satu dari antara dua pilihan itu. Ia memilih pilihan yang paling cemerlang: mencari TUHAN dan meminta pertolonganNya! Ia tidak dapat mengandalkan dirinya sendiri lagi saat itu. Bahkan, orang-orangnya pun tidak bisa diandalkannya lagi. Hanya satu jalan keluar yang jitu, meminta Allah berkenan membantu mereka dalam situasi sulit. Dan… tahukah Anda akhirnya? Allah sendiri yang bertempur bagi mereka tanpa membuat mereka harus angkat senjata!

Demikian jugalah sebaiknya cara Anda dan saya saat harus menghadapi seluruh situasi sulit dalam kehidupan – bahkan sekalipun tidak sulit! Sebab orang-orang percaya yang insyaf akan kekuasan dan keperkasaan Allah tidak  pernah hanya bersandar pada sumber daya yang dimilikinya. Pemimpin besar bersandar pada sumber daya yang Allah miliki. Pemimpin besar juga selalu mencari Allah dalam setiap kelebihan dan keterbatasannya.

Jika Anda mencari dan mengandalkan Allah dalam seluruh fase kehidupan Anda, maka Anda akan memperoleh pertolongan yang dibutuhkan. Jika Anda mencari dan mengandalkan Allah, maka Anda akan menemukan jawaban atas seluruh persoalan yang Anda butuhkan. Hanya… biarkanlah Allah yang campur tangan langsung dan mengambil keputusan untuk Anda. Seseorang pernah menulis, “Jika Anda tidak mengambil keputusan dalam hidup Anda, maka orang lain yang akan membuatnya untuk Anda.” Tetapi dalam hal ini, dengan mengakui kuat kuasa Allah dapat kita katakan, “Jika Anda kesulitan mengambil keputusan untuk hidup Anda,  maka Allahlah yang harus membuatnya untuk Anda.” Allah akan membuat cara terbaik bagi Anda!


Jumat Agung