Ada dua sebab yang menyebabkan keluarnya edik perlawanan terhadap kekristenan. Pertama adalah bersifat ideologis dan kedua adalah masalah politik praktis. Kekristenan menawarkan bentuk alternatif yakni suatu otoritas mandiri individu di luar tradisi Jepang dan bakufu. Ini tidak dapat diterima oleh penguasa Jepang. Rezim mereka membutuhkan loyalitas penuh dari masing-masing penduduknya. Penganut agama Buddha dibiarkan adalah karena agama Buddha telah diterima sebagai agama Jepang, dengan melihat kenyataan bahwa dia sudah ada sejak lama. Akan tetapi disamping itu selain karena memang pada saat itu agama Buddaha sangat lemah, ada juga pendapat bahwa Hideyoshi memandang penganut agama Buddha dapat dihancurkan dengan memanfaatkan tindakan-tindakan penindasan yang dilakukan oleh institusi keagamaannya. Oleh karena itu dia dapat memperalat institusi agama Buddha demi kehancurannya sendiri.
