3 Pertanyaan Sebelum Membuat Facebook Gereja Anda Sendiri

June 5, 2012 by: 0

membuat facebook gereja Banyak Gereja yang sekarang ini sudah mulai memanfaatkan Media Sosial seperti facebook atau twitter untuk pelayanannya. Media sosial seperti itu sangat bermanfaat bagi gereja yang tidak punya website sendiri. Hal ini penting juga mengingat bahwa orang-orang juga mulai terlebih dulu mengunjungi halaman situs sebuah gereja sebelum datang ke gereja tersebut. Jadi, gereja yang tidak punya situs sendiri dapat mendapat alternatif lewat facebook, twitter atau sejenisnya.

Apakah gereja Anda punya akun facebook sendiri? Atau apakah Anda adalah pengelola media sosial di Gereja Anda? Ron Edmonson, seorang pakar di bidang sosial media memberikan tiga hal yang harus dijawab oleh gereja yang menggunakan media sosial untuk pelayanannya.

1. Apakah Gereja Anda ingin menjangkau orang-orang muda?

Jika Anda ingin menjangkau banyak orang saat ini, Anda harus pergi ke tempat di mana mereka berada. Dan tentu saja, anak-anak, orang tua dan para pemuda saat ini sudah menggunakan media sosial. Di situlah Anda dapat menemukan mereka. Kebanyakan anak-anak muda sekarang sangat senang menggunakan media sosial. Lakukan survei pada orang-orang di gereja Anda, dan Anda akan terkejut pada temuan Anda.

2. Apakah ada yang mengelolanya?

Tentu Anda tidak bisa berharap dengan adanya facebook gereja, maka otomatis orang-orang akan berkumpul di sana begitu saja. Anda harus berkomitmen dan melakukan banyak usaha di dalamnya. Jika akun gereja Anda tidak aktif maka itu berarti sama saja dengan tidak pernah membuatnya. Dan, itu juga sama seperti tidak pernah mengangkat telepon orang-orang yang menghubungi Anda. Oleh sebab itu Anda harus mengelolanya dengan baik.

3. Apakah memang gereja Anda bear-benar membutuhkan media sosial?

Dapatkah Anda menjangkau orang-orang yang tidak ke gereja tanpa media sosial? Jika Anda dapat, mungkin Anda tidak membutuhkan media sosial di gereja Anda. Jika Anda tidak yakin, mungkin Anda harus mencobanya, papar Edmonson. Satu hal yang bisa Anda lakukan untuk meyakinkan diri sendiri, temuilah seseorang atau beberapa orang yang aktif di media sosial seperti facebook atau twitter. Mintalah bantuan mereka untuk mendukung gereja dalam usaha ini. Anda tidak dapat menugaskan pekerjaan ini pada staff gereja/pada orang yang tidak pernah menggunakan media sosial atau yang tidak pernah tertarik pada media sosial. Temukan orang yang tepat, berikan mereka otoritas dan tanggungjawab, dan biarkan mereka membangun Kerajaan Allah lewat sosial media.

Nah, bagaimana menurut Anda? Apakah tiga pertanyaan tersebut dapat dijawab dengan mudah? Kami kembalikan pada Anda. :)

Share this Story
Team Pargodungan.org

Team Pargodungan.org | Pargodungan (bhs Batak) berarti Kompleks Gereja. Situs yang ditenagai oleh banyak sukarelawan ini (termasuk Anda) ditujukan untuk mendukung/mendampingi pembacanya untuk bertumbuh, bersaksi dan melayani di gereja atau di dalam kehidupan sehari-hari. Situs ini ditujukan untuk menjadi “situs informasi referensi pelayanan dan kehidupan Kristen”. Kalau Anda berminat bergabung dan menyumbangkan artikel yang membangun, silahkan lewat halaman KONTAK di pojok kanan atas. :)

Add a Comment on "3 Pertanyaan Sebelum Membuat Facebook Gereja Anda Sendiri"

Follow us

Christian Quotes

“That the zeal for God's honor is also a dangerous passion, that the Christian must bring with him the courage to swim against the tide instead of with it... accept a good deal of loneliness, will perhaps be nowhere so clear and palpable as in the church, where he would so much like things to be different. Yet he cannot and he will not refuse to take this risk and pay this price... he belongs where the reformation of the church is underway or will again be underway.”  - Karl Barth

Humor Kristen

Melihat sebuah mobil, dengan gesit tukang parkir memberikan tanda dan mobil itupun menghampirinya. Setelah mengarahkan kendaraan ke tempat yang tersedia si tukang parkir dengan aba-abanya, "terus ... terus... kiri ... kiri ...." Dengan dengan gesit pengemudi mengikutinya. Tukang parkir terus mengarahkan, "balas ... balas ... balas ...." Dan tiba-tiba terdengar bunyi "DUK". Ternyata bemper mobil tersebut menyeruduk mobil lain. Dengan agak marah si tukang parkir menegor, "Bagaimana Bapak ini ... kan sudah saya arahkan balas ... balas ... malah terus saja." Dengan tenang pengemudi itu balas menjawab, "Dik ... saya ini Pendeta, harus mengasihi setiap orang dan dilarang membalas." | Klik LIKE jika Anda suka!