Apapun pekerjaan kita, apapun jenis pekerjaan kita, dan di manapun kita bekerja, apakah kita sebenarnya hanya seorang ‘kuli’? Lho, apa maksudnya?? “Saya orang kantoran koq! Mana mungkin saya seorang kuli”, sebagian orang pasti mengatakan demikian. Yah, respon seperti itu sangat wajar. Tapi sebenarnya, orang yang kita anggap sebagai kuli pun, belum tentu dapat dianggap sebagai ‘kuli’ seperti yang ingin saya maksudkan. Ada berbagai macam sikap/cara orang dalam bekerja yang menunjukkan bahwa ia adalah seorang kuli. Mari kita jawab pertanyaan ini, mudah-mudahan kita bukan ‘kuli’:
- Apakah saya sering menganggap pekerjaan itu beban?
- Meskipun sebenarnya saya bisa melakukannya, apakah saya sering mencari alasan untuk menghindari tugas?
- Apakah saya ‘giat’ bekerja hanya saat diawasi?
- Apakah produktifitas saya tergantung pada paksaan?
- Apakah saya hanya suka pada gaji dan hari libur?
- Apakah saya menganggap pimpinan pemeran aktor antagonis?
- Apakah saya lebih banyak menuntut?
- Apakah saya orang yang disiplin dalam bekerja?
- Apakah saya pekerja yang produktif?
- Apakah kualitas kerja saya minim?
Hanya Anda yang tau apakah Anda kuli atau bukan. Mudah-mudahan bukan kuli yah. Bisa hancur negara kita.

April 29th, 2009 at 15:39
5. Apakah saya hanya suka pada gaji dan hari libur?
hehehehhe saya jawab dengan lantang : IYA ! hihihi
Mei 25th, 2009 at 13:51
Apa kbrmu skrang amang capen? Kok ngak ada sih cerita y baru? Menurut saya, biar kta tdk dianggap sbgai kuli, maka anggaplah pekerjaan itu sebgai sebuah anugrah. Ok. Selamat melayani Tuhan. GBU