<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>pargodungan.org &#187; Leonardo Sinambela</title>
	<atom:link href="http://pargodungan.org/author/leonardo-sinambela/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pargodungan.org</link>
	<description>Situs referensi pelayanan dan kehidupan Kristen.</description>
	<lastBuildDate>Sat, 04 Feb 2012 15:49:40 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.5</generator>
		<item>
		<title>Khotbah Minggu 2 setelah Trinitatis: Mengatur dan Menggunakan Waktu dalam Rasa Keadilan &#8211; Imamat 25:1-10</title>
		<link>http://pargodungan.org/khotbah-minggu-2-setelah-trinitatis-mengatur-dan-menggunakan-waktu-dalam-rasa-keadilan-imamat-251-10/</link>
		<comments>http://pargodungan.org/khotbah-minggu-2-setelah-trinitatis-mengatur-dan-menggunakan-waktu-dalam-rasa-keadilan-imamat-251-10/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 02 Jul 2011 04:15:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Leonardo Sinambela</dc:creator>
				<category><![CDATA[Khotbah Minggu Ini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pargodungan.org/?p=1404</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Waktu adalah uang&#8221;, demikian kata sebuah ungkapan. Tapi, kalau waktu itu adalah uang, nyatanya, koq saya (meski punya waktu) tetap tidak punya uang, ya? Hmm. Kiranya, ungkapan itu tentu bukan mau mengatakan bahwa &#8220;waktu&#8221; itu sama dengan &#8220;uang&#8221;. Ungkapan itu hendak menyatakan bahwa waktu itu demikian berharganya bagi manusia. Waktu adalah milik semua orang. Tidak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Waktu adalah uang&#8221;, demikian kata sebuah ungkapan. Tapi, kalau waktu itu adalah uang, nyatanya, koq saya (meski punya waktu) tetap tidak punya uang, ya? Hmm. Kiranya, ungkapan itu tentu bukan mau mengatakan bahwa &#8220;waktu&#8221; itu sama dengan &#8220;uang&#8221;. Ungkapan itu hendak menyatakan bahwa waktu itu demikian berharganya bagi manusia.</p>
<p>Waktu adalah milik semua orang. Tidak ada orang yang tidak punya waktu. Tua muda, besar kecil, kaya miskin, hitam putih, siapa pun sebenarnya memiliki waktu. Anda pun tentu punya waktu. Dan lebih tepatnya, Anda hidup bersama waktu.</p>
<p>Hal yang membedakan Anda dengan saya dan orang-orang lainnya mengenai waktu hanya terletak pada bagaimana Anda, saya, atau orang lain menggunakan waktu yang ada. W.J. Brown bahkan lebih jauh menganggap bahwa &#8220;Salah satu perbedaan yang sukses dan yang tidak sukses terletak dalam penggunaan waktunya yang luang.&#8221; Sebab, ada orang yang menggunakan waktunya untuk bersenang-senang dan plesiran. Ada orang yang menggunakan waktunya untuk bekerja dan menghasilkan uang. Ada pula orang yang justru bingung menggunakan waktunya. Jadi, jika Anda memanfaatkan dan menggunakan waktu Anda untuk hal-hal yang berguna dan membangun diri, Anda pun akan sukses.</p>
<p>* * *</p>
<p>Allah sudah menetapkan sejak semula bahwa dunia ini harus &#8220;dibatasi&#8221; waktu. Itu sebabnya Ia terlebih dahulu menciptakan terang dan gelap. Kedua ciptaan inilah yang membuat adanya hari-hari. Setelah itulah Ia mencipta yang lainnya. Ada enam hari lamanya masa penciptaan itu. Pada hari yang ketujuh Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaanNya, lalu akhirnya memberkati semua yang Ia kerjakan.</p>
<p>Karena Allah menciptakan waktu, maka secara langsung Allah sudah menetapkan agar segala sesuatu harus diatur menurut waktu. Dalam hubungan inilah Allah menetapkan agar orang Israel mengatur waktunya. Dan bukan hanya itu! Mereka pun diminta untuk menggunakan waktunya dengan benar, dan dengan rasa keadilan.</p>
<p>&#8220;Enam tahun lamanya engkau harus menaburi  ladangmu, dan enam tahun lamanya engkau  harus merantingi kebun anggurmu dan  mengumpulkan hasil tanah itu!&#8221; perintah Tuhan pada orang Israel.</p>
<p>Waktu selama enam tahun adalah kesempatan bagi Israel mengelola dan menggunakan sumber daya yang ada untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.</p>
<p>Sementara, &#8220;Pada tahun yang ketujuh haruslah ada  bagi tanah itu suatu sabat, masa perhentian  penuh, suatu sabat bagi TUHAN.&#8221; lanjut Allah.</p>
<p>Tahun yang ketujuh adalah tahun perhentian, agar orang Israel berhenti menggunakan segala sumber daya (dalam hal ini adalah tanah). Dan tahun ini jugalah sebagai saat dimana tanah itu pun turut &#8216;beristirahat&#8217; dari segala &#8216;bebannya&#8217;.</p>
<p>* * *</p>
<p>Mengatur waktu dan menggunakan waktu dengan baik merupakan perintah yang tidak dapat kita elakkan. Tidak ada yang boleh menganggap bahwa mengatur segala sesuatu menurut waktu itu tidak berguna atau tidak perlu. &#8220;Karena untuk segala hal dan segala  pekerjaan ada waktunya,&#8221; kata pengkhotbah.</p>
<p>Namun yang lebih PENTING lagi, PERINTAH untuk mengatur DAN memanfaatkan waktu harus ditambahkan dengan perintah untuk memperhatikan RASA KEADILAN. Sebab, banyak yang dapat mengatur waktunya. Dan banyak pula yang benar-benar bisa memanfaatkan waktu luangnya untuk hal yang berguna. Tetapi, lebih banyak yang melupakan rasa keadilan di dalam pengaturan waktunya itu.</p>
<p>Bukankah itu yang dimaksudkan oleh istilah workaholic? Orang yang workaholic adalah orang yang menggunakan semua waktunya untuk bekerja tetapi tidak adil pada dirinya sendiri atau pada orang-orang disekitarnya. Ia lupa beristirahat, lupa mengalokasikan waktu untuk keluarga, lupa bersosialisasi, dan juga, lupa berbakti pada Allah.</p>
<p>Pemanfaatan waktu tanpa rasa keadilan hanya akan membuat manusia menjadi tamak. Orang seperti ini akan mengambil lebih daripada yang dibutuhkannya, mengabaikan orang lain yang juga membutuhkan. Usaha eksploitasi terhadap kekayaan alam adalah contoh nyata ketamakan manusia. Akibat ketamakan itu, misalnya, alam yang berumur milyaran tahun bisa rusak parah hanya dalam tempo kurang lebih 500 tahun. Bayangkan! Sekarang kita mengalami krisis lingkungan, karena banyaknya sampah yang dibuang di sungai. Ozon menipis karena polusi udara. Iklim tidak stabil karena pemanasan global. Aniway, bagaimana dengan lumpur Lapindo? Semuanya adalah akibat ketamakan itu: pengabaian rasa keadilan.</p>
<p>Dengan demikian, mengatur segala sesuatu menurut waktunya dengan penuh rasa keadilan adalah bagian dari cara kita untuk hidup harmonis dengan alam. Melalui rasa keadilan inilah kita juga bisa hidup harmonis dengan sesama manusia. Dan juga melalui rasa keadilan inilah kita dapat hidup harmonis dengan Allah.</p>
<p>Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda mengatur hidup Anda sesuai dengan rasa keadilan tadi? Semoga!</p>
<p>Amin.</p>


<p>Baca juga tulisan ini:<ol><li><a href='http://pargodungan.org/khotbah-minggu-1-setelah-trinitatis-mengasihi-dengan-sempurna-1-yohanes-416b-21/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Khotbah Minggu 1 Setelah Trinitatis: Mengasihi dengan Sempurna &#8211; 1 Yohanes 4:16b-21'>Khotbah Minggu 1 Setelah Trinitatis: Mengasihi dengan Sempurna &#8211; 1 Yohanes 4:16b-21</a> <small>Mengasihi! Perintah utama bagi manusia adalah mengasihi Allah dan mengasihi...</small></li>
<li><a href='http://pargodungan.org/khotbah-minggu-ii-setelah-epiphanias-orang-percaya-bersatu-mungkinkah/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Khotbah Minggu II Setelah Epiphanias &#8211; Orang Percaya Bersatu, Mungkinkah? Yohannes 17:20-23'>Khotbah Minggu II Setelah Epiphanias &#8211; Orang Percaya Bersatu, Mungkinkah? Yohannes 17:20-23</a> <small>Jika diibaratkan, Gereja dapat dikatakan sebagai sasana tinju. Di dalam...</small></li>
<li><a href='http://pargodungan.org/khotbah-minggu-peringatan-kenaikan-yesus-kristus-berjalan-dalam-terang-yohanes-1232-35/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Khotbah Minggu Peringatan Kenaikan Yesus Kristus: Berjalan dalam Terang &#8211; Yohanes 12:32-35'>Khotbah Minggu Peringatan Kenaikan Yesus Kristus: Berjalan dalam Terang &#8211; Yohanes 12:32-35</a> <small>Kata Yesus kepada mereka: &#8220;Hanya sedikit waktu lagi terang ada...</small></li>
<li><a href='http://pargodungan.org/khotbah-minggu-exaudi-air-kehidupan-yohanes-737-38/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Khotbah Minggu Exaudi: Air Kehidupan &#8211; Yohanes 7:37-38'>Khotbah Minggu Exaudi: Air Kehidupan &#8211; Yohanes 7:37-38</a> <small>Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepadaKu dan minum! Bayangkan seandainya...</small></li>
<li><a href='http://pargodungan.org/khotbah-minggu-trinitas-1-%e2%80%93-ini-aku-utuslah-aku-yesaya-61-13/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Khotbah Minggu Trinitas 1 – Ini Aku, Utuslah Aku &#8211; Yesaya 6:1-13'>Khotbah Minggu Trinitas 1 – Ini Aku, Utuslah Aku &#8211; Yesaya 6:1-13</a> <small>Yesus Kristus telah memenuhi janjinya untuk mengutus Roh Penghibur. Kini...</small></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pargodungan.org/khotbah-minggu-2-setelah-trinitatis-mengatur-dan-menggunakan-waktu-dalam-rasa-keadilan-imamat-251-10/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jumat, 1 Juli 2011 – 1 Timotius 6:17 – Milikmu tidak kekal</title>
		<link>http://pargodungan.org/jumat-1-juli-2011-%e2%80%93-1-timotius-617-%e2%80%93-milikmu-tidak-kekal/</link>
		<comments>http://pargodungan.org/jumat-1-juli-2011-%e2%80%93-1-timotius-617-%e2%80%93-milikmu-tidak-kekal/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 30 Jun 2011 17:00:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Leonardo Sinambela</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pargodungan.org/?p=1401</guid>
		<description><![CDATA[“Peringatkanlah kepada orang-orang kaya di dunia ini agar mereka jangan tinggi hati dan jangan berharap pada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan, melainkan pada Allah yang dalam kekayaan-Nya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati.” “Jangan tinggi hati dan jangan berharap kepada sesuatu yang tak tentu”, inilah pesan utamanya. Setiap orang berhak untuk menikmati kekayaan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>“Peringatkanlah kepada orang-orang kaya di dunia ini agar mereka jangan tinggi hati dan jangan berharap pada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan, melainkan pada Allah yang dalam kekayaan-Nya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati.”</p>
<p>“Jangan tinggi hati dan jangan berharap kepada sesuatu yang tak tentu”, inilah pesan utamanya. Setiap orang berhak untuk menikmati kekayaan yang diberikan oleh Allah. Saya ingin melihat dari sudut kekayaan yang diperoleh dengan cara yang curang. Dapatkah seorang kaya berkata bahwa itu berasal dari TUHAN sementara dia sendiri memperolehnya dengan cara yang curang? Ini realitas yang terjadi. Banyak orang yang mendakdak kaya dengan cara yang curang. Segala kekayaan yang diperoleh dengan cara yang tidak tepat akan dipertanggungjawabkan. Dapatkah seorang kaya itu berharap penuh pada kekayaan yang dimilikinya ketika itu diperoleh dengan cara yang tidak tepat? Akan ada tuntutan. Semua miliknya akan disita.  Berharaplah kepada Allah, sumber dari segala kekayaan yang diberikannya untuk dinikmati. Dalam berharap dengan Allah, ada kesungguhan, kejujuran, serta keyakinan bahwa TUHAN akan memberkati segala jerih payahnya. Hasil kekayaan yang demikianlah yang paling indah untuk dinikmati. Orang yang memiliki kekayaan dan berkeyakinan bahwa tidak ada campur tangan TUHAN atas segala sesuatu yang diperoleh, cenderung memperoleh kekayaan dengan cara yang curang. Sesungguhnya orang seperti itu tidak pernah benar-benar percaya bahwa TUHAN itu ada. Sebaliknya orang yang berkata bahwa kekayaannya berasal dari TUHAN tetapi memperolehnya dengan cara yang curang telah menghina TUHAN Allahnya. Akhirnya, tidak ada kekayaan yang tetap, semuanya bisa hilang sekejap mata. </p>


<p>Tidak ada tulisan sejenis!</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pargodungan.org/jumat-1-juli-2011-%e2%80%93-1-timotius-617-%e2%80%93-milikmu-tidak-kekal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cerita singkat dibalik pembuatan blog ini.</title>
		<link>http://pargodungan.org/cerita-singkat-dibalik-pembuatan-blog-ini/</link>
		<comments>http://pargodungan.org/cerita-singkat-dibalik-pembuatan-blog-ini/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Jun 2011 04:20:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Leonardo Sinambela</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Kami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pargodungan.org/?p=1381</guid>
		<description><![CDATA[Ide untuk pembuatan blog ini melalui diskusi semasa di persemaian. Pendeta Reinhard Lumbantobing menaruh minat untuk mempelajari pembuatan blog serta keinginan untuk belajar menulis. Setelah menyelesaikan studi di STT HKBP Pematangsiantar, Pendeta Reinhard Lumbantobing kembali mengingatkan saya tentang ide itu, dan saya menyambut dengan baik. Ketika komitmen untuk membuat blog sudah diputuskan, kami bingung, apa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ide untuk pembuatan blog ini melalui diskusi semasa di persemaian. Pendeta Reinhard Lumbantobing menaruh minat untuk mempelajari pembuatan blog serta keinginan untuk belajar menulis. Setelah menyelesaikan studi di STT HKBP Pematangsiantar, Pendeta Reinhard Lumbantobing kembali mengingatkan saya tentang ide itu, dan saya menyambut dengan baik. Ketika komitmen untuk membuat blog sudah diputuskan, kami bingung, apa nama blognya? Setelah merenung beberapa lama saya mengusulkan agar nama blog ini dibuat pargodungan. Pendeta Reinhard Lumbantobing menyetujui. </p>
<p>Pada awalnya blog ini hanya berisikan beberapa tulisan singkat seputar teologi. Bahkan saya untuk berapa waktu lamanya tidak mengabaikan keadaan blog ini. Tulisan jarang masuk dan rating blog menurun. Pasang surut semangat serta kesibukan pelayanan membuat kami pernah berniat untuk menutup blog ini. Namun, oleh semangat para teman-teman pembaca yang setia berkungjung, awal tahun 2011 kami mencoba mendiskusikan kembali komitmen untuk menulis. Akhirnya hingga pertengahan tahun 2011 ini, kami secara rutin dapat menerbitkan beberapa tulisan. </p>
<p>(Sedikit buka kartu: pada awal pembuatan blog ini, saya dan Pendeta Reinhard Lumbantobing belum memiliki fasilitas Laptop atau Komputer. Semua kami kerjakan di warnet. Bahkan hingga sekarang Pendeta Reinhard belum memiliki laptop. Namun beliau tetap semangat. Semoga beliau mendapat berkat, agar pelayanan di dunia digital ini tetap berlangsung.)</p>
<p>Kami menyadari bahwa kualitas tulisan kami tidak cukup baik. Kami akan berusaha agar lebih baik lagi untuk mencoba menceritakan perbuatan TUHAN kepada seluruh ciptaan-Nya melalui teknologi digital ini. Semoga blog ini memberi manfaat bagi perkembangan pengetahuan serta spiritual kita tentang TUHAN, Allah yang penuh kasih. </p>
<p>Akhirnya, semoga usaha kami ini tidak sia-sia. Tuhan Yesus Kristus menyertai kita semua. Beritakanlah Injil sampai ke ujung bumi. Amin.</p>


<p>Baca juga tulisan ini:<ol><li><a href='http://pargodungan.org/siapa-penulis-di-pargodunga/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Siapa saja Orang di Balik pargodungan ini?'>Siapa saja Orang di Balik pargodungan ini?</a> <small>Pepatah bilang, &#8220;Tak kenal, maka tak sayang.&#8221; Hhmm, pepatah inilah...</small></li>
<li><a href='http://pargodungan.org/temukan-rahasia-manfaat-web-blog-pargodungan-ini-untuk-anda/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Temukan Rahasia Manfaat Web Blog Pargodungan ini untuk Anda'>Temukan Rahasia Manfaat Web Blog Pargodungan ini untuk Anda</a> <small>Bukan rahasia lagi namanya kalau sudah diberitahu bukan? Apa saja...</small></li>
<li><a href='http://pargodungan.org/?page_id=875' rel='bookmark' title='Permanent Link: Ketentuan'>Ketentuan</a> <small>Yang BOLEH Anda lakukan Anda boleh menyalin dan menyebarkan seluruh...</small></li>
<li><a href='http://pargodungan.org/?page_id=732' rel='bookmark' title='Permanent Link: Buku Tamu'>Buku Tamu</a> <small>Terimakasih sudah mengunjungi web blog pargodungan.org. Silahkan tinggalkan komentar di...</small></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pargodungan.org/cerita-singkat-dibalik-pembuatan-blog-ini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Allah Tritunggal</title>
		<link>http://pargodungan.org/allah-tritunggal/</link>
		<comments>http://pargodungan.org/allah-tritunggal/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Jun 2011 16:49:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Leonardo Sinambela</dc:creator>
				<category><![CDATA[Teologi Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[tritunggal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pargodungan.org/?p=1372</guid>
		<description><![CDATA[Ajaran ke-tritunggal-an Allah atau yang sering disebut dengan trinitas sering salah dipahami. Bagi sebagian orang menganggap bahwa Tuhan yang disembah oleh umat Kristen ada tiga, bahkan barangkali umat Kristen sendiri belum memahami hal ini dengan baik. Saya bukan seorang pakar dogmatika. Namun dalam kesempatan ini, saya mencoba menerangkan apa yang saya pahami dan imani terhadap [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ajaran ke-tritunggal-an Allah atau yang sering disebut dengan trinitas sering salah dipahami. Bagi sebagian orang menganggap bahwa Tuhan yang disembah oleh umat Kristen ada tiga, bahkan barangkali umat Kristen sendiri belum memahami hal ini dengan baik. Saya bukan seorang pakar dogmatika. Namun dalam kesempatan ini, saya mencoba menerangkan apa yang saya pahami dan imani terhadap ke-tritunggal-an Allah. Dalam tulisan ini saya akan mencoba memahami ajaran trinitas melalui konfessi HKBP Tahun 1996.<br />
Di dalam konfessi HKBP Tahun 1996, pasal 1 poin B tentang ke-tritunggal-an Allah disebut: “Kita mempercayai dan menyaksikan Allah itu esa dan di dalam penyataanNya yang tritunggal, yaitu Allah Bapa, Allah Anak dan Allah Roh Kudus, yang tidak berawal dan tidak berakhir. Dengan ajaran ini kita menolak ajaran triteisme yang mengatakan Allah orang Kristen itu ada tiga.<br />
Konfessi HKBP Tahun 1996 juga menguraikan pemahaman tentang Allah Bapa, Allah Anak dan Allah Roh Kudus tersebut.<br />
1.	Allah Bapa<br />
Allah Bapa atau disebut juga Allah Khalik diimani sebagai pencipta, pemelihara dan memerintah segala yang kelihatan dan tidak kelihatan. Kekuasaan-Nya mutlak dan keberadaan-Nya dari masa kekal hingga masa kekal (sebelum masa penciptaan hingga masa parousia. Allah Bapa inilah yang telah memilih Abraham (Kejadian 12:1-3) sebagai bapa leluhur bangsa Israel. Melalui Musa, Allah memperkenalkan diri-Nya (Keluaran 3:14). Dalam perjalanan sejarah, Allah berulangkali berfirman dengan pelbagai cara (Ibrani 1:1), bahkan Dia sendiri yang berinisiatif untuk memperkenalkan diri-Nya dalam rupa manusia. Firman telah menjadi daging (Yohanes 1:1). Demikianlah penulis Injil Yohanes memberi kesaksian tentang tindakan Allah. Manusia dengan seluruh keberadaannya tidak dapat mengenal Allah. Penalaran serta pengalaman tidak cukup untuk pengenalan akan pribadi Allah. Penghayatan serta pengenalan akan pribadi Allah hanya dapat diketahui sejauh penyataan Allah. Penyataan Allah hanya ditemukan melalui kesaksian orang-orang percaya di dalam Alkitab. Sifat serta kehendak TUHAN, Allah semesta alam diketahui sejauh bagaimana Dia sendiri dalam keber-ada-an-Nya memperkenalkan diri-Nya menurut kemampuan manusia.<br />
2.	Allah Anak<br />
Menurut kamu, siapakah aku ini? (Lukas 9:20). Demikianlah pertanyaan Yesus Kristus kepada murid-murid-Nya. Petrus dengan tegas menjawab: “Mesias dari Allah”. Menurut anda, siapa Yesus Kristus? Sejak pewartaan kerajaan Allah oleh Yesus Kristus, orang-orang di sekitar Galilea, bertanya-tanya, siapa gerangan yang bernama Yesus Kristus itu. Bahkan hingga saat ini, pertanyaan ini masih terus ditanyakan dan digumuli. Bagi sebagian orang, Yesus Kristus adalah Juru Selamat, Anak Allah Yang Tunggal, bahkan Dia adalah Allah. Bagi sebagian orang, dia adalah seorang pahlawan kecil dari sebuah desa yang mencoba mengangkat harkat dan martabat rakyatnya dari penindasan bangsa Romawi. Bagi sebagian orang dia adalah seorang nabi yang diutus oleh Tuhan. Bagi sebagian orang Dia tidak ada bedanya dengan manusia-manusia lainnya yang mengajar dan mencoba mengarahkan manusia kepada kehidupan spiritual. Bagi anda sendiri, siapakah Dia?<br />
Yesus Kristus adalah firman yang menjadi manusia (Yohanes 1:14). Allah dengan segala keber-ada-an-Nya yang tidak terselami dan tidak terkatakan mengosongkan diri-Nya dan mengambil rupa seorang hamba (Filipi 2:7). Dalam diri Yesus Kristus Allah hadir secara lebih nyata dalam sejarah manusia. Di dalam diri Yesus Kristus, Allah turut mengambil bagian dalam penderitaan manusia. Dia menderita sengsara, mati, bangkit dan naik ke surga untuk membuktikan kesetiaan-Nya serta pengorbanan-Nya bagi penderitaan manusia. Dia adalah persembahan untuk pendamaian antara Allah Bapa dengan manusia. Yesus Kristus berseru ya Abba, ya Bapa” (Markus 14:36) yang menunjuk serta mengajarkan bagaimana kedekatan kepada Allah khalik. Di dalam doa bapa kami, serta pengajaran-Nya tentang meminta bahwa mintalah kepada Bapa di dalam namaKu (Yohanes 16:23b).<br />
3.	Allah Roh Kudus<br />
Roh Kudus adalah cara ber-Ada Allah yang terakhir. Allah Roh Kudus adalah penyataan Allah melalui Roh-Nya. Melalui Roh Kudus manusia dimampukan untuk percaya serta menyatakan kebenaran  tentang Yesus Kristus (Yohanes 15:26). Roh Kudus adalah Roh yang memampukan, memberi semangat, kekuatan, memberi pengeahuan untuk memahami kebenaran, hukum serta dosa (Yohanes 16:8-11).<br />
Rumusan kepercayaan Kristen tentang tritunggal itu di rangkum di dalam pengakuan iman apostolicum (rasuli). Dalam sejarah gereja, dogma Allah Tritunggal telah diuji keabsahannya. Melalui Konsili Athanasianum, hakekat Yesus Kristus sebagai manusia seutuhnya dan Allah seutuhnya dirumuskan. Tentunya persoalan ini tidak dapat dipecahkan oleh logika manusia. Bahkan dalam kesempatan ini, saya tidak sedang berusaha memberikan penjelasan yang rasional tentang hal ini.<br />
Memang doktrin tentang Allah Tritunggal tidak pernah secara eksplisit disebutkan dalam Alkitab. Namun bukan berarti ajaran ini tidak dapat dipertahankan. Beberapa nas dimengerti secara utuh dalam kaitannya dengan nas yang lain serta mempertimbangkan latar belakang konteks dari nas itu, menguatkan ajaran ini. Sebuah petunjuk yang saya tawarkan adalah rumusan doa berkat di dalam Bilangan 6:24-26, TUHAN disebutkan 3 kali. Ini merupakan sebuah petunjuk di mana Allah menyatakan diri melalui tiga cara ber-ada yang berbeda. Hal itu sepadan dengan 2 Korintus 13:13. Melalui Matius 28:19, yang adalah rumusan baptisan, telah terlihat bahwa sejak zaman mula-mula, orang-orang percaya telah memahami 3 cara ber-ada Allah atau 3 cara penyataan Allah.<br />
Apakah persoalan tentang Allah Tritunggal ini sudah terjawab? Tentu tidak. Namun, kiranya iman kita semakin diteguhkan melalui penjelasan singkat terhadap tiga cara Allah untuk menyatakan kasih-Nya. Hakekat Allah tetap satu adanya sebagaimana credo bangsa Israel: “Dengarlah hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa” (Ulangan 6:4). Allah yang esa itulah yang menyatakan diri-Nya melalui tiga cara yang berbeda untuk menyakinkan manusia tentang keberadaan-Nya. Logika manusia tidak akan dapat sepenuhnya memahami hal ini. Penjelasan teologis oleh pakar teologi dogmatika sekali pun tidak akan pernah memuaskan pemikiran manusia yang tidak dinaungi Roh Kudus untuk berkata sebagaimana Rasul Tomas berkata: “Ya TUHAN-ku dan Allah-ku” (Yohanes 20:28). Amin.</p>


<p>Baca juga tulisan ini:<ol><li><a href='http://pargodungan.org/orangtua-adalah-allah-yang-kelihatan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Orangtua adalah Allah yang kelihatan?'>Orangtua adalah Allah yang kelihatan?</a> <small>Kemarin malam, dalam suatu diskusi Penelaahan Alkitab, ada salah seorang...</small></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pargodungan.org/allah-tritunggal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Khotbah Minggu Trinitas 1 – Ini Aku, Utuslah Aku &#8211; Yesaya 6:1-13</title>
		<link>http://pargodungan.org/khotbah-minggu-trinitas-1-%e2%80%93-ini-aku-utuslah-aku-yesaya-61-13/</link>
		<comments>http://pargodungan.org/khotbah-minggu-trinitas-1-%e2%80%93-ini-aku-utuslah-aku-yesaya-61-13/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Jun 2011 02:49:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Leonardo Sinambela</dc:creator>
				<category><![CDATA[Khotbah Minggu Ini]]></category>
		<category><![CDATA[Yesaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pargodungan.org/?p=1368</guid>
		<description><![CDATA[Yesus Kristus telah memenuhi janjinya untuk mengutus Roh Penghibur. Kini misi besar sudah di tangan orang-orang Percaya. Murid-murid yang telah dipenuhi oleh Roh Kudus membagi tugas pemberitaan kabar sukacita. Petrus memulai Pekabaran Injil tidak lama setelah peristiwa turunnya Roh Kudus. Melalui kitab Kisah Para Rasul, kita dapat mengetahui bagaimana proses awal pemberitaan kabar sukacita itu. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Yesus Kristus telah memenuhi janjinya untuk mengutus Roh Penghibur. Kini misi besar sudah di tangan orang-orang Percaya. Murid-murid yang telah dipenuhi oleh Roh Kudus membagi tugas pemberitaan kabar sukacita. Petrus memulai Pekabaran Injil tidak lama setelah peristiwa turunnya Roh Kudus. Melalui kitab Kisah Para Rasul, kita dapat mengetahui bagaimana proses awal pemberitaan kabar sukacita itu. Nah, inilah yang kembali diingatkan kepada kita melalui Yesaya 6:1-13.</p>
<p>“Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?” Tuhan, Alah semesta alam berseru kepada Yesaya pada saat pengutusannya menjadi nabi di tengah-tengah bangsa Israel. Saya mengajak saudara pembaca menempatkan ayat itu kepada diri kita sendiri. Bagaimana ketika firman itu disampaikan Tuhan, Allah semesta alam kepada anda. Apa jawaban dari saudara?</p>
<p>Yesaya mengetahui itu adalah tugas yang berat. Tetapi ketika Serapim menyentuhkan bara ke mulut Yesaya sebagai simbol bahwa dosanya telah diampuni, dia menjawab: “Ini aku, utuslah aku!”. Sebuah jawaban yang cukup indah. Jawaban yang indah, bukan karena kata-kata yang tepat untuk pertanyaan Tuhan, Allah semesta alam, tetapi karena Nabi Yesaya memang sungguh-sungguh melakukan tugas panggilan itu.</p>
<p>Di dalam Yesus Kristus, dosa manusia telah diampuni melalui baptisan dan perjamuan kudus. Saya dan anda tidak layak memberitakan kabar sukacita itu. Tetapi di dalam Yesus Kristus, pengampunan dosa dan anugerah yang diberikan telah melayakkan kita untuk melakukannya.</p>
<p>Bangsa Israel sesungguhnya mengetahui bahwa perbuatan mereka telah menyimpang dari firman TUHAN. TUHAN, Allah semesta alam melalui Nabi Yesaya diutus untuk mengeraskan hati mereka, karena kebebalan mereka. “Sampai berapa lama, ya TUHAN?” demikian Yesaya bertanya kepada TUHAN tentang pengutusannya. Ini adalah suatu kepedihan bagi orang-orang yang tidak mengindahkan firman TUHAN. Bahwa seorang nabi diutus bukan agar bangsa itu berbalik, tetapi agar bangsa itu terhukum. Apakah TUHAN, Allah semesta alam adalah Allah yang kejam? Sesungguhnya tidak demikian. TUHAN, Allah semesta alam, tidak menginginkan kematian orang-orang jahat, tetapi agar mereka berbalik dari segala kesalahannya. Tetapi ketika TUHAN, Allah semesta alam berulangkali menyatakan kasih serta pengampunan-Nya, namun tidak diindahkan, hukuman harus segera dijatuhkan.</p>
<p>TUHAN, Allah semesta alam menjawab pertanyaan Yesaya. “hingga keluar Tunas Yang Kudus!” Itulah Yesus Kristus. Di dalam Yesus Kristus, pengampunan masih dimungkinkan terjadi. Anak Domba Allah yang kudus telah menyerahkan nyawa-Nya bagi tebusan. Kini Dia telah melakukan pekerjaanNya dengan baik. Kita sudah diampuni. Saatnya kita menyatakan kasih-Nya kepada seluruh dunia.</p>
<p>Sungguh misi orang Kristen sebagai ekklesia (orang-orang yang dipanggil dari gelap menuju terang) adalah misi yang berat. Menjadi garam dan terang, diutus ke tengah-tengah serigala. Dalam masa pengutusan sejak hari pentakosta hingga hari ini banyak dari orang-orang yang telah diutus itu tergilas oleh situasi di mana dia diutus. Pemberitaan Firman TUHAN hanya sebagai sampingan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Matius 6:33 telah diputarbalikkan dalam arti bukan Kerajaan Allah dan kebenarannya yang menjadi prioritas, tetapi kebutuhan dan keinginan daging. Mandat pengutusan itu menjadi: Ini Aku, Putuslah Aku&#8221;. </p>
<p>Apakah setiap orang Kristen harus pergi untuk mengkristenkan orang lain? Sesungguhnya tidak demikian. Misi orang Kristen yang sebenarnya bukan untuk mengkristenkan tetapi untuk mewujudkan Kerajaan Allah. Kerajaan Allah bukan berasal dari dunia ini, tetapi sesuatu yang telah dibawa oleh Yesus Kristus dan untuk itulah kita diutus. Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus. Ingat, semuanya didasarkan oleh Roh Kudus. Melalui Turunnya Roh Kudus sesungguhnya orang-orang percaya telah diberi kekuatan untuk melakukan serta mewujudkan Kerajaan Allah itu sendiri. </p>
<p>Ketika manusia tidak lagi menempatkan kebenaran, damai sejahtera dan sukacita sebagai tujuan utama hidupNya, seketika itu jugalah dia telah melanggar perintah pengutusan itu. Justru itulah pergumulan terbesar kita di abad ini. Manusia tidak lagi menempatkan Kebenaran, Damai Sejahtera dan Sukacita sebagai tujuan hidupnya. Manusia sudah berorientasi pada uang, kekuasaan, seks, dan lain sebagainya. Mengapa engkau mengkuatirkan apa yang akan kamu makan dan apa yang akan kamu pakai? (Matius 6:25-34) Semuanya akan ditambahkan (Matius 6:33) ketika Kerajaan Allah itu sendiri telah terwujud.</p>
<p>Kini, &#8220;Siapakah yang mau diutus?&#8221;</p>


<p>Baca juga tulisan ini:<ol><li><a href='http://pargodungan.org/khotbah-memperingati-wafatnya-yesus-kristus-yesus-mati-untuk-anda-lalu-apa-yesaya-5213-5312/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Khotbah Memperingati Wafatnya Yesus Kristus: Yesus Mati untuk Anda, lalu Apa? &#8211; Yesaya 52:13-53:12'>Khotbah Memperingati Wafatnya Yesus Kristus: Yesus Mati untuk Anda, lalu Apa? &#8211; Yesaya 52:13-53:12</a> <small>Mungkin Anda pernah menonton Passion of the Christ. Film ini...</small></li>
<li><a href='http://pargodungan.org/khotbah-minggu-letare-silahkan-makan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Khotbah Minggu Letare: Silahkan Makan &#8211; Johanes 6:55-65'>Khotbah Minggu Letare: Silahkan Makan &#8211; Johanes 6:55-65</a> <small>Makanan pokok setiap suku bangsa berbeda-beda, ada suku yang makanan...</small></li>
<li><a href='http://pargodungan.org/panen-raya-datanglah/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Khotbah Minggu Sexagesima: Panen raya, datanglah! &#8211; Markus: 4:26-29'>Khotbah Minggu Sexagesima: Panen raya, datanglah! &#8211; Markus: 4:26-29</a> <small>Apakah itu akan tumbuh? Demikian pertanyaan yang muncul di dalam...</small></li>
<li><a href='http://pargodungan.org/khotbah-minggu-pentakosta-roh-kudus-naungi-jugalah-kami-pada-saat-ini-%e2%80%93-kisah-para-rasul-21-8/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Khotbah Minggu Pentakosta: Roh Kudus, Naungi jugalah kami pada saat ini! – Kisah Para Rasul 2:1-8'>Khotbah Minggu Pentakosta: Roh Kudus, Naungi jugalah kami pada saat ini! – Kisah Para Rasul 2:1-8</a> <small>Setelah Yesus Kristus naik ke surga, para murid memutuskan untuk...</small></li>
<li><a href='http://pargodungan.org/jangan-cobai-tuhan-allah-mu/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Khotbah Minggu Reminiscere: Jangan cobai Tuhan, Allah-mu &#8211; Matius 12:38-42'>Khotbah Minggu Reminiscere: Jangan cobai Tuhan, Allah-mu &#8211; Matius 12:38-42</a> <small>Masih ingat cerita tentang Iblis yang mencobai Tuhan Yesus tak...</small></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pargodungan.org/khotbah-minggu-trinitas-1-%e2%80%93-ini-aku-utuslah-aku-yesaya-61-13/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Khotbah Minggu Pentakosta: Roh Kudus, Naungi jugalah kami pada saat ini! – Kisah Para Rasul 2:1-8</title>
		<link>http://pargodungan.org/khotbah-minggu-pentakosta-roh-kudus-naungi-jugalah-kami-pada-saat-ini-%e2%80%93-kisah-para-rasul-21-8/</link>
		<comments>http://pargodungan.org/khotbah-minggu-pentakosta-roh-kudus-naungi-jugalah-kami-pada-saat-ini-%e2%80%93-kisah-para-rasul-21-8/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Jun 2011 17:00:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Leonardo Sinambela</dc:creator>
				<category><![CDATA[Khotbah Minggu Ini]]></category>
		<category><![CDATA[Pentakosta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pargodungan.org/?p=1329</guid>
		<description><![CDATA[Setelah Yesus Kristus naik ke surga, para murid memutuskan untuk mencari pengganti Yudas Iskariot. Dalam sebuah pemilihan, terpilihlah Matias. Tibalah masa Pentakosta, para murid masih tinggal di Yerusalem sebagaimana perintah Yesus Kristus. Pagi itu, tidak diduga mereka, Roh Kudus sebagaimana yang telah Yesus Kristus janjikan menaungi mereka. Suatu bunyi seperti tiupan angin keras terdengar. Roh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah Yesus Kristus naik ke surga, para murid memutuskan untuk mencari pengganti Yudas Iskariot. Dalam sebuah pemilihan, terpilihlah Matias. Tibalah masa Pentakosta, para murid masih tinggal di Yerusalem sebagaimana perintah Yesus Kristus. Pagi itu, tidak diduga mereka, Roh Kudus sebagaimana yang telah Yesus Kristus janjikan menaungi mereka. Suatu bunyi seperti tiupan angin keras terdengar. Roh Kudus menaungi mereka bagai lidah api, dan mereka mulai berkata-kata dalam bahasa yang tidak mereka kuasai (bnd. Ayat 9-11). Orang banyak memperhatikan mereka serta keheranan, sebab mereka mendengar para murid itu berbicara dalam bahasa orang mereka.<br />
Roh Kudus telah memampukan mereka berbicara dalam bahasa yang tidak mereka kuasai untuk menyatakan kuasa Allah yang menaungi mereka. Peristiwa ini adalah salah satu jawaban untuk pertanyaan seputar bahasa Roh. Apa itu bahasa Roh? Apakah itu adalah sebuah bahasa yang kata-katanya tidak teratur dan seakan-akan dengan mulut yang komat-kamit tanpa arti? Tidak. Melalui penjelasan nas ini, saya memahami bahwa bahasa Roh itu adalah kemampuan berkata-kata menurut bahasa asing yang sama sekali tidak pernah dipahami atau dipelajari, yang dengannya orang lain mengerti apa yang dikatakan oleh seseorang itu. Namun, banyak yang mengklaim telah berbahasa Roh, berkata-kata dengan bahasa asing, padahal dia berkata-kata secara tidak teratur dan orang lain tidak mengerti apa yang dia katakan. Berhati-hatilah terhadap penyesat akan penjelasan teologis dari bahasa Roh. Coba renungkan pasal 2:1-13 ini dengan baik-baik.</p>
<p>Melalui peristiwa turunnya Roh Kudus kita dapat memahami bahwa:</p>
<ol>
<li>Yesus Kristus tetap setia pada janji-Nya. Ketika Yesus Kristus berbicara tentang perpisahanNya, Dia menjanjikan kepada para murid untuk memberikan Roh Kebenaran sekaligus Penghibur.</li>
<li>Roh Kudus adalah wujud Nyata kasih Allah, penyertaanNya kepada seluruh ciptaan, yang memberikan kekuatan, semangat serta penghiburan kepada setiap orang yang percaya untuk menjadi saksinya hingga ke ujung bumi.</li>
<li>Roh Kudus adalah Roh yang memberikan pengertian tentang dan kesaksian tentang perbuatan Allah yang dahsyat. Roh yang meneguhkan iman percaya serta memampukan orang untuk percaya kepada Allah.</li>
<li>Dengan demikian, setiap orang hendaknya memohon kepada Allah di dalam Yesus Kristus untuk dicurahkan Roh Kudus, agar ketika lemah akan dikuatkan, putus asa diberi harapan, patah hati diberi semangat, takut diberi keberanian untuk bersaksi.</li>
</ol>
<p>Dengan demikian setiap orang dapat tetap percaya, bahwa Yesus Kristus adalah Allah yang tetap setia terhadap janjiNya. Roh Kudus telah diberikan kepada setiap orang, untuk memahami kebenaran Allah. Yesus Kristus juga tetap sama hingga sekarang, dia memberikan Roh Kudus untuk menghibur, menguatkan, memberi semangat, memberi keberanian kepada setiap orang untuk menjadi saksiNya bagi seluruh dunia. Bersaksilah, katakanlah tentang kebenaran, sebab Yesus Kristus telah memberi kemampuan untuk melakukannya. Selamat Hari Raya Pentakosta.</p>


<p>Baca juga tulisan ini:<ol><li><a href='http://pargodungan.org/kisah-para-rasul-429-berita-terpanas-yang-membakar-para-penginjil-kristen/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kisah para Rasul 4:29 &#8211; Berita Terpanas! Yang &#8216;Membakar&#8217; para Penginjil Kristen'>Kisah para Rasul 4:29 &#8211; Berita Terpanas! Yang &#8216;Membakar&#8217; para Penginjil Kristen</a> <small>Dan sekarang, ya Tuhan, lihatlah bagaimana mereka mengancam kami dan...</small></li>
<li><a href='http://pargodungan.org/khotbah-minggu-trinitas-1-%e2%80%93-ini-aku-utuslah-aku-yesaya-61-13/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Khotbah Minggu Trinitas 1 – Ini Aku, Utuslah Aku &#8211; Yesaya 6:1-13'>Khotbah Minggu Trinitas 1 – Ini Aku, Utuslah Aku &#8211; Yesaya 6:1-13</a> <small>Yesus Kristus telah memenuhi janjinya untuk mengutus Roh Penghibur. Kini...</small></li>
<li><a href='http://pargodungan.org/panen-raya-datanglah/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Khotbah Minggu Sexagesima: Panen raya, datanglah! &#8211; Markus: 4:26-29'>Khotbah Minggu Sexagesima: Panen raya, datanglah! &#8211; Markus: 4:26-29</a> <small>Apakah itu akan tumbuh? Demikian pertanyaan yang muncul di dalam...</small></li>
<li><a href='http://pargodungan.org/khotbah-minggu-peringatan-kenaikan-yesus-kristus-berjalan-dalam-terang-yohanes-1232-35/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Khotbah Minggu Peringatan Kenaikan Yesus Kristus: Berjalan dalam Terang &#8211; Yohanes 12:32-35'>Khotbah Minggu Peringatan Kenaikan Yesus Kristus: Berjalan dalam Terang &#8211; Yohanes 12:32-35</a> <small>Kata Yesus kepada mereka: &#8220;Hanya sedikit waktu lagi terang ada...</small></li>
<li><a href='http://pargodungan.org/khotbah-minggu-ii-setelah-epiphanias-orang-percaya-bersatu-mungkinkah/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Khotbah Minggu II Setelah Epiphanias &#8211; Orang Percaya Bersatu, Mungkinkah? Yohannes 17:20-23'>Khotbah Minggu II Setelah Epiphanias &#8211; Orang Percaya Bersatu, Mungkinkah? Yohannes 17:20-23</a> <small>Jika diibaratkan, Gereja dapat dikatakan sebagai sasana tinju. Di dalam...</small></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pargodungan.org/khotbah-minggu-pentakosta-roh-kudus-naungi-jugalah-kami-pada-saat-ini-%e2%80%93-kisah-para-rasul-21-8/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Umpama Batak</title>
		<link>http://pargodungan.org/umpama-batak/</link>
		<comments>http://pargodungan.org/umpama-batak/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 May 2011 03:48:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Leonardo Sinambela</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kehidupan Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[umpama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pargodungan.org/?p=1196</guid>
		<description><![CDATA[Umpama adalah seni berkomunikasi Suku Batak. Di bawah ini ada beberapa umpama yang dapat digunakan untuk memberi semangat dan nasihat. Sapala na mardalani, unang olat ni sigalangan. Sapala naung ditobus Debata, bah… unang ma diparalangalangan. Alai gabe siulahon hata i ma hamu unang holan panaginangi asa tutu hamu siihutton Kristus i. Tubu simarlasuna, di dolok [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Umpama adalah seni berkomunikasi Suku Batak. Di bawah ini ada beberapa umpama yang dapat digunakan untuk memberi semangat dan nasihat.</p>
<ol>
<li><em>Sapala na mardalani, unang olat ni sigalangan. Sapala naung ditobus Debata, bah… unang ma diparalangalangan</em>. Alai gabe siulahon hata i ma hamu unang holan panaginangi asa tutu hamu siihutton Kristus i.</li>
<li><em>Tubu simarlasuna, di dolok ni sibuluon. Sude antong na ni ulamuna tung dipasupasu Tuhan</em>. Unang ma mabiar hamu molo tapangido manang aha marguru tu lomo ni rohana, tangihononna do hita jala dilehon tu hita angka na tapangido i saluhutna jala tongtong do hita dipasupasu Tuhan.</li>
<li><em>Lubuk ni lobutua, di bahen halak panjalaan. Sahat mahita saurmatua ai nungga malua hita sian angka parmaraan</em>. Ai naung holom hian do hita alai tiur do anggo nuaeng dibagasan Tuhan i, marparange ma hita songon anak hatiuron.</li>
<li><em>Bagot na mandungdung ma tu pilopilo na marajar, sai salpu ma angka lungun, sai roma angka najagar</em>. Alai lumobi sian i dope, ai itahalshon do nang angka haporsuhon, ala taboto, dihorhon haporsuhon i do habengeton ni roha, jala dihorhon habengeton ni roha i do hatauon, jala hatauon i do mangkorhon pangkirimon.</li>
<li><em>Balintang ma pagabe, tumundalhonon si tadaon. Arinta ma gebe, molo masipaoloan</em>. Mangasahon Goar ni Tuhanta Jesus Kristus, asa sahata hamu saluhutna, unang ma adong parbolatan di hamu. Hot ma hamu binahen ni sada ni roha dohot sada ni pingkiran.</li>
<li><em>Ampapaga dolok, tu ampapaga ni Humbang. Bah&#8230; hita do marsogot, laos hita do nang haduan</em>. Alai patut do hita na margogo i manganju hagaleon ni angka na hurang gogo, jala unang ma tahasiani dirinta. Ganup ma hita mambahen halomoan ni dongan, laho padengganhon jala pauliulihhon.</li>
<li><em>Sambil na tartondong, dapotsa papaluan. Asa denggan mardongan, unang masipamaluan</em>. Ale angka dongan, molo tung tarsomong jolma mardosa, hamu angka naung taruli di tondi ma patureturehon ibana marhitehite tondi na lambok; alai matahon dirim, sotung dohot ho tarajumi. Marsiurupan ma hamu mamarsan angka na dokdok i, ima dalan mangaradoti patik ni Kristus.</li>
<li><em>Tombak sulusulu parasaran ni haluang, jolma naporsea do hita so mohop mida uang</em>. Ai tarsurat do: urat ni nasa hajahaton do roha na holongan di hepeng, i do disangkapi na deba umbahen na lilu sian haporseaon i, gabe di aithon do godang na bernit tu dirina.</li>
<li><em>Sibigo ambaroba rara hulinghuling na, gabe uli do parrupa na roa, asal ma sai lambok pangkulingna</em>. Angkup ni i, ale angka dongan, pingkiri hamu ma nasa parange na sintong, na daulat, na tigor, na bontor, na uli, nadenggan begeon ro di sude na targoar haburjuon na tau pujipujian.</li>
<li><em>Bona ni aek puli di dolok ni sitopongan, sai tubu ma di hamu angka na uli, lam martamba nang sinadongan</em>. On do dipangido Debata, naeng ma lam sumurung holong ni rohamuna, marurat di parbinotoan dohot di nasa panimbangon partondion, laho manangkasi na rumingkoti i, asa polin hamu, so partuktuhan, sahat ro di ari ni Kristus.</li>
</ol>


<p>Baca juga tulisan ini:<ol><li><a href='http://pargodungan.org/pardonganon-mission-batak-%e2%80%9cpmb%e2%80%9d-sebuah-model-semangat-penginjilan-di-tanah-batak/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Pardonganon Mission Batak “PMB” (Sebuah Model Semangat Penginjilan di Tanah Batak)'>Pardonganon Mission Batak “PMB” (Sebuah Model Semangat Penginjilan di Tanah Batak)</a> <small>Pekerjaan penginjilan di daerah Tapanuli oleh RMG diawali sejak 07...</small></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pargodungan.org/umpama-batak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Yunus: Panggilan dan Pelayanannya</title>
		<link>http://pargodungan.org/yunus-panggilan-dan-pelayanannya/</link>
		<comments>http://pargodungan.org/yunus-panggilan-dan-pelayanannya/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 May 2011 11:48:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Leonardo Sinambela</dc:creator>
				<category><![CDATA[Resensi Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[Niniwe]]></category>
		<category><![CDATA[Yunus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pargodungan.org/?p=1193</guid>
		<description><![CDATA[Firman TUHAN datang kepada Yunus bin Amitai: “Bangunlah, Pergilah ke Niniwe, kota yang besar itu, berserulah terhadap mereka, karena kejahatannya telah sampai kepada-Ku” (1:2). Demikianlah pemanggilan TUHAN kepada Yunus. Namun apa yang terjadi, Yunus menolak. Yunus justru bergegas untuk pergi ke kota Tarsis, sebuah daerah di Spanyol. Lalu ia pun pergi ke Yafo (Yope: sebuah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Firman TUHAN datang kepada Yunus bin Amitai: “Bangunlah, Pergilah ke Niniwe, kota yang besar itu, berserulah terhadap mereka, karena kejahatannya telah sampai kepada-Ku” (1:2). Demikianlah pemanggilan TUHAN kepada Yunus. Namun apa yang terjadi, Yunus menolak. Yunus justru bergegas untuk pergi ke kota Tarsis, sebuah daerah di Spanyol. Lalu ia pun pergi ke Yafo (Yope: sebuah kota di Palestina), sebuah kota pelabuhan. Ia berencana pergi ke Tarsis dengan menumpang kapal.<br />
Dalam perjalanan menuju kota Tarsis, TUHAN mendatangkan angin ribut, sehingga badai besar terjadi. Kapal yang ditumpangi Yunus hampir terpukul hancur oleh badai. Para penumpang kapal panik. Segala muatan kapal dibuang ke laut untuk meringankan beban kapal.</p>
<p>Pada saat itu Yunus sedang tidur. Nahkoda kapal sungguh kesal melihat Yunus. Nahkoda kapal membangunkan Yunus seraya berkata: “Bagaimana mungkin engkau tidur begitu nyenyak? Bangunlah, beserulah kepada Allahmu, barangkali Allah itu akan mengindakan kita, sehingga kita tidak binasa” (1:6).</p>
<p>Dalam kepanikan itu, para penumpang kapal membuang undi untuk mengetahui siapakah yang telah menyebabkan malapetaka itu kepada mereka. Kebenaran akhirya terungkap. Yunuslah yang kena undi. Akhirnya Yunus memberitahu memberitahu siapa dirinya. Yunus berseru:  “Aku seorang Ibrani, aku takut akan TUHAN” (1:9). Lihat, Yunus telah berbohong kepada seluruh penumpang kapal. Yunus berkata bahwa ia adalah seorang yang takut akan TUHAN. Jika dia takut akan TUHAN, mengapa ia tidak mengindahkan perintah-Nya dan melarikan diri?</p>
<p>Penumpang kapal bertanya kepada Yunus apa yang harus dilakukan agar angin ribut redah. Yunus akhirnya sadar bahwa TUHAN tahu dirinya telah berusaha melarikan diri dari hadapan Allah dan tidak bersedia melaksanakan perintah-Nya. Yunus berseru: “campakkanlah aku ke dalam laut” (1:12). Dengan berat hati akhirnya penumpang kapal itu pun membuang Yunus ke laut. Seketika itu angin ribut redah. Penumpang kapal itu sungguh ketakutan, karena angin itu sungguh-sungguh redah ketika Yunus telah dibuang ke laut. Lalu mereka mengucap syukur dan mempersembahkan korban sembelihan kepada TUHAN.<br />
Ketika Yunus dicampakkan ke laut, seekor ikan besar menelan dirinya, namun dia tidak mati. Yunus pun berdoa kepada TUHAN di dalam perut ikan. Segala pujian Yunus ucapkan di dalam perut ikan. Setelah tiga hari tiga malam, firman TUHAN datang kepada ikan itu agar memuntahkan Yunus ke darat.</p>
<p>Firman TUHAN untuk kedua kalinya datang kepada Yunus agar ia pergi ke kota Niniwe. Niniwe adalah sebuah kota yang besar. Dibutuhkan tiga hari perjalanan luasnya. Setelah tiba di kota Niniwe, Yunus memberitakan firman TUHAN. Yunus berseru: “Empat puluh hari lagi, maka Niniwe akan ditunggangbalikkan” (2:4). Penghuni kota itu percaya kepada TUHAN. Lalu mereka mengumumkan puasa serta mengenakan kain kabung. Hal itu dilakukan baik anak-anak dan orang dewasa. Berita yang disampaikan oleh Yunus akhirnya sampai ke raja. Raja turun dari singgasananya dan mengenakan kain kabung serta duduk di abu. Ini adalah sebuah sikap untuk menunjukkan rasa penyesalan terhadap dosa dan kesediaan bertobat. Lalu raja mengumumkan agar seluruh rakyatnya serta ternak tidak boleh makan dan minum. Raja juga memerintahakan agar seluruh rakyatnya mengenaka kain kabung serta berseru dengan keras kepada TUHAN denga harapan TUHAN akan membatalkan penghukuman itu. Melihat kesungguhan seluruh rakyat berserta raja tersebut akhirya TUHAN tidak jadi menghukum mereka. Namun Yunus bukannya merasa senang, justru marah, sebab TUHAN tidak jadi menghukum kota itu. Lalu Yunus pergi ke sebelah timur kota itu. Yunus mendirikan sebuah pondok dan duduk di sana sambil menanti apa yang akan terjadi kepada kota itu.</p>
<p>TUHAN menumbuhkan sebuah pohon jarak untuk menaungi Yunus agar ia terhibur dari kekesalan hatinya. Yunus sangat bersukacita karena hal itu. Keesokan harinya, atas perintah TUHAN seekor ulat datang untuk memakan daun pohon tersebut. Akhirnya pohon itu layu. Lalu atas perintah TUHAN datanglah angin timur yang panas serta panas terik. Kepala Yunus sakit karena hal itu. Lalu Yunus bersungut-sungut kepada TUHAN. Yunus berseru: “Lebih baiklah aku mati daripada hidur” (4:8). Lalu TUHAN berseru kepada Yunus: “Layakkah engkau marah karena pohon jarak itu?” Yunus menjawab: “Selayaknyalah aku marah sampai mati”. Lalu TUHAN menjelaskan mengapa TUHAN tidak jadi menghukum Niniwe. TUHAN mengatakan bahwa : “Bagaimana tidak Aku akan sayang kepada Niniwe, kota yang besar itu, yang berpenduduk lebih dari seratus dua puluh ribu orang, yang semuanya tak tahu membedakan tangan kanan dari tangan kiri, dengan ternaknya yang banyak? (4:11)”</p>
<p>Nabi Yunus mendapat perintah agar memberitakan berita penghukuman kepada Niniwe. Kejahatan kota Niniwe telah sampai kepada TUHAN. Mengapa Niniwe melakukan kejahatan? Sesugguhnya mereka tidak tahu apa yang mereka lakukan itu bertentangan dengan firman TUHAN. Itulah yang dijelaskan TUHAN kepada Yunus pada akhir kitab Yunus. Penduduk kota Niniwe sesungguhnya orang-orang yang takut akan TUHAN. Hal itu dapat dilihat bagaimana antusias mereka ketika mengetahui bahwa mereka telah melakukan kejahatan dan akan segera mendapat hukuman. Seluruh rakyat beserta dengan rajanya bertobat dan melakukan puasa serta mengenakan pakaian kabung. Bahkan hal yang lebih mencengangkan adalah ternak juga ikut dalam tindakan pertobatan itu. Adakah peristiwa yang demikian akan terjadi lagi?</p>
<p>Manusia telah mendengarkan firman TUHAN, mendapat pengajaran tentang apa yang berkenan dan tidak berkenan kepada TUHAN . Namun pelanggaran demi pelanggaran selalu terjadi. Kejahatan merajalela. Akankah perkataan nabi Yunus dapat menyadarkan manusia pada masa kini, jika ia berseru bahwa 40 hari lagi kota kita akan mendapat hukuman dari TUHAN?</p>
<p>Panggilan untuk menyampaikan penghukuman kepada orang lain sesungguhnya sangat sulit, apalagi jika itu berkaitan dengan penghukuman dari TUHAN. Sebuah fenomena yang tidak asing lagi terlihat di zaman kita. Para pengkhotbah sudah lebih suka mengkhotbahkan hal kesuksesan dan berkat dari TUHAN tanpa mengingatkan jemaat akan penghukuman TUHAN. Semua itu dilakukan demi uang. Sebab para pengkhotbah takut, jika mengkhotbahkan tentang penghukuman karena kejahatan yang dilakukan jemaat, maka mereka tidak mendapat uang lagi. Tidak jarang pengkhotbah mendoakan seseorang agar pekerjaan seseorang selalu diberkati oleh TUHAN, sementara dia adalah seorang koruptor dan melakukan berbagai kejahatan lainnya. Sungguh ini zaman edan.</p>


<p>Baca juga tulisan ini:<ol><li><a href='http://pargodungan.org/amos-panggilan-dan-pelayanannya/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Amos: Panggilan dan Pelayanannya'>Amos: Panggilan dan Pelayanannya</a> <small>Panggilan dan pelayanan adalah dua hal yang sangat berkaitan erat....</small></li>
<li><a href='http://pargodungan.org/jangan-cobai-tuhan-allah-mu/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Khotbah Minggu Reminiscere: Jangan cobai Tuhan, Allah-mu &#8211; Matius 12:38-42'>Khotbah Minggu Reminiscere: Jangan cobai Tuhan, Allah-mu &#8211; Matius 12:38-42</a> <small>Masih ingat cerita tentang Iblis yang mencobai Tuhan Yesus tak...</small></li>
<li><a href='http://pargodungan.org/hidup-dalam-kepercayaan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Hidup dalam Kepercayaan'>Hidup dalam Kepercayaan</a> <small>Mungkin saudara pernah membaca komik yang ditulis Akira Toriyama yang...</small></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pargodungan.org/yunus-panggilan-dan-pelayanannya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

