<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>pargodungan.org &#187; Melati Butarbutar</title>
	<atom:link href="http://pargodungan.org/author/melati-butarbutar/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pargodungan.org</link>
	<description>Situs referensi pelayanan dan kehidupan Kristen.</description>
	<lastBuildDate>Sat, 04 Feb 2012 15:49:40 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.5</generator>
		<item>
		<title>Pilihlah yang Terbaik bagi Anda</title>
		<link>http://pargodungan.org/pilihlah-yang-terbaik-bagi-anda/</link>
		<comments>http://pargodungan.org/pilihlah-yang-terbaik-bagi-anda/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Feb 2011 06:24:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Melati Butarbutar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tafsiran Alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[Lukas]]></category>
		<category><![CDATA[Maria]]></category>
		<category><![CDATA[Marta]]></category>
		<category><![CDATA[Minggu Estomihi]]></category>
		<category><![CDATA[Yesus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pargodungan.org/?p=986</guid>
		<description><![CDATA[Sermon Minggu Estomihi ( Lukas 10:38-42 ) Pillitma Tohap Na Uli i Pengantar Pada minggu Estomihi tanggal 6 Maret 2011 almanak mengarahkan kita menggumuli tema &#8216;Pillitma tohap na uli i&#8217; atau dalam bahasa Indonesia &#8216;Pilihlah bagian yang terbaik&#8217;. Tema ini sangat relevan dengan situasi sekarang, mengingat bahwa masyarakat menghadapi berbagai macam &#8216;pilihan&#8217;. Lihat saja misalkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sermon Minggu Estomihi<br />
( Lukas 10:38-42 )<br />
Pillitma Tohap Na Uli i</p>
<p>Pengantar</p>
<p>Pada minggu Estomihi tanggal 6 Maret 2011 almanak mengarahkan kita  menggumuli tema &#8216;Pillitma tohap na uli i&#8217; atau dalam bahasa Indonesia &#8216;Pilihlah bagian yang terbaik&#8217;. Tema ini sangat relevan dengan situasi sekarang, mengingat bahwa masyarakat menghadapi berbagai macam &#8216;pilihan&#8217;. Lihat saja misalkan tayangan iklan di televisi. Para pengiklan menjejali masyarakat dengan berbagai macam produk dan jasa. Masyarakat tinggal memilih mana yang menarik perhatian dan yang menguntungkan baginya. Persoalannya, bagaimanakah cara mereka memilih sesuatu bagi dirinya? Juga masyarakat sibuk dengan berbagai macam urusan. Tetapi bagaimanakah kesibukan mereka bersama Tuhan, apakah tetap ada? Melalui teks dan tema minggu ini kita sedikit banyak terpandu untuk menggumuli persoalan tersebut. </p>
<p>Ayat 38: Yesus dan murid-muridNya tiba di satu kampung. Marta menerima mereka dirumahnya.</p>
<p>Lukas mengawali kisahnya dengan menceritakan kedatangan rombongan Yesus dan murid-muridNya ke suatu kampung. Ia tidak menyebutkan nama kampungnya selain menyebutkan bahwa rombongan itu singgah di rumah Marta dan Maria. Tetapi dari Yohanes 11:1, kita tahu bahwa alamat Marta dan Maria berada di Betania. Penduduk Betania tentu sangat mengenal dan akrab dengan pelayanan Yesus mengingat Ia pernah membangkitkan Lazarus di Betania. Kelihatan bahwa Marta adalah salah satu orang terpandang di kampung itu. Mungkin ia cukup kaya sehingga mampu menerima kehadiran Yesus dan menjamu rombongannya.</p>
<p>Ayat 39: Marta punya saudara bernama Maria. Duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataannya.</p>
<p>Dalam ayat ini Lukas memberikan sorotan khusus pada Maria yang duduk di kaki Yesus dan tekun mendengar Yesus. Duduk di dekat kaki menandakan bahwa sang murid siap mendengar dan mengikuti arahan Gurunya. Fokusnya adalah kesiapan hati Maria dan kesediaannya untuk memberikan perhatian penuh atas kehadiran Yesus. </p>
<p>Ayat 40: Sedang Marta sibuk melayani. Marta pun mendekati Yesus, meminta agar Ia menyuruh Maria membantunya.</p>
<p>Marta yang melihat Maria hanya duduk di samping Yesus, merasa kesal. Ia pun meminta agar Yesus segera menyuruh Maria membantunya. Tidak jelas mengapa Marta justru tidak meminta bantuan langsung dari Maria. Tapi bisa kita duga bahwa Marta ingin sedikit menarik perhatian Yesus pada apa yang ia lakukan.</p>
<p>Ayat  41. Tuhan menjawab Marta dan mengatakan pada Marta, engkau kuatir dan menyibukkan diri dengan banyak perkara.</p>
<p>Yesus memang menaruh perhatian pada apa yang Marta lakukan. Tapi Yesus menunjukkan perhatiannya dengan kritikan.<br />
Maria sibuk melayani agar Tuhan dan rombongannya &#8216;senang&#8221;. Akan tetapi sesungguhnya yang membuat Tuhan senang adalah jika seandainya Marta ikut duduk bersama Maria mendengarkanNya.</p>
<p>Marta melakukan yang baik, tetapi Maria melakukan yang terbaik. Saat berada dekat Yesus, kita harus menaruh perhatian kepadaNya. Bukan sibuk dengan urusan/kegiatan lain. Saat berada dekat Yesus, kita seharusnya mengabaikan segala kekuatiran. Mengapa? Sebab Yesus bisa menjadi sandaran kita (bnd. makna Estomihi-Maz 31:3b).</p>
<p>Ayat 42. Tapi hanya satu yang perlu: Maria memilihnya, yang tidak akan diambil darinya.</p>
<p>Ayat ini berfokus pada kelebihan &#8216;pilihan&#8217; Maria. Menurut Yesus, pilihan Maria adalah yang terbaik. Jadi Marta atau siapapun tidak boleh mengganggu pilihannya itu. Demikian juga, pilihan Anda untuk tetap bersama Tuhan adalah yang terbaik. Dan tidak akan ada yang dapat mengambilnya dari Anda. Pencuri tidak bisa mengambilnya. Rasa sakit, tantangan, cobaan, atau pun godaan, tidak akan bisa merampas hubungan spiritual kita dengan Tuhan.</p>
<p>Penutup (Pokok Renungan)</p>
<p>1. Dasar Pelayanan<br />
Yesus kelihatannya sedikit menjungkirbalikkan konsep yang biasa dipegang saat melayani Tuhan. Mungkin ada yang menyibukkan diri dalam pelayanan agar dapat menarik perhatian/perkenanan Tuhan (seperti Marta). Ada pula yang justru sibuk melayani karena kuatir atas berbagai persoalan. Gereja memang melayani untuk tujuan itu. Itu semua baik. Tapi tidak baik jika mengabaikan Tuhan, dan mengabaikan kehadiranNya dalam hidup dan pelayanan. Alih-alih mengadukan masalah pada Tuhan, kita justru mencoba sibuk mengatasinya sendiri. Dari pada melihatNya, kita justru menaruh Yesus di sudut-sudut saja tanpa memperhatikanNya. Itu tidak baik. Yang terbaik adalah jika kita tetap menempatkan Yesus sebagai penggerak hidup kita. Yang terbaik adalah jika kita tetap setia mendengarkanNya.</p>
<p>2. Pilih Prioritas<br />
Kita jadi ingat, begitu banyak daftar program pelayanan yang kita lakukan sepanjang tahun. Hal itu membuat kita sibuk. Dalam kehidupan sehari-hari hal itu pun berlaku. Kita sibuk dalam berbagai urusan.  Tapi yang terpenting bukan itu semua. Yang terpenting adalah menaruh prioritas pada Tuhan. </p>
<p>3. Berhenti Kuatir<br />
Teks ini berkenaan juga dengan Sabat. Jika Yesus sekarang berada di rumah Anda, tidak mungkin Anda menyibukkan diri dengan pekerjaan Anda. Ketika Allah sudah menetapkan satu hari penuh untuk berhenti &#8216;dari segala kekuatiran dan pekerjaan&#8217;, kita harus berhenti. Pada hari Minggu (hub. Sabat) seharusnya kita memang berhenti dan memperhatikan Tuhan. Itulah yang menyenangkan hati Tuhan. Berhenti bekerja pada hari Sabat dapat berarti berhenti sejenak dari kekuatiran dan menyerahkannya pada Tuhan.</p>
<p>4. Cara memilih yang terbaik<br />
Yang terbaik yang bisa Anda pilih adalah kebersamaan dengan Tuhan. Pelayanan/pekerjaan mempunyai batasan waktu. Tapi bersama Tuhan tidak ada batasan. Pilih itu.</p>


<p>Baca juga tulisan ini:<ol><li><a href='http://pargodungan.org/untuk-anda-yang-sedang-sibuk-baca-ini-dulu/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Untuk Anda yang sedang sibuk, baca ini dulu.'>Untuk Anda yang sedang sibuk, baca ini dulu.</a> <small>Anda sedang sibuk? Bagaimana cara Anda melakukan pekerjaan Anda? Bacalah...</small></li>
<li><a href='http://pargodungan.org/khotbah-minggu-palmarum-pegangan-anda-untuk-melayani-tuhan-matius-266-13/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Khotbah Minggu Palmarum: Pegangan Anda untuk Melayani Tuhan &#8211; Matius 26:6-13'>Khotbah Minggu Palmarum: Pegangan Anda untuk Melayani Tuhan &#8211; Matius 26:6-13</a> <small>&#8220;Mengapa kamu menyusahkan perempuan ini? Sebab ia telah melakukan suatu...</small></li>
<li><a href='http://pargodungan.org/menjadi-teladan-bagi-orang-lain/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Menjadi Teladan bagi Orang Lain'>Menjadi Teladan bagi Orang Lain</a> <small>Filipi 3:17-21 &#8211; Menjadi Teladan bagi Orang Lain Khotbah Minggu...</small></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pargodungan.org/pilihlah-yang-terbaik-bagi-anda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Allah yang Memampukan</title>
		<link>http://pargodungan.org/bahan-sermon-minggu-hkbp-allah-yang-memampukan-menolong-kita/</link>
		<comments>http://pargodungan.org/bahan-sermon-minggu-hkbp-allah-yang-memampukan-menolong-kita/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Oct 2009 08:13:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Melati Butarbutar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tafsiran Alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[Allah yang Memampukan]]></category>
		<category><![CDATA[setelah Trinitatis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pargodungan.org/?p=550</guid>
		<description><![CDATA[Sermon - Tafsiran teks untuk Minggu XIX Dung Trinitatis tanggal 18 Oktober 2009 bertemakan "Allah yang memampukan". Didasarkan atas teks Ev. 2 Musa 4: 10-17 - Ep. 2 Timoteus 4:1-5]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-large wp-image-556" title="allah-menguatkan-meneguhkan-memilih-musa" src="http://pargodungan.org/wp-content/uploads/2009/10/allah-menguatkan-meneguhkan-memilih-musa1-300x225.jpg" alt="allah-menguatkan-meneguhkan-memilih-musa" width="300" height="225" /></p>
<h3>Bahan Sermon Minggu XIX Dung Trinitatis, (Ev. 2 Musa 4: 10-17 &#8211; Ep. 2 Timoteus 4:1-5)</h3>
<p><strong>Patujolo</strong></p>
<p>Buku Musa paduahon on di gurithon si Musa hira taon 1300 SM. Tema ni Keluaran ima angka na masa andorang dohot di tingki haboborhat ni Israel sian Misir. Garis besar ni bindu 3-4 ima manggombarhon panjouon ni si Musa dohot tugasna, huhut papatarhon tu ibana jaminan ni Debata na ingkon berhasil do imana mangulahon parenta ni Debata. Di turpuk on (2 Musa 3:10-17), secara khusus do dibaritahon taringot tu  “kehadiran” dohot huaso ni Debata. Dung salpu barita di turpuk on, di goari si Musa do inganan i gabe “gunung ni Debata”.</p>
<p><strong>Hatorangan ni Turpuk</strong></p>
<ol>
<li>Di ayat 10, tarida do sada contoh songon dia hita jolma olo mengalami keraguan ditingki na naeng mangulahon ulaonta. Di kasus ni si Musa, tubu do sungkunsungkun. Boasa si Musa, na dididik di istana Mesir mengalami keraguan songon on? Tontu, dapotna do (di istana) pendidikan na memadai dibandinghon dongan sabangsona. Sian i, dang na haserepon ni roha na dipatuduhon si Musa dihatihai, alai patuduhon keraguan ni imana do marningot kekurangmampuan ni ibana ‘berdiplomasi’.</li>
<li>Diantusi TUHAN do panghilalaan ni si Musa marhite na manungkun ibana, “Ise do mambahen pamangan&#8230; d.u.?” Sungkunsungkun on ndang apala di alusi si Musa ala berbentuk pertanyaan retoris. Nunga ditanda si Musa huaso ni Debata marhite “api na marnalanala di tongatonga ni ramba” (2 Musa 3:2). Jala nunga tangkas dipatandahon Debata diriNa tu si Musa, “Ahu nuaeng Ahu sogot” (2 Musa 3:14). Sada na dipangido sian si Musa, ima mangakuhon huaso ni Debata: “Ibana do na mambahen parmangan, mambahen na ngungu manang na nengel, manang na marnida manang na mapitung”.</li>
<li>Sada hal na menarik, adong do tuntutan ni Tuhan marhite na mandok “hudongani pe pamanganmi, hupodahon pe tu ho sidohononmu” (ayat 12). Ndang di dok TUHAN songon naung tatangkasi di ginjang, “Jolma na pistar do ho, nunga dapotmu pendidikan na timbo”. Ima na patuduhon, ndang alani parsiajaran manang pendidikan sambing dasar ni pangulaonta. Alai, dituntut do hita asa totop manghilalahon hagogon dohot kemahabisaan (omnipotent) ni Debata, huhut manghilalahon pangiringi dohot pangajarion ni Debata. Ima sada prasyarat molo naeng mangulahon hata ni Debata.</li>
<li>Tutu do kelemahan ni ateate ni jolma. Nang pe naung adong ‘jaminan’ na dilehon tu hita asa boi mulaulaon, jotjot do i songon na hurang. Ido na tarida sian “bantahan” ni si Musa di ayat 13 di turpuk i. On ma mungkin gabe alasan na boi tarjalo roha, boasa ingkon ‘muruk’ Debata tu si Musa (ayat 14a). Alai nang pe songon i, tong do mulak roha ni Debata. Dibahen Debata do dua tanda jaminan na boi idaon dohot pangkeon ni si Musa asa margogo mangulahon hata ni Debata:
<ol type="i">
<li>Diangkat Debata do si Harun gabe ‘jurubicara’ ni si Musa (ayat 14b-16). Alai na tangkas, ndang boi si Harun mandok asing na ni dok ni si Musa na jinalona sian TUHAN. Sian i, tarida do na diharingkothon Debata patuduhon tandana marhite sada oknum. Di tonga ni hurianta, Tondi Porbadia ma oknum na mangajari hita saluhut jala paingothon hita tu sude nanidok ni Jesus Kristus. Jala Tondi i ndang manghatai sian dirina sandiri, alai holan paboahon sude na binegeNa  (Joh 14:26; 16:13). Tondi Porbadia i ma na menghibur jala manggogoihon hita asa boi mangula ulaonta. Suang songon i, boi do ditafsirhon keberadaan ni si Harun gabe tanda na dipaloas Tuhan do hita asa boi bekerja sama rap dohot dongan laho mangulahon hata ni Debata.</li>
<li>Dilehon do sada tungkot tu si Musa laho patuduhon angka tanda (ayat 17). Di tingkinta nuaeng on, gareja do gabe tungkot di hita. Gareja do tanda na patuduhon hapapatar ni Harajaon ni Debata di portibi on. Jala sian Gareja i ma hita huhut pahembanghon tanda hapapatar ni Harajaon i. Gareja ndang holan papunguhon angka dongan na saroha, alai Gareja tong do paserakhon angka i, jala manggogoihon pahembanghon harajaon ni Debata. Ima na dipatuduhon sian ngolu ni angka halak Kristen mulamula (Ul. Ap.  2:41-47).</li>
</ol>
</li>
</ol>
<p><strong>Sipahusorhusoron</strong></p>
<p>Di minggu na naeng ro, sahat ma hurianta tu minggu pasampulusiahon dung trinitatis. Ditontuhon hurianta do topik ni minggu i, “Debata na Patauhon”. Sian turpuk na dibahas i, adong do pigapiga hal na boi gabe sipahusorhusoron:</p>
<ol>
<li>Ndang boi holan mangondolhon parbinotoan laho mangula siulaonta. Inghon Debata do gabe siandalhonon laho mangulahon sasudena (Poda 3:5)</li>
<li>Boi do hita merasa tidak mampu. Alai ndang gabe i panghorhon di hita laho menghindari tugas &amp; tanggungjawab naung dilehon tu hita. Inghon do hita mangalului gogo sian Debata, huhut bekerjasama tu angka dongan saulaon.</li>
<li>Ala Debata do na mangalehon tugas &amp; tanggungjawab tu hita, marlapatan do i, na ingkon do hita patuduhon huaso ni Debata sian ulaon i. Keberhasilan di sada ulaon ndang gabe tanda ni hagogoonta, alai naeng ma nian asa keberhasilan ni Debata na tarida sian i. Asa boi huhut lam hembang jala lam rarat barita las ni roha dohot lam patar Harajaon ni Debata.</li>
</ol>


<p>Baca juga tulisan ini:<ol><li><a href='http://pargodungan.org/umpama-batak/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Umpama Batak'>Umpama Batak</a> <small>Umpama adalah seni berkomunikasi Suku Batak. Di bawah ini ada...</small></li>
<li><a href='http://pargodungan.org/orangtua-adalah-allah-yang-kelihatan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Orangtua adalah Allah yang kelihatan?'>Orangtua adalah Allah yang kelihatan?</a> <small>Kemarin malam, dalam suatu diskusi Penelaahan Alkitab, ada salah seorang...</small></li>
<li><a href='http://pargodungan.org/menjadi-pengajar-firman-allah-yang-baik/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Menjadi pengajar Firman Allah yang baik'>Menjadi pengajar Firman Allah yang baik</a> <small>Ulangan 6:4-9 Dalam komunikasi, pekerjaan mendengar merupakan pra respon terhadap...</small></li>
<li><a href='http://pargodungan.org/bahan-sermon-minggu-xx-dung-trinitatis-ev-yosua-1-6-9/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Berteguh di dalam Firman Allah'>Berteguh di dalam Firman Allah</a> <small>Bahan Sermon Khotbah Minggu XX Setelah Trinitatis Ev. Yosua 1:6-9...</small></li>
<li><a href='http://pargodungan.org/mazmur-6512-hari-yang-penuh-dengan-kebaikan-allah/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mazmur 65:12 &#8211; Hari yang Penuh dengan Kebaikan Allah'>Mazmur 65:12 &#8211; Hari yang Penuh dengan Kebaikan Allah</a> <small>Engkau memahkotai tahun dengan kebaikanMu, jejakMu mengeluarkan lemak. Sungguh besar...</small></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pargodungan.org/bahan-sermon-minggu-hkbp-allah-yang-memampukan-menolong-kita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips Menghadapi Penjual &amp; Menawar Harga</title>
		<link>http://pargodungan.org/tips-menghadapi-penjual-menawar-harga/</link>
		<comments>http://pargodungan.org/tips-menghadapi-penjual-menawar-harga/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Sep 2009 08:43:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Melati Butarbutar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kehidupan Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Menawar Harga]]></category>
		<category><![CDATA[Menghadapi Penjual]]></category>
		<category><![CDATA[Tips & Trik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pargodungan.org/tips-menghadapi-penjual-menawar-harga/</guid>
		<description><![CDATA[Kebetulan tadi saya membaca salah satu artikel dari Kompas Mobile berjudul &#8220;Agar Pelanggan Senang Berbelanja di Toko Anda&#8221;. Di situ ada sebelas tips menarik bagaimana cara menghadapi pembeli dan menyenangkan mereka. Cuman saya kan bukan penjual, kebanyakan juga bertindak sebagai pembeli. Akhirnya kepikiranlah untuk menuliskan tips &#38; trik gimana cara menghadapi penjual dan bagaimana cara [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-medium wp-image-582" title="tawar-menawar-harga-penjual-pembeli" src="http://pargodungan.org/wp-content/uploads/2009/09/tawar-menawar-harga-penjual-pembeli-150x110.jpg" alt="tawar-menawar-harga-penjual-pembeli" width="150" height="110" />Kebetulan tadi saya membaca salah satu artikel dari Kompas Mobile berjudul &#8220;Agar Pelanggan Senang Berbelanja di Toko Anda&#8221;. Di situ ada sebelas tips menarik bagaimana cara menghadapi pembeli dan menyenangkan mereka. Cuman saya kan bukan penjual, kebanyakan juga bertindak sebagai pembeli. Akhirnya kepikiranlah untuk menuliskan tips &amp; trik gimana cara menghadapi penjual dan bagaimana cara menawar. Ini penting apalagi kita akan membeli barang yang sangat dibutuhkan dan sifatnya langka. Ini lebih penting lagi karena tidak semua penjual mengerti cara membuat pembelinya puas. Hehehe. Memang kesannya jadi kaya emak-emak ya. Tapi gak apa-apalah. <img src='http://pargodungan.org/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Utamanya, faktor paling penting ketika menghadapi seseorang adalah komunikasi. Komunikasi menjadi penghubung antara seseorang dengan yang lain. Bahkan komunikasi menjadi penentu kesuksesan hubungan kita dengan seseorang. Ini juga berlaku dalam transaksi jual beli, dan tentu sekali mempengaruhi kesuksesan kita. Tips berikut mungkin bisa dipakai ketika Anda mau membeli sesuatu:</p>
<ol>
<li>Ketika memasuki toko, cobalah untuk bersikap ramah. Tentunya karakter yang kita tunjukkan akan mempengaruhi penilaian si penjual. Jika pada kesan pertama kita dilihat sebagai orang yang angkuh, maka nafsunya untuk mengeruk uang kita akan bertambah. Sementara jangan pula kita kelihatan terlalu lugu. Nafsunya akan lebih besar lagi. Hahaha.</li>
<li>Prioritaskan untuk mengenal si pemilik toko. Kita bisa mulai dengan menanyakan namanya. Prinsipnya, semakin banyak informasi pribadinya yang kita ketahui/kenal, entah itu misalnya siapa kakeknya, bapaknya, istrinya atau selingkuhannya (ga serius nih), pertahanannya akan semakin menurun. Keuntungannya, dia tidak akan mau adu ngotot dengan kita soal harga, wong kegelapannya kita pegang. Hehehe.</li>
<li>Prioritas kedua, usahakan untuk mengenal paling tidak salah satu pelayan tokonya. Ini penting karena merekalah yang menghubungkan kita dengan penentu harga (pemilik toko). Bahkan usahakan agar ia terpikat dengan kepribadian Anda yang menarik. Keuntungannya ia akan semakin senang membantu kita, bahkan mungkin membuka rahasia berapa harga yang pantas kita keluarkan untuk suatu produk.</li>
<li>Janjikan pada penjual untuk menjalin ikatan lebih lanjut. Maksudnya, janjikan diri Anda menjadi pelanggan setianya. Tentu saja iming-iming ini bukan manipulasi. Anda harus tulus mengatakannya. Sebab penjual tahu juga kalau kita cuma menipunya. Faedahnya, ia akan berusaha meyakinkan bahwa tokonya layak jadi langganan dan mencoba memenuhi apapun keinginan Anda.</li>
<li>Balaslah perlakuan konyol penjual dengan halus. Andaikan ia membayar kembalian uang Anda dengan permen, jangan mencak-mencak dan mengatakan, &#8220;Bagaimana kalau saya bayarnya pakai permen sekalian!?&#8221; Bermurah hatilah pada kelemahan penjual karena tidak punya recehan. Tawarkan untuk menukar uang recehan Anda padanya dengan tulus. <img src='http://pargodungan.org/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </li>
</ol>
<p>Itu adalah sedikit tips menghadapi pembeli. Nah, bagaimana cara menawar harga suatu barang/produk? Mungkin tips ini bisa Anda pakai:</p>
<ol>
<li>Anda mungkin bisa berpretensi seolah-olah tidak terlalu tertarik pada suatu produk. Ini berguna untuk menunjukkan bahwa Anda masih punya pilihan terhadap penjual lainnya. Efeknya pada penjual, ia akan berusaha agar Anda membeli darinya saja.</li>
<li>Tidak ada salahnya mengajukan harga setengah dari harga penawaran. Sebaiknya Anda melakukan ini dengan realistis. Jangan sampai Anda dipikir orang gila karena menawar terlalu rendah. Namun, ini boleh kita lakukan untuk sale-sales yang datang ke rumah kita. Sebabnya, sedapat mungkin merekalah yang berusaha untuk dapat menjual sesuatu pada kita.</li>
<li>Kalau Anda orang yang ga tegaan menawar serendah-rendahnya, mintalah agar teman yang menawarnya untuk Anda. Biasanya orang yang merasa ga butuh lebih &#8216;sadis&#8217; nawarnya. Hihihi. Tips inipun saya lakukan apalagi jika tidak terlalu mengerti soal produk yang akan dibeli.</li>
<li>Usahakan untuk tidak mempermainkan penjual dengan menawar barang yang tidak benar-benar akan dibeli. Kalaupun Anda tertarik menanyakan harga, tanyakan dengan lembut dengan mengatakan &#8220;Saya berencana membeli ini suatu saat nanti. Berapa harganya ya?&#8221; Atau mintalah katalog harga produk yang mereka jual (kalau tersedia).</li>
<li>Jika penjual memang tidak mau menurunkan harganya, permisilah baik-baik padanya. Kata <a href="http://hannasylala.com/2008/05/tips-menawar-barang">hannasyalala</a> sih ini berguna agar kita seolah-olah tidak merasa butuh. Sehingga moga-moga nantinya si penjual menyerah dan menjual dengan harga yang kita minta. Hehehe.</li>
</ol>
<p>Begitulah tips-tips untuk mengadapi penjual dan menawar harga produk. Apakah Anda punya tips lainnya? Bagi-bagi dunk via komennya. Salam. <img src='http://pargodungan.org/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Baca juga cara menawar barang di sini nih. <a href="http://hannasylala.com/2008/05/tips-menawar-barang">Klik!</a></p>


<p>Baca juga tulisan ini:<ol><li><a href='http://pargodungan.org/tips-cara-menghadapi-mengatasi-melewati-masa-masa-sulit/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tips &#038; Cara Menghadapi &#038; Melewati Masa-masa Sulit'>Tips &#038; Cara Menghadapi &#038; Melewati Masa-masa Sulit</a> <small>Ganjil rasanya jika ada orang yang tidak pernah menghadapi kesulitan...</small></li>
<li><a href='http://pargodungan.org/10-tips-agar-tidak-mengantuk-tertidur-di-gereja/' rel='bookmark' title='Permanent Link: 10 Tips agar tidak mengantuk &#038; tertidur di gereja'>10 Tips agar tidak mengantuk &#038; tertidur di gereja</a> <small>Terus terang, saya cengar-cengir ketika menulis ini. Saya sendiri pernah...</small></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pargodungan.org/tips-menghadapi-penjual-menawar-harga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Spiritualitas sebagai Saluran Penyembuhan Penyakit</title>
		<link>http://pargodungan.org/spiritualitas-sebagai-saluran-penyembuhan-penyakit/</link>
		<comments>http://pargodungan.org/spiritualitas-sebagai-saluran-penyembuhan-penyakit/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Jan 2009 00:51:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Melati Butarbutar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Download Gratis]]></category>
		<category><![CDATA[Kesembuhan]]></category>
		<category><![CDATA[Penyembuhan]]></category>
		<category><![CDATA[Spiritualitas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pargodungan.co.cc/?p=15</guid>
		<description><![CDATA[Sesuai dengan judulnya, buku ini berusaha membahas bagaimana spiritualitas Kristen dapat bermanfaat juga bagi proses penyembuhan penyakit. Di dalam tulisan ini juga Anda bisa memperoleh tambahan informasi mengenai dinamika perkembangan spiritualitas sampai pada tata cara hidup spiritualitas itu sendiri.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sesuai dengan judulnya, buku ini berusaha membahas bagaimana spiritualitas Kristen dapat bermanfaat juga bagi proses penyembuhan penyakit. Di dalam tulisan ini juga Anda bisa memperoleh tambahan informasi mengenai dinamika perkembangan spiritualitas sampai pada tata cara hidup spiritualitas itu sendiri.<br />
</p>
<table>
<tr>Informasi Buku</tr>
<tr>
<td>Penulis</td>
<td>:</td>
<td>Melati Butarbutar, S.Th</td>
</tr>
<tr>
<td>Judul</td>
<td>:</td>
<td>Spiritualitas sebagai Saluran Penyembuhan Penyakit</td>
</tr>
<tr>
<td>E-Mail</td>
<td>:</td>
<td>melatibutarbutar@yahoo.com</td>
</tr>
<tr>
<td>Situs</td>
<td>:</td>
<td>pargodungan.co.cc</td>
</tr>
<tr>
<td><a href="http://www.ziddu.com/download/3337432/spiritualitas.exe.html">Download sekarang juga!</a></td>
</tr>
</table>


<p>Tidak ada tulisan sejenis!</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pargodungan.org/spiritualitas-sebagai-saluran-penyembuhan-penyakit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

