Archive for Khotbah Minggu Ini

Khotbah Mazmur 119:129-136 | Bahagianya orang yang hidup dalam Taurat TUHAN

POSTED BY   /  23 July, 2014  

wpid-khotbah-mazmur-119-129-136.jpg.jpeg “Hai manusia, telah diberitahukan kepadamu apa yang baik. Dan apakah yang dituntut Tuhan dari padamu: selain berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allahmu?” (Mika 6: 8). Ev: Roma 8:26-30 Ep: Mazmur 119:129-136 Mazmur ¬†119 adalah..
read more

Khotbah Roma 8:26-30 | Allah Bekerja bagi Orang Percaya

POSTED BY   /  22 July, 2014  

wpid-khotbah-roma-826-30.png.png “Hai manusia, telah diberitahukan kepadamu apa yang baik. Dan apakah yang dituntut Tuhan dari padamu: selain berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allahmu?” (Mika 6: 8). Ev: Roma 8:26-30 Ep: Mazmur 119:129-136 Manusia ¬†sulit sekali..
read more

Khotbah Yesaya 44:6-8 | Bersaksilah atas KasihNya

POSTED BY   /  14 July, 2014  

wpid-renungan-harian-mazmur-1171.jpg.jpeg Introitus: Dengan Allah akan kita lakukan perbuatan-perbuatan gagah perkasa, aku akan membangunkan fajar! Aku mau bersyukur kepadaMu di antara bangsa-bangsa, ya Tuhan, aku mau bermazmur bagiMu di antara suku-suku bangsa! (Mazmur 60:14a; 57:9a-10) Khotbah Minggu Ke-5 Setelah Trinitas, 20 Juli..
read more

Khotbah Matius 13:24-30+36-43 | Lalang di antara Gandum

POSTED BY   /  14 July, 2014  

wpid-lalang-gandung.jpg Introitus: Dengan Allah akan kita lakukan perbuatan-perbuatan gagah perkasa, aku akan membangunkan fajar! Aku mau bersyukur kepadaMu di antara bangsa-bangsa, ya Tuhan, aku mau bermazmur bagiMu di antara suku-suku bangsa! (Mazmur 60:14a; 57:9a-10) Khotbah Minggu Ke-5 Setelah Trinitas, 20 Juli..
read more

Follow us

Humor Kristen

Seorang pendeta berada dalam antrean yang panjang untuk mengisi bensin mobilnya, pada suatu hari libur yang panjang. Petugas pom bensin bekerja dengan sigap, tetapi tetap saja antrean seperti tiada akhirnya. Tibalah giliran mobil Pak Pendeta untuk diisi bensinnya. Dengan sangat sopan, petugas pom bensin meminta maaf kepada Pak Pendeta, "Maaf Pak Pendeta, Anda menunggu terlalu lama. Inilah yang selalu terjadi, orang-orang mempunyai kebiasaan untuk selalu menunggu hingga detik-detik terakhir, untuk mempersiapkan diri mereka untuk suatu perjalanan yang panjang." Pak Pendeta tertawa kecil dan berkata, "Aku sangat mengerti apa yang Anda maksudkan, hal yang sama juga terjadi dalam pekerjaanku." | Klik LIKE jika Anda suka!