Archive for Renungan Harian

Renungan Yesaya 44:6 | Cemas? No way!!!

POSTED BY   /  18 July, 2014  

bayi sukses Beginilah firman TUHAN, Raja dan Penebus Israel, TUHAN semesta alam: ÔÇťAkulah yang terdahulu dan Akulah yang terkemudian; tidak ada Allah selain dari pada-Ku. (Yesaya 44:6) Jumat, 18 Juli 2014 Nas Bacaan Pagi : Yesaya 19:1-15 Nas Bacaan Malam : Yehezkiel..
read more

Renungan 1 Raja-raja 3: 11-12 | Hikmat Yang Dari Allah

POSTED BY   /  16 July, 2014  

membaca alkitab Jadi berfimanlah Allah kepadanya: oleh karena engkau telah meminta hal yang demikian dan tidak meminta umur yang panjang atau kekayaan atau nyawa musuhmu, melainkan pengertian untuk memutuskan hukum, maka sesungguhnya Aku melakukan sesuai dengan permintaanmu itu, sesungguhnya Aku memberikan kepadamu..
read more

Renungan Filipi 4:8 | Apa yang kamu pikirkan?

POSTED BY   /  15 July, 2014  

pikiran Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap di dengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu. (Filipi 4:8) Selasa, 15 Juli 2014 Nas..
read more

Renungan Mazmur 25:7 | Bagaimana Biografi Anda di Mata Tuhan?

POSTED BY   /  14 July, 2014  

wpid-6_boy-satan.jpg Dosa-dosaku pada waktu muda dan pelanggaran-pelanggaranku janganlah Kauingat, tetapi ingatlah kepadaku sesuai dengan kasih setiaMu, oleh karena kebaikanMu, ya Tuhan. (Mazmur 25:7) Senin, 14 Juli 2014 Nas Bacaan Pagi: Yesaya 15:1-9 Nas Bacaan Malam: Yehezkiel 26:1-21 Buku Ende No. 169:2..
read more

Renungan Kolose 3 : 16 | Firman TUHAN di tengah-tengah kita

POSTED BY   /  12 July, 2014  

gambar alkitab Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaanNya di antara kamu, sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain dan sambil menyanyikan mazmur, dan puji-pujian dan nyanyian rohani, kamu mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu. (Kolose..
read more

Follow us

Humor Kristen

Seorang anak kecil berusia 4 tahun diajak ibunya ke gereja. Selesai kebaktian, mereka bersalaman dengan pendeta di depan pintu. Sambil menatap anak itu, Pak Pendeta berkata, "Halo, apa kabar? Sudah umur berapa, nih?" Anak itu tidak menjawab. Pak pendeta mendekatkan kepalanya, "Umurmu berapa, Sayang?" tanyanya. Si anak mengangkat empat jari tangannya. Pak pendeta tersenyum. "Itu berapa?" tanyanya lagi. Si anak diam. Pak pendeta bertanya lagi, "Nak, kamu bisa omong, tidak?" Anak itu memandang Pak Pendeta dan berkata, "Pak Pendeta bisa berhitung, tidak?" | Klik LIKE jika Anda suka!