Archive for Tentang Kami

Cerita singkat dibalik pembuatan blog ini.

POSTED BY   /  16 June, 2011  

Ide untuk pembuatan blog ini melalui diskusi semasa di persemaian. Pendeta Reinhard Lumbantobing menaruh minat untuk mempelajari pembuatan blog serta keinginan untuk belajar menulis. Setelah menyelesaikan studi di STT HKBP Pematangsiantar, Pendeta Reinhard Lumbantobing kembali mengingatkan saya tentang ide itu,..
read more

Produk-produk dari Web Blog pargodungan.org untuk Anda

POSTED BY   /  13 June, 2010  

Produk Kami 1. Sapaan Firman di Hari Minggu (GRATIS) Kalau Anda punya akun facebook, Anda bisa memperoleh khotbah-khotbah populer setiap hari minggunya. Sapaan Firman di Hari Minggu adalah grup facebook yang anggotanya sekarang mencapai 1600 orang dan tentunya akan terus..
read more

Siapa saja Orang di Balik pargodungan ini?

POSTED BY   /  13 June, 2010  

Pepatah bilang, “Tak kenal, maka tak sayang.” Hhmm, pepatah inilah yang membuat kami ingin memperkenalkan diri Anda. Sebab, toh kami ini juga manusia. Manusia yang butuh kasih sayang dari Anda. Hehehe. Anw, siapa sih semua orang yang ada di pargodungan..
read more

Temukan Rahasia Manfaat Web Blog Pargodungan ini untuk Anda

POSTED BY   /  13 June, 2010  

Bukan rahasia lagi namanya kalau sudah diberitahu bukan? Apa saja yang bisa Anda peroleh dari web blog pargodungan ini? Apa manfaatnya kalau Anda berkunjung ke sini? Anda bisa memanfaatkan beragam konten yang ada di situs ini. Ijinkan kami menunjukkannya satu..
read more

Follow us

Christian Quotes

The Christian life is not a constant high. I have my moments of deep discouragement. I have to go to God in prayer with tears in my eyes, and say, ‘O God, forgive me,’ or ‘Help me.’ – Billy Graham

Humor Kristen

Seorang pendeta sedang memperbaiki pagar kebunnya. Dengan penuh tenaga dan semangat ia memaku kayu-kayu untuk pagar barunya. Seorang anak kecil dari desa tetangga datang dan memperhatikan dengan serius sang pendeta yang sedang bekerja. "Kamu pasti juga ingin bisa memaku seperti ini, bukan?" tanya pendeta. "Oh...saya sudah bisa memaku dengan baik!" jawab anak tersebut. "Lalu kenapa kamu memperhatikan aku dengan penuh perhatian?" tanya pendeta lebih lanjut. "Saya cuma ingin dengar kata-kata apa yang bakal keluar dari mulut Pak pendeta kalau salah memukul paku dan mengenai ibu jari Bapak?" jawab anak kecil itu dengan santainya. | Klik LIKE jika Anda suka!