Cerita singkat dibalik pembuatan blog ini.

June 16, 2011 by: 0

Ide untuk pembuatan blog ini melalui diskusi semasa di persemaian. Pendeta Reinhard Lumbantobing menaruh minat untuk mempelajari pembuatan blog serta keinginan untuk belajar menulis. Setelah menyelesaikan studi di STT HKBP Pematangsiantar, Pendeta Reinhard Lumbantobing kembali mengingatkan saya tentang ide itu, dan saya menyambut dengan baik. Ketika komitmen untuk membuat blog sudah diputuskan, kami bingung, apa nama blognya? Setelah merenung beberapa lama saya mengusulkan agar nama blog ini dibuat pargodungan. Pendeta Reinhard Lumbantobing menyetujui.

Pada awalnya blog ini hanya berisikan beberapa tulisan singkat seputar teologi. Bahkan saya untuk berapa waktu lamanya tidak mengabaikan keadaan blog ini. Tulisan jarang masuk dan rating blog menurun. Pasang surut semangat serta kesibukan pelayanan membuat kami pernah berniat untuk menutup blog ini. Namun, oleh semangat para teman-teman pembaca yang setia berkungjung, awal tahun 2011 kami mencoba mendiskusikan kembali komitmen untuk menulis. Akhirnya hingga pertengahan tahun 2011 ini, kami secara rutin dapat menerbitkan beberapa tulisan.

(Sedikit buka kartu: pada awal pembuatan blog ini, saya dan Pendeta Reinhard Lumbantobing belum memiliki fasilitas Laptop atau Komputer. Semua kami kerjakan di warnet. Bahkan hingga sekarang Pendeta Reinhard belum memiliki laptop. Namun beliau tetap semangat. Semoga beliau mendapat berkat, agar pelayanan di dunia digital ini tetap berlangsung.)

Kami menyadari bahwa kualitas tulisan kami tidak cukup baik. Kami akan berusaha agar lebih baik lagi untuk mencoba menceritakan perbuatan TUHAN kepada seluruh ciptaan-Nya melalui teknologi digital ini. Semoga blog ini memberi manfaat bagi perkembangan pengetahuan serta spiritual kita tentang TUHAN, Allah yang penuh kasih.

Akhirnya, semoga usaha kami ini tidak sia-sia. Tuhan Yesus Kristus menyertai kita semua. Beritakanlah Injil sampai ke ujung bumi. Amin.

Share this Story
Categories
Tags
Pdt. Leonardo Sinambela

Pdt. Leonardo R. Sinambela, S.Th adalah administrator dan juga sebagai penulis tetap. Saat ini Pendeta Leo sedang melanjutkan studi Magister Pendidikan Agama Kristen. Kategori tulisan utamanya adalah Khotbah Minggu. Anda juga akan menemukan beberapa postingannya tentang adat/budaya Batak serta sejarah gereja. Slogan yang sering ia sebut adalah Memontomori (Ingatlah hari kematian-mu). Aneh ya? Agak ‘ngeri’ mendengarnya. Tapi itulah prinsip teologis yang ia hidupi untuk melayani sebagai pendeta.

Add a Comment on "Cerita singkat dibalik pembuatan blog ini."

Follow us

Humor Kristen

Dalam sebuah kebaktian kebangunan rohani di gereja, seorang pendeta berkhotbah dengan penuh semangat, "Bila gereja kita mau menjadi lebih baik, ia harus bangun dari tidurnya dan berjalan." Jemaat menjawab, "Amin. Harus bangun dan berjalan!" Pendeta itu melanjutkan. "Bila gereja kita mau menjadi lebih baik, ia harus menyingkirkan penghalang-penghalangnya dan berlari!" Jemaat menjawab, "Amin. Harus berlari!" Pendeta melanjutkan kembali, "Bila gereja kita mau lebih baik, ia harus memasang sayapnya dan terbang!" Jemaat menjawab, "Amin. Harus terbang!" Suara pendeta makin menggelegar, "Bila gereja kita mau terbang tinggi, itu memerlukan biaya!" Jemaat menjawab, "Amin. Tidak usah terbang." | Klik LIKE jika Anda suka!