Download Gratis Ebook Ilusi Negara Islam

July 4, 2009 by: 0
ilusi-negara-islam-buku-gratis

ilusi-negara-islam-buku-gratis

Saya baru mendapat informasi link buku di internet. Judul bukunya bernama “Ilusi Negara Islam”, yang secara gratis dikeluarkan oleh Nahdlatul Ulama untuk berusaha menunjukkan dan sekaligus menghempang usaha-usaha atau semua wacana pihak-pihak tertentu untuk menjadikan negara Indonesia secara eksklusif jadi negara Islam. Sub judulnya saja bertajuk “Ekspansi Gerakan Islam Transnasional di Indonesia”. Ini sudah menunjukkan bahwa gerakan-gerakan untuk membuat RI jadi negara Islam sudah sangat terorganisir, rapih, dan multinasional

Buku ini sangat tebal, kalau dihitung dalam ukuran digital Anda butuh resource 4,650 MB. Jadi persiapkan waktu Anda untuk mendownload, apalagi kalau koneksinya lambat.
[smartads]

Share this Story

Pdt. Reinhard PP Lumbantobing, S.Th adalah pendeta Gereja HKBP Cilincing Ressort Jatiwaringin. Menikah dengan Ibu Pdt. Melati Butarbutar dan telah dikaruniai dengan seorang putri. Anak dari Pdt. Robert Lumbantobing, SMTh ibu boru Munthe yang sekarang melayani di HKBP Petojo Ressort Petojo Jakarta Barat. Pendeta Reinhard adalah founder dari pargodungan.org.

Add a Comment on "Download Gratis Ebook Ilusi Negara Islam"

Follow us

Christian Quotes

“Don’t pray when you feel like it. Have an appointment with the Lord and keep it. A man is powerful on his knees.” ~ Corrie Ten Boom

Humor Kristen

Suatu hari seorang pendeta berkunjung ke rumah jemaatnya. Ia disambut oleh Pak Dermawan dan istrinya. Mereka kemudian berbincang-bincang. Pak Dermawan bercerita tentang sebuah keluarga yang sedang mengalami musibah. Ia berkata, "Pak, di pinggir kota ini ada sebuah keluarga yang miskin. Sang kepala keluarga telah meninggal dunia. Sang ibu saat ini sedang sakit parah, sehingga tidak bisa pergi kerja. Anak-anaknya mulai kelaparan. Kalau sampai akhir minggu ini tidak ada orang yang membantu membayarkan uang sewa rumahnya, mereka akan kehilangan tempat tinggal mereka. Tidak punya tempat berlindung dari panas dan hujan. Padahal uang sewanya hanya 500 ribu." Pak Pendeta tampak terharu, "Betapa menyedihkan. Dari mana Bapak tahu tentang cerita ini?" Pak Dermawan menjawab, "Saya pemilik rumah sewa mereka." | Klik LIKE jika Anda suka!