Ketaatan & Kesembuhan

Tetapi kamu harus beribadah kepada TUHAN, Allahmu; maka Ia akan memberkati roti makananmu & air minummu & Aku akan menjauhkan penyakit dari tengah-tengahmu — Alai ingkon oloanmuna do Jahowa Debatamuna i, jadi pasupasuonna ma sagusagum dohot tapianmu, jala pasalpuonku angka sahitsahit sian tongatongamuna (Keluaran 23:25)

Apakah penyakit yang diderita merupakan cerminan bahwa manusia tidak taat pada Allah? Inilah pertanyaan konyol yang saya ajukan ketika merenungkan teks ini. Konyol karena pertanyaan itu dinodai oleh keinginan untuk menghakimi. Coba bayangkan apabila pelayan gereja yang kena penyakit. Tentu saja para ‘hakim’ akan mengatakan, “Wah, percuma saja dia pelayan Tuhan. Masa kena penyakit sih? Berarti dia bukan hamba Tuhan yang sungguh.” Pertanyaan ini juga sesat karena jawaban yang akan kita berikanpun hanya dugaan semata dan bukan berita Alkitab. Nah, karena itu adalah pertanyaan konyol dan sesat, lebih konyol dan sesat lagi kalau saya menjawabnya. Mudah-mudahan kita tidak terbiasa bertanya seperti itu. :)

Pertanyaan begitu sebaiknya diganti saja dengan, “Apa yang diberitakan Alkitab tentang peneguhan dan penghiburan itu?” Berita Alkitab dalam Keluaran 23:25 itu adalah berita peneguhan karena kita mengingat bahwa firman itu disampaikan ketika Israel akan segera memasuki Tanah Perjanjian. Firman itu disampaikan agar Israel mengingat bahwa ada TUHAN yang selalu memelihara hidup mereka, sehingga mereka tidak usah tergantung pada dewa-dewa Kanaan.
Untuk dewasa ini, firman ini merupakan penghiburan bagi orang-orang yang sedang menderita penyakit. Firman Allah dalam teks itu mengatakan bahwa ketaatan pada TUHAN akan berfaedah bagi diri kita sendiri, dan terutama bagi kesehatan kita. Tentu saja ini adalah temuan bagi pencarian kita atas kesembuhan. Kita tidak harus mencari ilah lain atau dewa-dewa lain untuk mendapatkan kesembuhan. Kita tidak perlu lagi mempercayai takhayul dan memberikan sesajen kepada arwah nenek moyang lagi. Bahkan kita tidak perlu datang kepada dukun untuk memperoleh kesembuhan. Cukup bagi kita untuk menaati TUHAN agar kita memperoleh kesembuhan.

Bahkan berita ini semakin terasa menghibur karena dikatakan menurut ejaan lama “Maka hendaklah kamu berbuat bakti kepada Tuhan, Allahmu, maka … segala penyakit akan kulalukan dari antara kamu.” Bayangkan bahwa ketaatan kita kepada TUHAN akan membuat penyakit “terpeleset” dari tubuh kita. Melalukan artinya lewat begitu saja tanpa mempengaruhi diri kita. Dengan kata lain, ketaatan kita kepada TUHAN membuat kita terbebas dari penyakit manapun. Sungguh suatu berita penghiburan dan jauh dari nada penghakiman bukan?

Oleh sebab itu jelas bagi kita sekarang apa yang harus dilakukan. Pertama, kita mesti belajar menaati TUHAN. Kedua, kita mesti belajar TUHAN. Ketiga, kita mesti belajar menaati TUHAN. Lho, koq tiga-tiganya sama? Ya, karena hanya itulah tekanan utamanya. Memang menaati TUHAN adalah tema yang terlalu luas dan kompleks. Tapi kuncinya semua (agar dapat taat) adalah “kemuridan” itu sendiri. Kita mesti menyadari bahwa di hadapan GURU AGUNG itu, kita adalah murid kecil yang tidak tahu apa-apa. Kita adalah murid yang tidak lebih besar dari SANG GURU AGUNG. Tentu tekanannya adalah kerendahan hati yang kontras dengan ketinggian hati. Orang yang rendah hati dihadapan TUHAN akan lebih mudah jatuh tersungkur di depan mezbahNYA. Sedangkan orang yang tinggi hati akan selalu merasa lebih tinggi, bahkan dari TUHAN sekalipun, sehingga akan merasa kesulitan untuk belajar taat.

Marilah dengan kerendahan hati, menghadapkan sukacita penuh atas berita penghiburan bagi kita untuk bulan September ini. Belajar untuk menaati TUHAN YANG MAHA MULIA, agar kehidupan kita tetap sentosa, dan agar kita bebas dari kuasa si jahat. Amin.

About the author

Pdt. Reinhard PP Lumbantobing Pdt. Reinhard PP Lumbantobing, S.Th adalah pendeta Gereja HKBP yang sekarang tinggal dan melayani jemaat di Pos Pelayanan Pagardin, HKBP Pamor Ganda, Bengkulu Utara. Anak dari Pdt. Robert Lumbantobing, SMTh yang sekarang melayani di HKBP Petojo Jakarta Barat. Peran utamanya di situs ini adalah sebagai editor dan penulis tetap. Tulisannya yang Anda baca kebanyakan adalah Khotbah Minggu, Renungan Harian, dan sejumlah artikel lain.

Komentar terbaik Anda:

XHTML: Anda dapat menggunakan kode-kode ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Eastertide