Engkel Sipature Na Sega

August 6, 2009 by:

Dari judulnya, kita dapat menduga isinya. Buku ini berisi kumpulan cerita-cerita lucu, anekdot, dan humor. Tak kurang ada 46 cerita yang terangkum di dalamnya. Namun, buku ini tidak seperti buku humor pada umumnya. Bukan ditujukan untuk membuat kita tertawa saja.

Tujuannya bukan untuk membuat kita terpingkal-pingkal tanpa maksud yang jelas.

Kalau judulnya diterjemahkan ke Bahasa Indonesia, artinya: “ketawa yang memperbaiki kesalahan”. Maksudnya, ketika tertawa kita harus tahu apa yang kita tertawakan. Ada pesan positif dan pesan spiritual yang terkandung di balik alasan kita tertawa. Kesalahan-kesalahan yang diungkapkan oleh suatu cerita harus direnungkan dan diperbaiki.

Meski menggunakan Bahasa Batak Toba, isinya mudah ditangkap (bahkan bagi yang tidak fasih sekalipun). Metode penyampaiannya sangat sederhana, sehingga kita dapat memahami makna dari cerita-cerita tersebut dengan mudah.

Keseluruhan cerita yang dicantumkan tidak sepenuhnya orisinal. Cerita-cerita diambil dari bahan-bahan yang sudah umum kita dengar atau baca. Tetapi di dalamnya juga muncul cerita-cerita hasil buah pikiran penulis sendiri. Hal inilah yang membuat buku ini punya nilai lebih.

Di samping itu tampak kreatifitas penulis ketika proses komunikasi dua arah antara pembaca dan penulis terjadi. Penyampaian makna dari tiap cerita diungkapkan dengan berbagai cara (variatif): ada yang diterangkan dengan menggunakan bantuan Alkitab; ada yang diterangkan dengan cara perenungan singkat; bahkan ada pula yang tidak perlu diterangkan (karena cerita itu sudah dapat menyampaikan maksudnya sendiri). Hal ini tentunya akan membuat kita tetap betah membacanya tiap hari.

Buku ini cocok digunakan sebagai ilustrasi dalam khotbah dan cocok juga bagi kategori pembaca lainnya.  Kaum awam pun dapat menggunakannya sebagai perenungan untuk kehidupan sehari-hari.

Di bawah ini kami cantumkan salah satu cerita yang dimuat:

Partinaonan ni Kaca Mata

“Didia kacamatanghu?”, ninna Ompusi Balduin huhut lulululu.

Nunga mansai loja ibana mangalului, hape di saku baju na do.

Mohop ma ateatena, didanggurhon kaca mata i tu lante ni jabu i, huhut ditunjangi sahat ro di na maropuk.

Aut boi manghatai kacamata i, dia ma dohononna?

Ra dohononna do, “sude do ndang tarjaga amanta on, kacamatana dohot ateatena”.

(dikutip dari halaman 19)

Judul : Engkel Sipature Na Sega
Sub Judul : Barita Sorminan Tu Parngoluan
Penulis : Pdt. Victor Tinambunan, MST
Bahasa : Batak Toba
Penerbit : L-SAPA STT HKBP
Tahun Terbit : 2008
Cetakan : I
Halaman : ix-88
Catatan : Kami tidak menjalin hubungan apa-apa dengan pihak penerbit maupun penulis. Review ini murni atas keinginan kami untuk mempublikasikan karya-karya yang berguna untuk kita semua.

Pdt. Reinhard PP Lumbantobing, S.Th adalah pendeta Gereja HKBP Cilincing Ressort Jatiwaringin. Menikah dengan Ibu Pdt. Melati Butarbutar dan telah dikaruniai dengan seorang putri. Anak dari Pdt. Robert Lumbantobing, SMTh ibu boru Munthe yang sekarang melayani di HKBP Petojo Ressort Petojo Jakarta Barat. Pendeta Reinhard adalah founder dari pargodungan.org.

Follow us

Almanak HKBP Hari Ini

Christian Quotes

Sungguh berharga perkataan yang diucapkan tepat pada waktunya.