Engkel Sipature Na Sega

oleh: Reinhard PP Lumbantobing |

kuda tertawaDari judulnya, kita dapat menduga isinya. Buku ini berisi kumpulan cerita-cerita lucu, anekdot, dan humor. Tak kurang ada 46 cerita yang terangkum di dalamnya. Namun, buku ini tidak seperti buku humor pada umumnya. Bukan ditujukan untuk membuat kita tertawa saja.

Tujuannya bukan untuk membuat kita terpingkal-pingkal tanpa maksud yang jelas.

Kalau judulnya diterjemahkan ke Bahasa Indonesia, artinya: “ketawa yang memperbaiki kesalahan”. Maksudnya, ketika tertawa kita harus tahu apa yang kita tertawakan. Ada pesan positif dan pesan spiritual yang terkandung di balik alasan kita tertawa. Kesalahan-kesalahan yang diungkapkan oleh suatu cerita harus direnungkan dan diperbaiki.

Meski menggunakan Bahasa Batak Toba, isinya mudah ditangkap (bahkan bagi yang tidak fasih sekalipun). Metode penyampaiannya sangat sederhana, sehingga kita dapat memahami makna dari cerita-cerita tersebut dengan mudah.

Keseluruhan cerita yang dicantumkan tidak sepenuhnya orisinal. Cerita-cerita diambil dari bahan-bahan yang sudah umum kita dengar atau baca. Tetapi di dalamnya juga muncul cerita-cerita hasil buah pikiran penulis sendiri. Hal inilah yang membuat buku ini punya nilai lebih.

Di samping itu tampak kreatifitas penulis ketika proses komunikasi dua arah antara pembaca dan penulis terjadi. Penyampaian makna dari tiap cerita diungkapkan dengan berbagai cara (variatif): ada yang diterangkan dengan menggunakan bantuan Alkitab; ada yang diterangkan dengan cara perenungan singkat; bahkan ada pula yang tidak perlu diterangkan (karena cerita itu sudah dapat menyampaikan maksudnya sendiri). Hal ini tentunya akan membuat kita tetap betah membacanya tiap hari.

Buku ini cocok digunakan sebagai ilustrasi dalam khotbah dan cocok juga bagi kategori pembaca lainnya.  Kaum awam pun dapat menggunakannya sebagai perenungan untuk kehidupan sehari-hari.

Di bawah ini kami cantumkan salah satu cerita yang dimuat:

Partinaonan ni Kaca Mata

“Didia kacamatanghu?”, ninna Ompusi Balduin huhut lulululu.

Nunga mansai loja ibana mangalului, hape di saku baju na do.

Mohop ma ateatena, didanggurhon kaca mata i tu lante ni jabu i, huhut ditunjangi sahat ro di na maropuk.

Aut boi manghatai kacamata i, dia ma dohononna?

Ra dohononna do, “sude do ndang tarjaga amanta on, kacamatana dohot ateatena”.

(dikutip dari halaman 19)

Judul : Engkel Sipature Na Sega
Sub Judul : Barita Sorminan Tu Parngoluan
Penulis : Pdt. Victor Tinambunan, MST
Bahasa : Batak Toba
Penerbit : L-SAPA STT HKBP
Tahun Terbit : 2008
Cetakan : I
Halaman : ix-88
Catatan : Kami tidak menjalin hubungan apa-apa dengan pihak penerbit maupun penulis. Review ini murni atas keinginan kami untuk mempublikasikan karya-karya yang berguna untuk kita semua.

4 komentar mengenai “Engkel Sipature Na Sega”

  1. Eka Situmorang - Sir Says:

    Haduuuuh amang…
    pengen siy baca, tapiiii ada yg versi bahasa Indonesianya ga?

    batak karbit nih gue :(
    gak ngerti marhata batak..

  2. ramperto Says:

    belinya dimana?
    Gabe penasaran au dibaen!!!

  3. lovepassword Says:

    Meski menggunakan Bahasa Batak Toba, isinya mudah ditangkap (bahkan bagi yang tidak fasih sekalipun).

    ==> Kalo aku mah ya nggak bisa menangkap babar blas, bukan cuma nggak fasih nggak ngerti soalnya. :) Coba google translate bisa juga bahasa batak, kan lumayan

  4. zaklady bukmacherskie Says:

    I want to start blogging too, what do you think, which blog platform is good for noob?

Ordinary Time

Pargodungan, berasal dari kata Batak yang harfiahnya berarti kompleks gereja. Ya, di dalam kompleks gereja itu selalu tercermin spiritualitas yang agung tapi juga sangat bersahabat. Selengkapnya...

Info