Renungan Filipi 4:19 | Dasar Melakukan Kebaikan

9 June 201221 pembaca |

Membantu orang lain keluar dari persoalan kadangkala tidak mudah. Tidak mudah, karena untuk membantu orang lain pastinya menuntut Anda untuk mau mengeluarkan sumber daya yang cukup besar. Sumber daya yang saya maksud misalnya pikiran, waktu, tenaga, ataupun sejumlah dana. Dan bagaimana jika sumber daya yang saya sebut tadi tidak kita miliki? Tentu kita akan mengalami kesulitan untuk memberikan bantuan. Anda tidak dapat memberikan apa yang tidak Anda miliki.

Selain itu, walaupun Anda dan saya memiliki sumber daya yang dimaksud (terlepas dari sedikit banyaknya), hal yang membuat kita menghadapi kesulitan untuk membantu orang lain adalah saat kita harus menjawab pertanyaan yang muncul dari diri kita sendiri. Pertanyaan-pertanyaannya adalah: Apakah memang harus Anda yang membantunya? Apakah Anda rela dan tulus hati membantu orang tersebut?  Apakah membantunya itu menguntungkan bagi Anda? Dan bagaimana jika sudah Anda bantu, apakah orang tersebut tahu membalas budi baik Anda kepadanya? Atau bagaimana dengan nasib Anda sendiri? Apakah hidup Anda akan jadi susah atau melarat setelah membantunya?

Hal ini jadi pokok perhatian hari ini karena Paulus dalam suratnya ke jemaat Filipi menyiratkan masalah serupa. Jemaat Filipi termasuk sebagai jemaat yang paling bertumbuh dan paling banyak mendukung usaha penginjilan. Mereka tidak sungkan memberi apa pun yang Paulus butuhkan untuk membantunya mengabarkan Injil. Mengingat semua itulah Paulus berpesan kepada jemaat untuk tidak rapuh dan menganggap bantuan mereka itu sia-sia serta tidak memberi kebaikan bagi mereka sendiri. Paulus ingin agar mereka tetap berharap dalam Tuhan melalui doa dan berkeyakinan bahwa Tuhan akan tetap mencukupkan hidup mereka.

Renungan Filipi 4:19 | Dasar Melakukan Kebaikan  renungan harian  Filipi

Pesan Paulus kelihatan dalam hal ini: Ketika Anda hendak atau sedang memberikan bantuan kebaikan, hal itu tidak akan pernah jadi sia-sia dan tidak akan pernah membuat Anda menderita. Tidak sia-sia karena hal itu berguna bagi orang yang Anda bantu. Dan tidak membuat Anda menderita karena semua pertolongan yang Anda berikan semuanya dilakukan dengan setulus hati. Hanya orang yang tidak tulus hati yang akan menderita dan menyesali segala bantuan yang telah diberikannya.

Ini menunjukkan pula satu segi lain, bahwa Anda dan saya tidak pernah kehilangan apa pun yang telah diberikan kepada orang lain sebagai bantuan. Mengapa? Karena ketika Anda melihat orang lain dan menolongnya dari kelemahannya, Allah pun akan melihat Anda dalam keadaan Anda setelah itu. Itu alasan Paulus mengatakan, “Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaanNya di dalam Kristus Yesus.” Orang yang memberi tidak akan pernah berkekurangan, karena ia selalu memperolehnya kembali dari pada Allah. Akhirnya, pikirkanlah dan kerjakanlah pelayanan yang perlu bagiNya. Dan biarlah Ia yang memikirkan dan mengerjakan apa yang perlu bagi diri Anda.

Amin.

Pdt. Robert E Lumbantobing

Anda membaca "Renungan Filipi 4:19 | Dasar Melakukan Kebaikan". Jika Anda menyalinnya, harap cantumkan link url berikut:

Tags: Filipi

Silahkan memberikan tanggapan di sini!