Renungan Filipi 4:19 | Dasar Melakukan Kebaikan

June 9, 2012 by: 0

Membantu orang lain keluar dari persoalan kadangkala tidak mudah. Tidak mudah, karena untuk membantu orang lain pastinya menuntut Anda untuk mau mengeluarkan sumber daya yang cukup besar. Sumber daya yang saya maksud misalnya pikiran, waktu, tenaga, ataupun sejumlah dana. Dan bagaimana jika sumber daya yang saya sebut tadi tidak kita miliki? Tentu kita akan mengalami kesulitan untuk memberikan bantuan. Anda tidak dapat memberikan apa yang tidak Anda miliki.

Selain itu, walaupun Anda dan saya memiliki sumber daya yang dimaksud (terlepas dari sedikit banyaknya), hal yang membuat kita menghadapi kesulitan untuk membantu orang lain adalah saat kita harus menjawab pertanyaan yang muncul dari diri kita sendiri. Pertanyaan-pertanyaannya adalah: Apakah memang harus Anda yang membantunya? Apakah Anda rela dan tulus hati membantu orang tersebut?  Apakah membantunya itu menguntungkan bagi Anda? Dan bagaimana jika sudah Anda bantu, apakah orang tersebut tahu membalas budi baik Anda kepadanya? Atau bagaimana dengan nasib Anda sendiri? Apakah hidup Anda akan jadi susah atau melarat setelah membantunya?

Hal ini jadi pokok perhatian hari ini karena Paulus dalam suratnya ke jemaat Filipi menyiratkan masalah serupa. Jemaat Filipi termasuk sebagai jemaat yang paling bertumbuh dan paling banyak mendukung usaha penginjilan. Mereka tidak sungkan memberi apa pun yang Paulus butuhkan untuk membantunya mengabarkan Injil. Mengingat semua itulah Paulus berpesan kepada jemaat untuk tidak rapuh dan menganggap bantuan mereka itu sia-sia serta tidak memberi kebaikan bagi mereka sendiri. Paulus ingin agar mereka tetap berharap dalam Tuhan melalui doa dan berkeyakinan bahwa Tuhan akan tetap mencukupkan hidup mereka.

Pesan Paulus kelihatan dalam hal ini: Ketika Anda hendak atau sedang memberikan bantuan kebaikan, hal itu tidak akan pernah jadi sia-sia dan tidak akan pernah membuat Anda menderita. Tidak sia-sia karena hal itu berguna bagi orang yang Anda bantu. Dan tidak membuat Anda menderita karena semua pertolongan yang Anda berikan semuanya dilakukan dengan setulus hati. Hanya orang yang tidak tulus hati yang akan menderita dan menyesali segala bantuan yang telah diberikannya.

Ini menunjukkan pula satu segi lain, bahwa Anda dan saya tidak pernah kehilangan apa pun yang telah diberikan kepada orang lain sebagai bantuan. Mengapa? Karena ketika Anda melihat orang lain dan menolongnya dari kelemahannya, Allah pun akan melihat Anda dalam keadaan Anda setelah itu. Itu alasan Paulus mengatakan, “Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaanNya di dalam Kristus Yesus.” Orang yang memberi tidak akan pernah berkekurangan, karena ia selalu memperolehnya kembali dari pada Allah. Akhirnya, pikirkanlah dan kerjakanlah pelayanan yang perlu bagiNya. Dan biarlah Ia yang memikirkan dan mengerjakan apa yang perlu bagi diri Anda.

Amin.

Pdt. Robert E Lumbantobing

Share this Story
Categories
Tags
Pdt. Robert Lumbantobing

Pdt. Robert Lumbantobing tinggal dan melayani di Gereja HKBP Petojo Ressort Petojo. Beliau memiliki tiga orang anak, yang dua diantaranya juga turut aktif menjadi penulis di situs ini: Pdt. Reinhard PP Lumbantobing & drm. Rikardo Lumbantobing. Sebelum di HKBP Petojo, beliau pernah juga melayani di HKBP Rawamangun dan sejumlah gereja lainnya. Pada situs ini beliau menulis renungan harian.

Add a Comment on "Renungan Filipi 4:19 | Dasar Melakukan Kebaikan"

Follow us

Christian Quotes

“...'joy' in Phillippians is a defiant 'Nevertheless!' that Paul sets like a full stop against the Philippians' anxiety...”  - Karl Barth

Humor Kristen

Pada suatu hari minggu setelah kebaktian usai, saya dan teman saya berjalan keluar meninggalkan ruangan ibadah. Saat itu Pendeta telah berdiri disamping pintu gereja untuk menyambut dan berjabatan tangan dengan seluruh anggota gereja yang hadir. Ketika tiba giliran teman saya yang saat itu berdiri di depan saya, Pendeta tersebut menjabat tangannya dan menariknya ke samping kemudian berkata kepadanya: "Selamat bergabung dalam barisan tentara Allah...!!". Teman saya menjawab, "Saya sudah lama jadi anggota barisan tentara Allah kok, Pak Pendeta!!". Kemudian Pendeta kembali bertanya, "Lho, bagaimana mungkin?? Saya tidak pernah melihat anda datang ke gereja selain pada hari Natal dan Paskah saja?" dengan tenang teman saya berbisik kepada Pendeta itu, "Tenang pak Pendeta ... saya memang telah bergabung ke dalam barisan tentara Allah, cuma saya mendapat tugas di bagian Dinas Rahasia!!" Pendeta: ???!! | Klik LIKE jika Anda suka!