Gaya Hidup

Inspirasi, Gaya Hidup, Hubungan, Pekerjaan, Sikap Hidup, Prinsip Hidup, Motivasi Kristen, Parenting, Pacaran, Buku Rohani

Tahukah Anda?

Rugi kalau tidak baca! Tahukah Anda berisi fakta-fakta unik, lucu, aneh yang berkaitan dengan gereja, Alkitab dan kehidupan Kristen.

Tips & Trik

Panduan dan kiat-kita praktis untuk melakukan apa pun yang berguna untuk mendukung kehidupan Anda.

Makalah

Studi tentang gereja, pelayanan, sejarah, dsb. Bagi kamu yang ingin sedikit “mengernyitkan dahi” saat membacanya.

Resources

Kumpulan Software, Aplikasi Pelayananan Kristen, Alkitab Download, Lagu Rohani, Multimedia, Ebook, Dokumen, dan Materi pelayanan di gereja.

Khotbah Yeremia 10:6-10 | Gereja tanpa Palang Salib

| 15 February 2010268 pembaca
Khotbah Yeremia 10:6 10 | Gereja tanpa Palang Salib  naskah khotbah minggu  Yeremia Pertandingan Iman Invokavit

Saya teringat tatkala menghadapi ujian meja hijau. Salah seorang dosen penguji bertanya kepada saya tentang aplikasi praktis dari skripsi bertema tentang pusat kehidupan orang Kristen yang saya tulis. Beliau bertanya, “Apa pendapatmu mengenai kasus pelarangan palang salib di atas gereja?” Waktu itu dengan polos saya menjawab, “Yah, saya kira tidak apa-apa. Kalau mereka memandang salib itu sebagai simbol yang membuat mereka ‘sakit’, lebih baik diiyakan saja”. Jawaban saya itu salah menurut pendapat beliau. Akan tetapi setelah kunjungan saya ke gereja HKBP Lhokseumawe – Aceh (dimana mayoritas penduduknya adalah muslim) belum lama ini, saya mulai menyadari relevansi jawaban saya. Kenapa? Saya melihat gereja tanpa palang salib di sana.

Salib itu adalah simbol dari keselamatan yang diberikan Allah kepada manusia melalui kematian Yesus Kristus. Namun simbol salib itu bukanlah keselamatan itu sendiri. Salib itu bukan Allah dan bukan pula Yesus Kristus. Orang Kristen tidak menaruh pusat kepercayaannya kepada simbol salib. Jika ia dijadikan sebagai pusat kepercayaan berarti kita telah menjadikannya sebagai sebuah berhala.

Perikop ini kurang lebih bernada sama. Jika dalam firman tersebut dikatakan “Tidak ada yang sama seperti Engkau, ya TUHAN!” (Yeremia 10:6), haruslah benar-benar berarti tidak ada yang serupa dengan Dia. Lukisan rupa Allah pun seharusnya tidak mirip dengan Dia. Tentunya ini berimplikasi tidak boleh ada yang lebih kita utamakan dari diriNya. Kita tidak berpusat pada sesuatu yang mirip atau mungkin mewakiliNya.

Hidup dalam kemenangan sebagai orang Kristen, membuat kita bisa menentukan siapa yang kita akui, hidupi dan taati sebagai pusat kehidupan kita. Dihubungkan dengan tema yang melandasi minggu Invokavit ini, kita diingatkan untuk terus bertahan dalam pertandingan iman. Pertanyaannya, jika gedung gereja dilarang didirikan di suatu tempat, apakah itu merupakan pertandingan iman? Apakah orang-orang Kristen sedang dicobai melalui pembakaran gereja?

Pada hakikatnya Gereja adalah communio sanctorum (persekutuan orang-orang kudus). Gereja bukanlah sebuah gedung yang menjulang tinggi ditambah sebuah palang salib. Gereja yang sebenarnya, dimana orang-orang kudus benar-benar menyembah Allah tidak dapat dibakar manusia. Tubuh orang-orang kudus, mulai dari ujung kaki atau ujung kepala, seandainyapun dibakar tidak pernah dapat membakar Gereja. Inilah yang namanya Gereja yang Tidak Kelihatan.

Jika ada larangan berdirinya sebuah gedung gereja yang kelihatan, itu bukanlah tantangan yang sebenarnya. Kita tidak harus bertanding di dalamnya. Pertandingan yang sebenarnya terletak pada hal ini: Mampukah kita bertahan sebagai seorang Kristen yang kudus dan taat kepada Allah serta tetap setia meskipun orang membakar gereja? Mampukah kita tetap bersikap lembut kepada orang-orang yang membakar gereja itu? Mampukah kita tetap menjaga keharmonisan dengan mereka yang telah memandang kita secara tidak adil?

Jika kita tidak mampu taat kepada Allah dan bersedia memaafkan dan bersikap lembut terhadap orang-orang yang menolak kehadiran gereja di tengah-tengahnya, maka janganlah kita meminta keadilan dan berkeluh kesah kepada Allah akan hal ini. Akan lebih baik jika kita meminta maaf kepada Allah, karena telah lebih memprioritaskan gereja dengan palang salib daripada Allah. Inilah yang dinamakan pertandingan iman yang sebenarnya. Selamat bertanding. :) Amin.

Anda sudah membaca artikel berjudul "Khotbah Yeremia 10:6-10 | Gereja tanpa Palang Salib" yang diterbitkan pada pukul 13:56 WIB. Jika Anda menyalinnya, harap cantumkan link url berikut: http://pargodungan.org/gereja-tanpa-palang-salib/

Tags: , ,

Silahkan memberikan tanggapan di sini!

pargodungan.org | khotbah, renungan harian, gaya hidup kristen, spiritualitas, partitur koor, pacaran, pernikahan, karir dan pekerjaan, makalah kristen, gereja, download alkitab, software pelayanan gereja

Anda ingin membaca artikel ini? Gabung Yuk! Pastikan Anda sudah mengklik salah satu tombol di bawah!

×