Gereja Koq Ga Kelihatan?

oleh: Reinhard PP Lumbantobing |

Ada satu istilah yang menarik perhatianku ketiga mengerjakan tugas menulis buku pelajaran agama Kristen untuk SMA kelas XII tahun 2007 kemarin. Istilah itu adalah ‘Gereja yang Tidak Kelihatan’. Gereja koq ga kelihatan? Ada-ada saja!

Mengapa ada gereja yang tidak kelihatan? Apakah orang Kristen sudah mulai ’stres’ karena berbagai ‘tekanan’ dari lingkungannya? Apa karena orang Kristen dilarang membangun gereja yang kelihatan? Ataukah itu hanya karena merasa frustrasi melihat pengisi gereja yang sudah tidak kristiani lagi? Atau jangan-jangan karena rupanya dalam gereja itu yang kelihatan cuma pendeta yang ber cas-cis-cus tanpa ada perubahan signifikan dalam diri jemaat? Atau apa karena di dalam gereja itu mereka bahkan tidak mengenal satu sama lain? Busyet, pertanyaan spekulatif ini tentu bisa muncul kalau mendengar istilah itu.

Rupanya istilah ini muncul bukan karena spekulasi di atas. Istilah ini semata ingin menunjukkan bahwa gereja itu adalah suatu realitas rohani. Sesuatu yang rohani tentu hanya dapat dikenal dan dipahami melalui kepercayaan kita (bukan lewat mata). ;)

Gereja sebagai suatu realitas rohani berkaitan erat dengan alur ide seperti ini: Gereja adalah gereja Yesus Kristus. Kristus adalah kepala jemaat dan jemaat itu adalah tubuh Kristus (Kol 1:18). Apakah yang membuat gereja kita menjadi gereja Yesus Kristus? Jawabnya: Roh Kudus! Gereja dipanggil ada oleh karena tercurahnya Roh Kudus pada hari Pentakosta (Kis 2). Gereja muncul bukan karena diijinkan atau tidak diijinkan pemerintah. Gereja muncul bukan karena kemauan jemaatnya mengumpulkan duit membangun gereja. Gereja tidak muncul karena ’semau gue atw loe-loe semua’. Hehehe

Coba perhatiin juga apa sih arti gereja itu? Kalau dari akar katanya dalam Perjanjian Baru, dipakailah kata ekklesia. Sedangkan dalam Perjanjian Lama dipakai kata kahaal (koq jadi kayaq kursus bahasa ya?!). Kedua kata itu artinya ‘mereka yang dipanggil keluar’. Gereja terdapat dimana ada yang dipanggil, dipanggil berhimpun oleh TUHAN. Sama seperti Abraham keluar dari Ur-Kasdim, dunia orang kafir (Kej 12:1), demikianlah gereja dipanggil keluar dari dunia bangsa-bangsa. Keluar dari kegelapan kepada terangNya yang ajaib (I Ptr 2:9; Kol 1:14).

Gereja adalah suatu persekutuan orang-orang yang menyadari bahwa mereka adalah ‘orang-orang asing’ di bumi ini (Ibr 11:8-16; Mzm 119:19). Tapi ingat, gereja bukan ‘paasingasinghon’ (Batak: seolah membuat dirinya berbeda). Jika ia ‘paasingasinghon’ dirinya, ia tidak akan dapat membawa garam dan terang ke dalam dunia. Ia membedakan diri hanya agar ia kelihatan ‘aneh’. Gereja yang demikian hanya akan menganggap dunia itu sebagai musuh yang harus ditumpas dan dibiarkan tersesat (bukan untuk ditolong). Gereja yang demikian adalah gereja yang egois dan telah kehilangan arah. Dan yang paling buruk, gereja yang ‘paasingasinghon’ dirinya adalah contoh sikap yang angkuh dan tinggi hati. Gereja merasa dirinya sebagai orang-orang asing punya tujuan khusus: agar kelihatan juga melalui dirinya pembangunan dan perwujudan Kerajaan Allah di dunia.

Apakah Anda melihat gereja yang demikian dengan mata? Tentu tidak! Kan harus dengan kepercayaan. :)

14 komentar mengenai “Gereja Koq Ga Kelihatan?”

  1. mbah gendeng Says:

    gereja yang haqiqi bukanlah gereja yang penuh dengan manusia tetapi gereja yang ada pada diri sendiri yang hanya terdapat 1 manusia yang beriman kepadanya………… semoga antar umat beragam terjalin kerukunan y bos salam kenal…………..

  2. Rikardo Says:

    Bukan tahun 2007 bro..
    Gw kan kelas XII angkatan 2007..
    Bukumu itu kan untuk adek tingkatku. hehe…

  3. tanobato Says:

    Yang aku tahu, istilah “gereja” yang berasal salah satunya dari “ekklesia” yang berarti “dpanggil keluar” adalah memang ditujukan untuk manusia secara pribadi. Kemudian mengalami “pemekaran” arti hingga saat ini lebih banyak yang memahaminya sebagai bangunan gereja secara fisik.

  4. Eka Situmorang-Sir Says:

    Tubuh adalah bait Allah, itulah gereja yang sesungguhnya :)

    salam,
    EKA

  5. zee Says:

    Tq da main ke blog saya.
    Salam kenal… :)

  6. Reinhard PP Lumbantobing Says:

    @ mbah gendeng

    wah, boleh juga pendapat mbah gendeng. salam kenal juga mbah. mudah-mudahan tercipta keinginan mbah gendeng itu (juga keinginan saya tentu).

    salam :)

    @ Rikardo

    Gw kan nulisnya tahun 2007 bro. Terbitinnya baru 2008. Hehehe.

    @ tanobato

    Makasih udah share ilmunya amang. :)

    @ Eka Situmorang – Sir

    Wah, lain lagi pendapat inang eka. Tq juga atas pendapat inang. Sangat dihargai lo. :mrgreen:

    @ zee

    wah, rasanya ibu sudah pernah kunjungin blog ini lah. berarti ini salam kedua kalinya dunks. hehehe.

    anyway, salam kenal jugalah ibu zee. :)

  7. mbah gendeng Says:

    datang lagi mo menyapa sahabat………..

    maaf kalo nambah sampah disini

    clingak-clinguk kok g ad yg baru yah

  8. Reinhard PP Lumbantobing Says:

    @ mbah gendeng

    Wah, gapapa mbah. Kedatangan mbah diterima kapan saja. Anggap aja blog sendiri. Hehehe..

    Iya mbah, memang kurang disiplin nih updatenya. Tapi mudah-mudahan itu bukan karena kesengajaan. Makasih atas peringatan mbah. :mrgreen:

    Salam. :)

  9. Fitri Says:

    Salam kenal ya,.
    Walaupun saya Islam, kebetulan rumah saya dekat gereja katolik.

  10. hypotheek Says:

    Bereken zelf uw hypotheek. Hypotheek berekenen? Maak snel een indicatieve berekening van het maximale leenbedrag van uw hypotheek.

  11. hypotheek Says:

    Hypotheken? Heel veel hypotheek informatie: verschillende hypotheekvormen, hypotheekrentes, nationale hypotheek garantie, hoe een hypotheek te vergelijken.

  12. lenen Says:

    Lenen zonder BKR toetsing gaat vandaag heel gemakkelijk. Binnen een paar uur geld lenen zonder BKR toetsing doet u hier, lees snel verder

  13. lenen zonder bkr toetsing Says:

    Over de voor- en nadelen van het afsluiten van een lening zonder BKR-toetsing.

  14. migraine Says:

    Migraine is een bonzende hoofdpijn die meestal voorkomt aan één kant van de schedel. De pijn is heftig en houdt 4 tot 72 uur aan.

Terimakasih jika Anda mau menambahkan komentar... :)

Ikuti terus perkembangan diskusinya!

Spam Protection by WP-SpamFree

Ordinary Time

Pargodungan, berasal dari kata Batak yang harfiahnya berarti kompleks gereja. Ya, di dalam kompleks gereja itu selalu tercermin spiritualitas yang agung tapi juga sangat bersahabat. Selengkapnya...

Info