Jubileum 150 Tahun, Ephorus HKBP Minta Jatah Menteri

December 4, 2011 by: 0

Di hadapan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, pucuk pimpinan HKBP, Ephorus Pdt Bonar Napitupulu, mengkritik kepemimpinan SBY selama dua periode.

“Selama dua kabinet, belum pernah ada warga HKBP duduk di jabatan menteri atau setingkat menteri,” kata Bonar saat puncak peryaan 150 Tahun HKBP di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (4/12/2011).

“Bukan bermaksud sombong, tapi dengan segala kerendahan hati, sebenarnya banyak warga terbaik HKBP, seperti Luhut Panjaitan, Martin Hutabarat, Trimedya Panjaitan, Effendi Simbolon, dan banyak lagi yang lainnya,” ucap Bonar disambut riuh tepuk tangan sekira 100 ribu warga HKBP yang memenuhi GBK.

SBY terlihat membalas pernyataan
Bonar dengan senyum lebar dan tepuk tangan ringan. Bahkan ternyata SBY menambahkan lagi daftar tokoh-tokoh HKBP yang memiliki kualitas luar biasa diantaranya TB Simatupang dalam sambutannya kemudian.

Sementara itu di ujung sambutannya, Bonar memakaikan selembar kain ulos berwarna biru kepada SBY dan Ibu Negara. “Ulos merupakan tanda bahwa seseorang diterima di masyarakat Batak dan khususnya sebagai tanda bahwa masyarakat HKBP sungguh mengasihi Presiden”, kata Ephorus HKBP sebelum memberikan cindera mata tersebut kepada SBY dan Ibu Negara. (okezone.com)

Share this Story
Categories
Tags
Team Pargodungan.org

Team Pargodungan.org | Pargodungan (bhs Batak) berarti Kompleks Gereja. Situs yang ditenagai oleh banyak sukarelawan ini (termasuk Anda) ditujukan untuk mendukung/mendampingi pembacanya untuk bertumbuh, bersaksi dan melayani di gereja atau di dalam kehidupan sehari-hari. Situs ini ditujukan untuk menjadi “situs informasi referensi pelayanan dan kehidupan Kristen”. Kalau Anda berminat bergabung dan menyumbangkan artikel yang membangun, silahkan lewat halaman KONTAK di pojok kanan atas. :)

Add a Comment on "Jubileum 150 Tahun, Ephorus HKBP Minta Jatah Menteri"

Follow us

Humor Kristen

Dalam sebuah kebaktian kebangunan rohani di gereja, seorang pendeta berkhotbah dengan penuh semangat, "Bila gereja kita mau menjadi lebih baik, ia harus bangun dari tidurnya dan berjalan." Jemaat menjawab, "Amin. Harus bangun dan berjalan!" Pendeta itu melanjutkan. "Bila gereja kita mau menjadi lebih baik, ia harus menyingkirkan penghalang-penghalangnya dan berlari!" Jemaat menjawab, "Amin. Harus berlari!" Pendeta melanjutkan kembali, "Bila gereja kita mau lebih baik, ia harus memasang sayapnya dan terbang!" Jemaat menjawab, "Amin. Harus terbang!" Suara pendeta makin menggelegar, "Bila gereja kita mau terbang tinggi, itu memerlukan biaya!" Jemaat menjawab, "Amin. Tidak usah terbang." | Klik LIKE jika Anda suka!