Kejadian 11:6 – Pedoman untuk Rencana dan Perencanaan Anda

Dan Ia berfirman:
Mereka ini satu bangsa dengan satu bahasa untuk semuanya.
Ini barulah permulaan usaha mereka;
mulai dari sekarang apapun juga yang mereka rencanakan,
tidak ada yang tidak dapat terlaksana.

Bicara tentang menara Babel, saya jadi teringat pada Menara Canton (600 m) di Cina atau Menara CN (553 m) yang ada di Kanada. Kedua menara yang saya sebutkan ini termasuk menara tertinggi di dunia. Negara kita pun katanya mau membuat Menara Jakarta yang akan menjadi menara tertinggi di dunia kelak.

Tuhan memang merancang manusia sedemikian rupa, agar manusia dapat terus berusaha untuk menaklukkan dunia ini. Menaklukkan ketinggian langit, menaklukkan kedalaman laut, dan cilakanya turut juga hendak ‘menaklukkan Allah’.

Bisa dikatakan, kekuatan manusia terletak pada kekuatannya untuk merancang sesuatu. Manusia dapat mewujudkan sesuatu dengan rancangan-rancangannya. Manusia memang ahli dalam merencanakan sesuatu. Rencana pembangunan menara Babel merupakan salah satu tanda manusia sudah ahli dalam perencanaan dan perancangan sejak jaman purba.

Anda tentunya punya rencana dalam hidup Anda. Rencana adalah bagai mimpi yang hendak Anda wujudkan. Rencana itu tentunya adalah harapan Anda.

Apapun rancangan dan rencana Anda, renungan hari ini menegaskan beberapa hal bagi Anda dan saya.

Pertama, Allah lah yang memberikan kemampuan Anda untuk merencanakan dan merancang sesuatu. Dengan pengakuan seperti itu, hendaklah kita memanfaatkan kemampuan yang Allah berikan itu untuk tujuan yang baik bagi kita. Bukan justru untuk tujuan merusak hubungan Anda dengan Allah. Lagi pula “Rancangan orang benar adalah adil, tujuan orang fasik adalah memperdaya” (Amsal 12:5).

Kedua, Allah lah yang menentukan apakah Anda atau saya berhasil atau tidak saat ingin mewujudkan suatu rencana. Perencanaan hanya berhasil kalau Allah berkenan. Dengan pengakuan seperti itu, berarti hendaklah Anda atau saya menguji rancangan kita, apakah Allah berkenan. Anda memang diberi kemampuan membuat perencanaan. Tapi sebaik apa pun rancangan kita itu, tentu kita harus ingat menyerahkannya pada Tuhan, bukan? Ingat: “Banyaklah rancangan di hati manusia, tapi keputusan Tuhanlah yang terlaksana” (Amsal 19:21)

Lalu, mengapa tidak sekarang sja kita mendoakan seluruh rencana kita kepada Allah Bapa? Bukankah “Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah?” (Roma 8:28). Ia akan turut bekerja untuk membantu Anda mewujudkan rancangan dan rencana Anda.

Doa: Allah Bapa yang ada di surga, Engkau sungguh mengetahui rencana dan rancangan hatiku. Hendaklah itu sebagai rancangan yang adil dan benar di hadapanMu. Engkaulah yang mewujudkannya bagiku melalui tuntunanMu dan sesuai dengan kehendakMu. Amin.

About the author

Pdt. Reinhard PP Lumbantobing Pdt. Reinhard PP Lumbantobing, S.Th adalah pendeta Gereja HKBP yang sekarang tinggal dan melayani jemaat di Pos Pelayanan Pagardin, HKBP Pamor Ganda, Bengkulu Utara. Anak dari Pdt. Robert Lumbantobing, SMTh yang sekarang melayani di HKBP Petojo Jakarta Barat. Peran utamanya di situs ini adalah sebagai editor dan penulis tetap. Tulisannya yang Anda baca kebanyakan adalah Khotbah Minggu, Renungan Harian, dan sejumlah artikel lain.

Komentar terbaik Anda:

XHTML: Anda dapat menggunakan kode-kode ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Eastertide