
Apa maksud perkataan “kerja keras adalah energi kita”? Kata-kata ini sepertinya sulit dipahami. Bagaimana mungkin kerja keras bisa menjadi energi kita? Kita tahu, kerja keras membutuhkan daya, tenaga, upaya, dan curahan perhatian. Berarti dalam hal ini, seharusnya kerja keraslah yang memerlukan energi, bukan malah menjadi energi/kekuatan itu sendiri. Slogan ini tidak masuk akal!
Eits, tunggu dulu. Agar dapat memahami kata-kata “Kerja keras adalah energi kita”, kita harus terlebih dahulu memandangnya sebagai sebuah etos kerja. Apa contoh dan maksud etos kerja itu, coba lihat postingan saya yang berjudul “Apakah saya seorang kuli?” Etos kerja itu ibarat sikap atau motivasi kerja seseorang. Etos kerja yang dianut seseoranglah yang menentukan bagaimana seseorang melakukan segala pekerjaannya. Apakah, misalnya malas-malasan atau rajin; apakah asal selesai atau ingin mencapai hasil yang terbaik.
Untuk mencapai sebuah kesuksesan, tentu kita harus bekerja keras. Ibarat seorang sprinter, kita tidak dapat mencapai jarak 100 meter selama 10 detik kalau kita hanya berjalan santai. Kita harus berlari memanfaatkan waktu yang hanya 10 detik itu, dengan sekencang-kencangnya dengan sekuat tenaga. Kita harus menghabiskan segenap daya dan pikiran, serta mencucurkan keringat untuk mencapai jarak itu. Itulah yang dinamakan kerja keras, yakni saat dimana segala kesempatan dan waktu yang ada dipergunakan sebaik mungkin; juga saat dimana segala pikiran dan tenaga kita tercurahkan untuknya.
Semangat untuk bekerja keras merupakan tenaga penggerak yang diperlukan setiap orang untuk mencapai hasil maksimal saat bekerja. Kita tidak dapat mencapai hasil terbaik jika hanya bersantai-santai. Kehendak untuk bekerja keras harus menjadi slogan bagi setiap orang. Kerja keras inilah modal dan motivasi satu-satunya, tenaga dan energi yang akan membawa kebanggaan di mata dunia.
Dalam hal ini, jika PT. Pertamina (Persero) akan segera merayakan ulang tahunnya yang ke -52, ia harus kembali merujuk pada kata-kata Kerja Keras adalah Energi Kita. Perayaan ulang tahun bukanlah saat dimana kita hanya tersenyum tak menentu. Bukan pula saat kita hanya meniup lilin di atas kue tak bermakna. Merayakan ulang tahun juga bukan saat kita menyempatkan diri untuk beristirahat sejenak dari rutinitas kita. Tetapi, saat merayakan ulang tahun, kita harus tersenyum melihat apa yang akan kita lakukan esoknya setelah mengevaluasi hasil pekerjaan kita selama ini. Bukan senyum kebahagiaan yng semu, tapi senyuman mantap atas hari esok yang akan lebih baik; melihat keberhasilan apa yang harus dicapai esok harinya.
Selama ini banyak produk yang dihasilkan oleh PT. Pertamina bagi bangsa Indonesia. Produk-produk itu semua tentunya adalah hasil kerja keras. Telah dicurahkan segenap pikiran, waktu dan tenaga untuk memberikan inovasi-inovasi terbaru bagi bangsanya. Indonesia telah merasakan selama lebih dari 51 tahun pengabdiannya. Akan tetapi, satu hal yang masih perlu diperhatikan PT. Pertamina. Jika selama ini produk-produknya adalah hasil dari kerja keras, maka seharusnya ia juga dapat menciptakan kerja keras itu sebagai sebuah produk. Jika selama ini bensin, solar, dan pelayanannya adalah produk dari kerja keras, maka harapan saya, Pertamina juga menularkan budaya kerja kerasnya bagi bangsanya. Artinya tidak cukup hanya Pertamina saja yang berbudaya kerja keras , tetapi ia juga harus membudayakan kerja keras itu di tengah-tengah bangsanya.
Dengan cara ini, Pertamina diharapkan tidak hanya menciptakan produk untuk profit keuangannya saja, tetapi juga harus menciptakan profit bagi mentalitas bangsanya. Manusia-manusia di negeri ini sekarang miskin semua (baca: mentalitas yang miskin). Ia tidak punya apa-apa sehingga ia harus korupsi. Ia tidak dapat mengandalkan apa-apa sehingga harus mengandalkan kolusi dan nepotisme. Apa penyebabnya? Bukan karena ia kikir saja, tetapi karena tidak mempunyai budaya kerja keras! Ia tidak bisa mengandalkan hasil jerih payahnya sendiri. Oleh karena itu, jika PT. Pertamina juga benar-benar ingin Indonesia juga membanggakan di mata dunia, ia harus berusaha lebih keras lagi.
Maksud saya ini misalnya dapat dilakukan Pertamina dengan mengembangkan pendidikan di tempat ia hadir. Sebagai contoh adalah keberadaan Operasi Daerah Produksi Pertamina yang ada di daerah Pangkalan Brandan. Daerah Pangkalan Brandan merupakan salah satu daerah eksplorasi ladang minyak tertua di Indonesia. Pertanyaannya, sudah sejauh mana daerah Pangkalan Brandan, sejak Pertamina mengelolanya mengalami kemajuan yang berarti?PT. Pertamina tidak boleh hanya mengutamakan kepentingan dirinya dengan misalnya hanya membangun jalan, perumahan pegawai, dan lain sebagainya. Ia juga harus berjasa bagi masyarakat di sekelilingnya dengan mendirikan sejumlah fasilitas pendidikan yang bermutu minimal untuk radius 100 km. Ia harus berperan dalam meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) masyarakat sekelilingnya, sehingga PT. Pertamina bukan hanya membanggakan dirinya sendiri. Akan tetapi juga semua orang disekitarnya dapat benar-benar membanggakannya.
Dengan cara demikianlah kata ‘kita’ dalam slogan “Kerja keras adalah energi kita” dapat memiliki arti. Kata ‘kita’ itu tidak hanya menunjuk pada PT. Pertamina dan jajarannya. Kata ‘kita’ itu harus menjadi ‘kita’ yang sesungguhnya, yakni semua orang Indonesia. Dengan cara demikianlah slogan tersebut bukan hanya etos kerja milik Anda, melainkan menjadi etos kerja orang Indonesia!

Februari 17th, 2010 at 17:57
I do truly like your great release! Can you create the term paper essays as example? Because I do know that a masters sociology essay service could write custom research papers of perfect quality.