Khotbah 1 Timotius 6:11-19 | Jalan Pintas ke Surga

February 16, 2010 by:

Tema Khotbah: Bertekun dalam Pertandingan ImanKhotbah Yeremia 10:6-10 | Gereja tanpa Palang Salib. Read more ... »

Saat melalui jalan yang panjang dan berliku-liku, kita sering mengharapkan semoga ada jalan pintas yang dapat dilalui. Jalan pintas akan menghindarkan diri kita dari perjalanan panjang yang melelahkan. Waktu tempuh juga akan semakin efisien dan barangkali, kita tidak akan terjebak macet.

Sayangnya hal ini tidak berlaku saat kita ingin mencapai surga. Untuk mencapai surga itu, kita harus menelusuri jalur yang telah ditentukan. Tidak ada jalan pintas yang dapat dijalani. Mengandalkan nepotisme tidak bisa(seperti yang dibayangkan oleh YakobusKhotbah Yakobus 1: 17-27 | Dengarkan dan Lakukanlah Firman Tuhan. Read more ... » dan Yohanes – Markus 10:37). Mengandalkan uang juga tidak mungkin (seperti dengan membeli Surat Penghapusan Dosa).

Dalam perikop ini, Paulus mengandaikan kehidupan orang Kristen itu sebagai sebuah pertandingan iman. Seperti olimpiade yang mungkin sering ia lihat di jamannya, peserta olimpiade harus berlari dengan sekuat tenaga sesuai dengan jalur yang ditentukan untuk mencapai garis finish.

Nah, kehidupan Kristen itu dibayangkan Paulus identik dengan keadilan, ibadahPersembahan Hidup sebagai Bentuk Ibadah yang Sejati. Read more ... », kesetiaan, kasih, kesabaran, dan kelembutan. Itulah hal-hal yang harus dikejar oleh setiap orang Kristen. Mengapa harus repot-repot mengejarnya? Karena untuk itulah kita dipanggil (I Timoteus 6:12). Kita dipanggil untuk menyuarakan keadilan, beribadah kepada Tuhan, menjaga kesetiaan, menunjukkan kasih, mengandalkan kesabaran, dan mengutamakan kelembutan. Panggilan itu dapat diibaratkan sebagai jalan yang harus ditempuh. Tujuan akhirnya adalah “saat Tuhan Yesus Kristus menyatakan diriNya” (I Timoteus 6:14).

Memang seringkali lidah kita terasa kaku untuk menyuarakan keadilan. Seringkali ibadah kita hanya berupa rutinitas hidup yang tidak berarti. Seringpula kesetiaan hanya dimulut (mata tidak ikut). Seringkali kasih itu tidak dapat kita ungkapkan dengan mudah. Ketidaksabaran juga lebih sering kita alami. Kelembutan juga hanya ditampilkan saat kita punya maksud tertentu. Namun, inilah sebabnya ia disebut sebagai sesuatu yang harus dikejar terus-menerus. Jalan itu – betapapun seringnya kita harus menginjak kerikil yang membuat kaki kita kesakitan – harus kita jalani. Betapapun harus tersandung karena terperosok ke lubang, kita harus bangkit untuk tetap berusaha menelusurinya. Itulah, yang dinamakan Paulus sebagai pertandingan! Hanya orang yang bisa bertahan dalam latihan keras yang mampu bertanding. Hanya orang yang bisa bangkitlah yang bisa bertahan. Dan hanya orang yang bisa bertahanlah yang bisa memenangkan mahkota kemenangan itu. Selamat bertanding, Tuhan menyertai Anda sekalian! :) Amin.

Pdt. Reinhard PP Lumbantobing, S.Th adalah pendeta Gereja HKBP Cilincing Ressort Jatiwaringin. Menikah dengan Ibu Pdt. Melati Butarbutar dan telah dikaruniai dengan seorang putri. Anak dari Pdt. Robert Lumbantobing, SMTh ibu boru Munthe yang sekarang melayani di HKBP Petojo Ressort Petojo Jakarta Barat. Pendeta Reinhard adalah founder dari pargodungan.org.