Khotbah Matius 7:15-23 | Siapa yang Masuk Surga?

August 10, 2012 by:

Kalau menonton televisi, barangkali Anda pernah melihat bagaimana seorang fans saat mengelu-elukan idolanya. Ada fans yang mengejar-ngejar sambil berteriak memanggil nama, “Justin, Justin!”; ada yang fans yang menangis tersedu-sedu karena menyaksikan idolanya secara langsung; ada fans yang bergaya bak idolanya sebagai protes karena konser idolanya tidak jadi digelar di Indonesia. Pokoknya masing-masing fans punya gaya sendiri saat menunjukkan ‘kegilaannya’ pada sang idol.

Tapi, Anda sendiri bisa menduga bahwa sang idola tidak mungkin mengenal satu-persatu fansnya. Meskipun mereka sudah rela panas-panasan mengantri untuk bertemu atau meminta foto dan tandatangannya, ia barangkali tidak ingat pernah member tandatangan atau berfoto dengan sang fans. Meskipun barangkali sang fans mampu menyebut nama lengkap dan dapat membeberkan segala hal tentang idolanya dengan akurat; sayangnya sang idola belum tentu menganggap itu sebagai sesuatu yang ‘wah’. Dan meskipun sang fans telah rela menghabiskan uang, waktu dan perhatiannya demi sang idola, belum tentu sang idola itu menganggapnya sebagai sesuatu yang layak dihargai. Sayang seribu kali sayang!

***

Deskripsi di atas barangkali dapat membantu kita memahami saat Yesus mengatakan, “Bukan setiap orang yang berseru kepadaKu: Tuhan, Tuhan! Akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga!” Ya! Seringsekali orang memperlakukan Yesus bak seorang fans memperlakukan idolanya. Seseorang dapat mengetahui dan membeberkan segala hal tentang Yesus dengan luar biasa baik. Seseorang dapat berkhotbah dan memberitakanRenungan Daniel 4:2 | Memberitakan Injil Lewat Iman. Baca ... » injilRenungan Daniel 4:2 | Memberitakan Injil Lewat Iman. Baca ... » tentang Yesus Kristus secara menakjubkan. Seseorang dapat mengusir setan dan menaklukkan ‘kuasa-kuasa kegelapan’ layaknya Tuhan Yesus sendiri yang melakukannya. Akan tetapi, meskipun ia dapat melakukannya, Yesus Kristus sendiri tidak berkenan atas seluruh ‘pengorbanan’ yang telah dilakukannya. Mengapa? Karena ia memperlakukan Yesus sebagai idola, bukan sebagai muridNya.

Banyak orang yang bertindak dalam nama Yesus Kristus, tetapi tidak banyak yang hidup sesuai dengan kehendak Allah Bapa. Misalnya saja Marjoe Gortner. Ia adalah seorang anak pewarta Injil yang telah memulai karirnya di usia empat tahun. Ketika memasuki usia akil balik, Marjoe mulai mencari nafkah sebagai pewarta Injil yang berkhotbah di tenda-tenda. Ia menjadikan ribuan orang beriman dan meraup jutaan dolar. Akhirnya, di usia dua puluh delapan tahun ia mengaku kepada dirinya sendiri bahwa ia tidak mempercayai sedikit pun dari semuanya itu dan memutuskan untuk berhenti.

Dalam sebuah film dokumenter, Marjoe Gortner ditampilkan saat sedang berbicara dalam bahasa roh, menitikkan air mata buaya, memohon dana, mengkhotbahkan api dan belerang, memberikan undangan, dan memimpin mereka-mereka yang baru beriman dalam doa pengakuan dosa; lalu di belakang panggung ia tampak tertawa, menghitung uang persembahan, dan menjelaskan ke kamera, setiap trik yang digunakannya dalam pelayanannya itu. Ia melakukannya seperti Val Valentino saat sedang membongkar dan mempertunjukkan bagaimana rahasia sulap yang dilakukannya.

***

Firman Allah dalam Matius 7:15-23 ini mengarahkan Anda dan saya untuk memperhatikan beberapa hal:

Pertama, hanya orang yang melakukan kehendak Bapa-lah yang layak masuk ke dalam kerajaan sorga. Ia dapat mengenal isi hati dan tingkah-laku manusia. Ia dapat mengenal tipu-muslihat yang dilakukan seseorang terhadap diriNya. Meskipun manusia dapat dibohongi oleh orang-orang seperti ini, tetapi Allah tidak akan meluputkan dia. Dengan hal ini, Anda dan saya diajak untuk tetap setia dan selalu berkenan untuk mengikuti jalan Allah, bukan kehendak Anda atau saya sendiri.

Kedua, kita diajak untuk memperhatikan setiap pengajar sesat yang berusaha menjauhkan kita dari pengenalan akan Allah yang sesungguhnya. Bagaimanapun juga, Yesus menolong kita untuk mengenali tipu daya dari para penyesat ini. Yesus berkata, “Dari buahnyalah kamu akan mengenal dia” (Matius 7:16). Kualitas sebuah buah tidak hanya kelihatan dari betapa rimbunnya daun pohonnya. Kualitas buah juga tidak hanya kelihatan dari seberapa kokoh dan tinggi batangnya. Kualitas sebuah buah ketahuan dari rasanya. Maka, lihatlah seseorang dari perbuatan dan tingkah lakunya. Maka kita akan dilepaskan dari tipu daya penyesat yang akan menjauhkan kita dari Allah.

Amin.

Pdt. Reinhard PP Lumbantobing, S.Th adalah pendeta Gereja HKBP Cilincing Ressort Jatiwaringin. Menikah dengan Ibu Pdt. Melati Butarbutar dan telah dikaruniai dengan seorang putri. Anak dari Pdt. Robert Lumbantobing, SMTh ibu boru Munthe yang sekarang melayani di HKBP Petojo Ressort Petojo Jakarta Barat. Pendeta Reinhard adalah founder dari pargodungan.org.