Khotbah Yohanes 6:24-35 | Mengisi Kehidupan Rohani

August 3, 2012 by: 0

Khotbah Minggu IX setelah Trinitatis: Mengisi Kehidupan Rohani - Yohanes 6:24-35Sering sekali orang menganggap bahwa kehidupan itu hanya soal usaha untuk bertahan hidup. Tidak heran, banyak orang yang mendedikasikan kehidupannya hanya untuk memperoleh kesejahteraan. “Jika saya sejahtera – atau lebih baik lagi menjadi orang kaya – maka saya dan keluarga saya akan dapat bertahan hidup di dunia yang sulit ini,” demikian sering kita dengar. Dengan pemahaman yang demikian, kehidupan direduksi menjadi hanya sebatas mencari kemudahan dalam hidup dan menemukan jaminan atas kebutuhan lahiriah.

Orang-orang yang mencari Yesus sampai ke Kapernaum ini juga punya pola pikir yang demikian. Mereka mencari Yesus karena mengira bahwa Yesus dapat menjamin kehidupan lahiriah mereka. Ini didasarkan pada keyakinan bahwa jika Mesias sudah datang, maka mereka akan diberikan lagi Manna setiap hari sebagaimana yang dialami nenek moyang mereka di padang gurun. Mereka sudah pernah melihat Yesus memberi makan lebih dari 5000 orang. Dan orang-orang ini juga berharap dapat memperolehnya setiap hari. Mereka ingin mendapatkan jaminan dan kemudahan yang sama setiap hari.

Akan tetapi, Firman Allah pada minggu ini mengarahkan kita pada satu segi lain yang tidak boleh kita lupakan. Kehidupan itu bukan hanya soal jasmani, akan tetapi juga soal rohani. Betapa sering orang berusaha mati-matian untuk mengisi perut namun melupakan kehidupan kerohaniannya. Itu sebabnya dengan terus terang Yesus berkata pada mereka, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang.” Yesus tahu (dan merasa kasihan juga), karena mereka mencariNya hanya demi memenuhi kebutuhan lahiriah mereka.

Seorang penulis bernama George Orwell pernah mengatakan, “Saya teringat akan suatu trik yang agak kejam yang pernah saya mainkan terhadap seekor serangga. Ia sedang menyedot selai di piring saya, dan saya potong dia menjadi dua. Ia tidak memperhatikannya, terus saja menikmati makanannya, sementara dari tubuhnya yang terbelah itu mengalir selai. Baru setelah ia berusaha terbang kembali lah ia sadar akan hal mengerikan yang telah terjadi kepadanya. Demikian pulalah halnya dengan manusia modern. Yang telah terpotong adalah jiwanya.” Maksudnya, manusia modern cenderung terhipnotis oleh usaha pemenuhan kebutuhan hidupnya. Namun, bagitu asyiknya mereka dalam usahanya sampai tidak sadar bahwa mereka telah melupakan satu hal yang sangat penting dalam hidupnya. Apa itu? Yesus menjawab kita: “Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya."

Pertanyaannya adalah, bagaimanakah kita memperlakukan Yesus saat ini dalam kehidupan kita? Apakah kita mencariNya karena berharap Allah dapat memperkaya kita secara finansial? Apakah kita mencariNya karena menginginkan hal-hal yang tidak rohaniah? "Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi,” ucap Yesus. Carilah Tuhan untuk mengisi kehidupan rohani Anda. Jangan biarkan saldo kerohanian Anda kosong melompong, sehingga Anda miskin secara rohaniah. Amin.

Share this Story

Pdt. Reinhard PP Lumbantobing, S.Th adalah pendeta Gereja HKBP Cilincing Ressort Jatiwaringin. Menikah dengan Ibu Pdt. Melati Butarbutar dan telah dikaruniai dengan seorang putri. Anak dari Pdt. Robert Lumbantobing, SMTh ibu boru Munthe yang sekarang melayani di HKBP Petojo Ressort Petojo Jakarta Barat. Pendeta Reinhard adalah founder dari pargodungan.org.

Add a Comment on "Khotbah Yohanes 6:24-35 | Mengisi Kehidupan Rohani"

Follow us

Christian Quotes

“Take your Bible and take your newspaper, and read both. But interpret newspapers from your Bible.” - Karl Barth

Humor Kristen

Di tengah perjalanan, sebuah pesawat penumpang mengalami gangguan pada salah satu mesin jetnya. Penumpang mengetahui hal itu dan suasana menjadi panik. Sang pilot muncul dari kokpit untuk menenangkan suasana, katanya: "Penumpang dimohon untuk tetap tenang. Walaupun mesin jet kita tinggal 3 buah, namun di antara kita ada 5 orang pendeta. Saya yakin kita akan selamat sampai ke tujuan!!" Seorang ibu tua berdiri dan berkata pada pilot: "Maaf, saya merasa lebih tenang jika kita memiliki 5 mesin jet dengan 3 orang pendeta daripada 3 mesin jet dengan 5 orang pendeta!!!" | Klik LIKE jika Anda suka!