Jangan, saya belum mampu! Saya saja, gampang koq! Sudah saya katakan, dia tidak mampu, cari orang lain saja! Cukup banyak yang memberikan respon jika berbicara tentang pemilihan pemimpin. Nah, bagaimana menurut anda?
setiap orang diserahkan tugas untuk memimpin. Ada yang jadi ketua kelas, kepala rumah tangga, pimpinan perusahaan, pimpinan organisasi, pimpinan lembaga-lembaga, pimpinan perusahaan, bahkan anggota DPR, pimpinan Departemen kenegaraan, dan lain-lain. Sangat beraneka ragam jabatan kepemimpinan. Sulit dan gampang, penuh tanggung jawab, memiliki kharisma dan lain sebagainya. Macam-macam komentar dan buku yang telah ditulis untuk menunjukkan kepada orang banyak tentang seni kepemimpinan. Kiat-kiat sukses serta segala tantangan menjadi satu di dalam buku-buku.
Negara Indonesia juga sedang sibuk dengan rebut-merebut kursi pemimpin. Calon anggota DPR melakukan segala cara untuk merebut perhatian rakyat. Rakyat disuguhkan dengan berbagai aksi sosial dan pembangunan dari skala kecil hingga besar, dengan harapan rakyat memilih mereka. Ops…. bahkan ada juga yang memberikan sejumlah uang agar mereka dipilih. Macam-macam aja di negara kita ini.
Walau secara umum banyak yang berbicara tentang pemimpin, hendaknya jangan lupa apa kata firman TUHAN tentang pemimpin. Nas firman TUHAN kali ini berbicara tentang itu. Pemimpin disebut dengan gembala dan rakyat disebut dengan domba-domba. Apa yang disebutkan di dalam Kitab Yehezkiel ini sangat nyata terjadi di dalam kehidupan sehari-hari, di mana pun di seluruh dunia.
TUHAN mempercayakan dan menyerahkan domba-dombanya untuk digembalakan. Namun Dia kecewa kepada gembala domba-dombaNya. Di antara domba sakit, namun tidak dirawat, hilang namun tidak dicari, tercerai-berai namun tidak dikumpulkan, lapar dan haus namun tidak dibawa ke padang yang penuh rumput dan air. Gembala tidak sungguh-sungguh melaksanakan tugasnya. Pemilik domba-domba itu akan mengambil domba-dombanya kembali. Dia berseru: Aku sendiri akan memperhatikan domba-dombaKu dan akan mencarinya. Aku akan menggembalakan mereka di rumput yang subur dan penuh air. Aku akan mencari yang hilang, yang tersesat. Yang luka akan Kubalut, yang sakit akan Kukuatkan, yang gemuk dan kuat akan Kulindungi. Aku akan menggembalakan sebagaimana seharusnya. TUHAN Allah sungguh kecewa dengan manusia yang telah diberi mandate untuk menjadi pemimpin umat manusia. Keputusan telah ditetapkan TUHAN. Keputusan ini tentu mempunyai konsekuensi.
Apa yang sesungguhnya sedang terjadi?
Gembala adalah setiap orang yang telah diberikan tugas untuk memimpin umat manusia. Dalam dunia modern, banyak lembaga yang dipimpin oleh orang-orang yang dipercayakan untuk mewujudkan kehidupan yang lebih baik. Namun apa yang terjadi? Harapan tinggal harapan. Para pemimpin itu hanya memuaskan kebutuhan pribadinya. Tidak melihat orang-orang yang dipimpin.
Manusia membutuhkan seorang pemimpin yang takut akan TUHAN!
Sebagian dari domba-domba itu merayu gembala agar hanya memperhatikan kebutuhan mereka saja. Gembala itu pun terbujuk oleh rayuan domba-domba sesat, yang hanya memikirkan diri mereka sendiri.
Telah terjadi dua kejahatan sekaligus. Pertama, bahwa gembala tidak melakukan tugasnya sesuai dengan perintah TUHAN. Kedua, bahwa sebagian dari domba-domba berkoalisi bersama-sama dengan gembala agar memperhatikan mereka saja.
Tidak ada cara lain untuk menyelamatkan domba-domba tersebut, selain dari TUHAN sendiri yang akan menggembalakan domba-dombaNya. Kuasa yang telah diserahkan oleh TUHAN akan segera dicabut dari gembala-gembala yang sesat dan jahat. Siapakah itu? Setiap pemimpin hendaknya merenungkan bahwa kedudukan dan kekuasaan yang ada padanya berasal dari TUHAN.
Bumi penuh dengan kasih setia TUHAN. Tetapi manusia tidak memiliki kasih setia itu. TUHAN akan bertindak. Hukuman bagi gembala dan domba yang jahat telah disiapkan. Kasih setia TUHAN tetap bersama-sama dengan umatnya yang selalu setia kepadaNya. Luka-luka, rasa sakit, lapar dan haus, tercerai-berai dari umat yang setia kepadaNya akan dipulihkan.
Manusia telah tercerai berai oleh berbagai kekerasan, fisik dan non-fisik. Sakit hati, luka-luka batin dan jasmani, depresi, melanda dunia. Setiap hari manusia berbicara tentang investasi, pemulihan, dan segala macam panji-panji yang seakan membawa angin segar bernama pembebasan. Tetapi hal itu tidak kunjung datang.
Minggu Miserekordias Domini mengingatkan betapa bumi penuh dengan kasih setia TUHAN. Jika sang pencipta penuh kasih setia, mengapa manusia tidak berusaha untuk itu? Amin.


