Khotbah Minggu Pentakosta: Roh Kudus, Naungi jugalah kami pada saat ini! – Kisah Para Rasul 2:1-8

Setelah Yesus Kristus naik ke surga, para murid memutuskan untuk mencari pengganti Yudas Iskariot. Dalam sebuah pemilihan, terpilihlah Matias. Tibalah masa Pentakosta, para murid masih tinggal di Yerusalem sebagaimana perintah Yesus Kristus. Pagi itu, tidak diduga mereka, Roh Kudus sebagaimana yang telah Yesus Kristus janjikan menaungi mereka. Suatu bunyi seperti tiupan angin keras terdengar. Roh Kudus menaungi mereka bagai lidah api, dan mereka mulai berkata-kata dalam bahasa yang tidak mereka kuasai (bnd. Ayat 9-11). Orang banyak memperhatikan mereka serta keheranan, sebab mereka mendengar para murid itu berbicara dalam bahasa orang mereka.
Roh Kudus telah memampukan mereka berbicara dalam bahasa yang tidak mereka kuasai untuk menyatakan kuasa Allah yang menaungi mereka. Peristiwa ini adalah salah satu jawaban untuk pertanyaan seputar bahasa Roh. Apa itu bahasa Roh? Apakah itu adalah sebuah bahasa yang kata-katanya tidak teratur dan seakan-akan dengan mulut yang komat-kamit tanpa arti? Tidak. Melalui penjelasan nas ini, saya memahami bahwa bahasa Roh itu adalah kemampuan berkata-kata menurut bahasa asing yang sama sekali tidak pernah dipahami atau dipelajari, yang dengannya orang lain mengerti apa yang dikatakan oleh seseorang itu. Namun, banyak yang mengklaim telah berbahasa Roh, berkata-kata dengan bahasa asing, padahal dia berkata-kata secara tidak teratur dan orang lain tidak mengerti apa yang dia katakan. Berhati-hatilah terhadap penyesat akan penjelasan teologis dari bahasa Roh. Coba renungkan pasal 2:1-13 ini dengan baik-baik.

Melalui peristiwa turunnya Roh Kudus kita dapat memahami bahwa:

  1. Yesus Kristus tetap setia pada janji-Nya. Ketika Yesus Kristus berbicara tentang perpisahanNya, Dia menjanjikan kepada para murid untuk memberikan Roh Kebenaran sekaligus Penghibur.
  2. Roh Kudus adalah wujud Nyata kasih Allah, penyertaanNya kepada seluruh ciptaan, yang memberikan kekuatan, semangat serta penghiburan kepada setiap orang yang percaya untuk menjadi saksinya hingga ke ujung bumi.
  3. Roh Kudus adalah Roh yang memberikan pengertian tentang dan kesaksian tentang perbuatan Allah yang dahsyat. Roh yang meneguhkan iman percaya serta memampukan orang untuk percaya kepada Allah.
  4. Dengan demikian, setiap orang hendaknya memohon kepada Allah di dalam Yesus Kristus untuk dicurahkan Roh Kudus, agar ketika lemah akan dikuatkan, putus asa diberi harapan, patah hati diberi semangat, takut diberi keberanian untuk bersaksi.

Dengan demikian setiap orang dapat tetap percaya, bahwa Yesus Kristus adalah Allah yang tetap setia terhadap janjiNya. Roh Kudus telah diberikan kepada setiap orang, untuk memahami kebenaran Allah. Yesus Kristus juga tetap sama hingga sekarang, dia memberikan Roh Kudus untuk menghibur, menguatkan, memberi semangat, memberi keberanian kepada setiap orang untuk menjadi saksiNya bagi seluruh dunia. Bersaksilah, katakanlah tentang kebenaran, sebab Yesus Kristus telah memberi kemampuan untuk melakukannya. Selamat Hari Raya Pentakosta.


Holy Saturday