Kehidupan Yesus adalah kehidupan doa. Meskipun hari-hariNya penuh dengan kegiatan pelayanan dan sibuk berkeliling untuk memberitakan Injil, Ia tidak pernah kehilangan waktu untuk berdoa. Dengan berdoa, Ia masuk dalam hubungan pribadi yang erat dengan Allah BapaNya.
Melihat kehidupan Yesus, para murid akhirnya tertarik untuk mengetahui bagaimana cara berdoa. Mereka ingin meniru cara dan sikap Yesus dalam berdoa.
Namun, bagaimanakah cara untuk berdoa? Sedikitnya ada lima hal yang bisa Anda jadikan sebagai panduan, sesuai dengan perikop khotbah minggu ini:
1. Masuklah dalam suasana hubungan yang pribadi dan khusyuk dengan Allah.
Hubungan Anda dengan Allah harus khusyuk saat berdoa. Bukan dalam suasana yang hingar-bingar. Sebab bagaimana mungkin kita memusatkan hati pada Allah jika ada suara-suara yang mengganggu di sekeliling kita? Yesus selalu menyempatkan diri berdoa dalam suasana damai dan tenteram. Tidak heran mengapa Ia sering berdoa sendirian saat hari masih pagi-pagi sekali. Dan itu juga sebabnya Yesus pernah mengatakan agar berdoa kepada Bapa di tempat yang tersembunyi (Matius 6:5-6).
2. Berdoalah dengan sepenuh hati Anda dan dengan penuh keterbukaan.
Berdoa, selain dalam suasana khusyuk juga harus dengan sepenuh hati. Ini menyangkut ketulusan dan keterbukaan hati. Pernahkah Anda melihat anak kecil? Mereka jarang berbohong atau meyembunyikan sesuatu dari pikiran dan perkataannya. Demikian pula dalam doa pribadi, tidak ada yang dapat kita tutupi dari Allah. Itu juga sebabnya Tuhan mengajarkan dalam Doa Bapa Kami untuk mengatakan “Ampunilah kesalahan kami…” Kelihatan bahwa kita sedang membuka hati dan mengakui kesalahan yang kita perbuat. Ini disebut berdoa dalam kebenaran.
3. Bersikaplah spesifik dalam doa pribadi
Dalam doa pribadi hendaklah lebih spesifik menyampaikan isi doa tersebut. Dalam Yohanes 17, Anda dapat melihat bahwa Tuhan Yesus mendoakan murid-muridNya dengan doa yang sangat spesifik. Dalam Doa Bapa Kami pun demikian. “Berikanlah makanan kami yang secukupnya”, merupakan doa yang sangat menjurus pada tujuannya.
4. Utarakan sikap/perbuatan Anda serta janji dan komitmen Anda kepada Allah
Pernyataan “seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami”, punya dua makna. Pertama kita menyatakan apa yang kita lakukan dalam kehidupan kita kepada Tuhan. Ephorus HKBP Pdt. Dr. Bonar Napitupulu sering mengatakan bahwa kita harus sering mengatakan kepada Tuhan apa yang kita lakukan sepanjang hari itu. Saya kira hal itu sangat bermanfaat untuk kita lakukan. Sementara itu dalam pengertian yang kedua, kita juga perlu mengungkapkan janji/komitmen dan tindakan yang akan kita lakukan di dalam doa. Dengan menyatakan “Seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami”, kita menyatakan komitmen untuk terus menerus mengampuni orang lain. Nah, oleh karena itu sangat baik jika Anda menyatakan janji tentang komitmen Anda kepada Allah.
5. Berdoalah senantiasa
Yesus tidak berdoa hanya saat Ia membutuhkan sesuatu. Ia berdoa secara teratur, bukan karena rutinitas. Keteraturannya dalam doa disebabkan oleh karena keinginanNya untuk menguduskan Tuhan terus-menerus dalam hidupnya. Tidak heran kalau Ia mengajarkan, “Bapa kami yang di surga, dikuduskanlah namaMu”. Demikian pula, Anda harus berdoa terus-menerus sebagai pengakuan terhadap kekudusan Allah.
Terakhir. Agar Anda tahu cara berdoa mintalah petunjuk dan pengajaran Tuhan. Murid-murid bukan tidak tahu cara berdoa. Anda pun bukan tidak tahu cara berdoa. Akan tetapi kita sadar bahwa doa yang kita panjatkan tidak akan pernah cukup dan memadai jika tidak membiarkan Tuhan mengajari kita. Itulah sebabNya kita harus mengatakan sebagai penutup doa kita: “Di dalam nama Tuhan Yesus, aku berdoa.”
Amin.





