Khotbah Minggu Sexagesima: TUHAN adalah Allah Penyembuh – 2 Raja-Raja 5:1-14

Introitus:
“Masuklah, marilah kita sujud menyembah, berlutut di hadapan TUHAN yang menjadikan kita. sebab Dialah Allah kita, dan kitalah umat gembalanya dan kawanan domba tuntunan tanganNya (Mazmur 95:6-7).

Pendahuluan

Setiap orang ingin selalu sehat. Berbagai tawaran diberikan oleh pakar kesehatan untuk memperoleh kondisi kesehatan yang optimal. Obat-obatan, vitamin, peralatan olah raga diciptakan untuk mewujudkan kondisi kesehatan yang optimal. Banyak orang rela menghabiskan jutaan rupiah bahkan lebih untuk demi kesehatan tubuhnya. Lebih dari itu, tidak peduli berapa jauh jarak yang ditempuh ke tempat perobatan, orang akan tetap pergi ke sana demi kesehatan. Manusia juga terus melakukan penelitian dan penemuan obat-obatan dan alat medis guna menaklukkan berbagai penyakit yang mengancam kesehatan. Bahkan bukan hanya kesehatan manusia, tetapi kesehatan binatang dan tumbuh-tumbuhan juga.  

* * *

khotbah minggu sexagesima 2 raja-raja 5:1-14 Seiring dengan kemajuan zaman, penciptaan alat-alat produksi yang canggih serta pemenuhan kebutuhan hidup manusia menjadi ancaman bagi kesehatan. Banyak pakar kesehatan serta lingkungan hidup menyatakan bahwa limbah produksi kebutuhan hidup manusia itu sendiri telah menjadi sumber petaka bagi kesehatan. Makanan, minuman, alat kosmetik, obat-obatan dan pupuk yang diproduksi mengandung bahan kimia berbahaya yang menjadi bibit penyakit. Selain daripada itu limbah yang berasal dari pabrik juga mencemari ekosistem tanah, air dan udara, yang melalui sirkulasi alam juga sampai ke tubuh manusia.

Di Indonesia, banyak jasa pengobatan berbagai penyakit yang diklaim dilakukan secara tradisional. Jasa pengobatan itu sangat laris karena selain kurangnya kemampuan ekonomi, banyak masyarakat yang lebih percaya pengobatan tradisional dari pada modern. Satu layanan jasa mengklaim dapat menyembuhkan 10 jenis penyakit bahkan lebih. Selain dari pada itu pola pikir masyarakat juga masih dipengaruhi oleh kepercayaan kuno, bahwa beberapa dari penyakit itu bukan disebabkan kelainan pada sistem tubuh, tetapi karena ada kekuatan magis yang menyerangnya. Maka, jasa pengobatan secara magis pun laris dikunjungi. Pengobatan-pengobatan dilakukan dengan kekuatan roh yang diyakini memiliki kuasa penyembuhan.

Pendalaman Teks
Nas kita kali ini berbicara Naaman, seorang panglima perang Kerajaan Aram. Naaman menderita sakit kusta. Suatu ketika, gerombolan orang Aram membawa tawanan seorang anak perempuan dari negeri Israel. Anak perempuan ini menjadi pelayanan untuk istri Naaman. Gadis itu berkata kepada Istri Naaman bahwa di Samaria ada seorang Nabi yang mampu menyembuhkan sakit Kusta yang diderita Naaman. Istri Naaman mengatakan hal itu kepada Naaman. Akhirnya Naaman memohon kepada raja Aram agar diberi izin pergi ke negeri Israel untuk bertemu Nabi yang dikatakan anak perempuan itu. Raja Aram membekali Naaman sepucuk surat untuk disampaikan kepada raja Israel yang bunyinya: “Sesampainya surat ini kepadamu, maklumlah kiranya, bahwa aku menyuruh kepadamu Naaman, pegawaiku, supaya engkau menyembuhkan dia dari penyakit kustanya”. Naaman membawa surat itu serta sepuluh talenta perak dan enam ribu syikal emas dan sepuluh potong pakaian sebagai persembahan.

Sesampainya di negeri Israel, Naaman menghadap raja Israel. Naaman memberikan surat yang diberikan raja Aram. Setelah membaca surat itu, respon raja Israel diluar dugaan. Raja Israel marah besar, ia mengoyak pakaiannya serta berkata: “Allah-kah aku ini yang dapat mematikan dan menghidupkan, sehingga orang ini mengirim pesan kepadaku, supaya kusembuhkan seorang dari penyakit kustanya?”. Raja Israel menganggap itu sebuah pelecehan dan mencari gara-gara.

Ada kesalahan yang terjadi tentang surat itu:

1. Bahwa Raja Aram salah memahami perihal yang disampaikan Naaman. Sesuai informasi yang disampaikan oleh anak perempuan itu tentunya Naaman mengatakan bahwa di Samaria ada seorang Nabi yang dapat menyembuhkan penyakit kusta. Namun raja Aram menanggapi bahwa raja Israel-lah yang dimaksudkan oleh Naaman. Oleh karena itu raja Aram menyampaikan surat kepada raja Israel.

2. Sangat jelas bahwa anak perempuan itu memberi informasi bahwa nabi yang dapat menyembuhkan, bukan raja. Namun ia memberikan surat itu kepada raja Israel, bukan nabi yang dimaksudkan. Seharusnya Naaman pergi ke istana raja Israel untuk bertanya di mana nabi yang dimaksudkan oleh anak perempuan itu berada.

3. Raja Israel menanggapi surat itu sebagai sebuah pelecehan dan mencari gara-gara untuk berperang kepadanya. Raja Israel tidak mengetahui bahwa tujuan surat itu sebenarnya adalah untuk nabi Elisa.

Sekilas terlihat bahwa raja Israel penuh amarah dengan surat yang dikirimkan oleh raja Aram. Namun, di sisi lain, sikap yang ditunjukkan oleh raja Israel sangat menarik. Pernyataan yang diberikannya atas surat itu menunjukkan bahwa dirinya tidak ingin disamakan dengan TUHAN, Allah Israel. Raja Israel memiliki pemahaman yang benar bahwa hanya TUHAN sajalah yang sanggup mematikan serta menghidupkan. Melalui hal itu terlihat bahwa dia mengakui kebesaran TUHAN. Hanya TUHAN yang sanggup menyembuhkan penyakit yang diderita Naaman. Raja Israel mengakui bahwa kekuasaan TUHAN mutlak dan tidak dapat disamakan dengan kekuasaannya sebagai raja.

Elisa mendengar berita bahwa raja Israel mengoyak pakaiannya karena Naaman, panglima perang Aram datang kepadanya untuk meminta kesembuhan dengan perantaraan surat yang dikirimkan oleh raja Aram. Elisa mengirimkan surat kepada raja Israel yang bunyinya: “Mengapa engkau mengoyakkan pakaianmu? Biarlah ia datang kepadaku, supaya ia tahu bahwa ada seorang nabi di Israel.” Naaman akhirnya bertemu dengan nabi Elisa. Melalui seorang suruhannya, Elisa menyuruh Naaman untuk mandi tujuh kali di sungai Yordan. Di luar dugaan. Naaman berpikir bahwa Elisa akan keluar dari rumah dan menyeruhkan nama TUHAN, Allahnya Elisa, lalu menggerak-gerakan tangannya disekitar tubuhnya yang terkena kusta itu. Naaman kecewa. Naaman mengingat bahwa di Damsyik ada sungai Abana dan Parpar, sungai yang lebih baik dari Yordan. Mengapa ke sungai Yordan? Demikian kiranya Naaman berpikir dan dengan panas hati ia pergi meninggalkan rumah Elisa. Naaman disadarkan oleh pegawai-pegawainya yang turut serta mendampinginya dari Aram. Seorang di antaranya berkata: “Bapak, seandainya nabi itu menyuruh perkataan yang sukar kepadamu, bukankah Bapak akan melakukannya? Apalagi sekarang, ia hanya berkata kepadamu: mandilah dan engkau akan menjadi tahir.” Naaman mendengarkan perkataan pegawainya dan menuruti perkataan nabi Elisha dan akhirnya ia menjadi tahir.

Renungan:
Banyak manusia yang memiliki persepsi yang salah tentang sesuatu hal. Menurut cara berpikir seseorang, orang lain akan melakukan ini atau itu untuk mendapatkan sesuatu, tetapi di luar dugaan, bukan salah satu dari yang dipikirkannya akan terjadi. Demikianlah Naaman, ia berpikir bahwa nabi Elisa akan melakukan sebuah tindakan atraktif untuk menyembuhkan penyakitnya. Tetapi ia hanya disuruh mandi ke sungai Yordan. Banyak dari manusia yang salah menebak dan memprediksikan sesuatu. (Rm. 11:33)

Elisa adalah seorang nabi TUHAN dan ia melakukan perkara yang TUHAN lakukan. Sesungguhnya apa yang diperintahkan Elisa kepada Naaman adalah hal yang telah dikatakan TUHAN kepadanya. Tidak ada yang sanggup memahami cara kerja TUHAN. Rancangan TUHAN tidak terselami dan tidak terpahami. Tetapi orang yang menuruti perintah TUHAN akan mendapatkan sukacita. Sebagaimana Naaman yang disadarkan oleh pegawainya, menuruti perintah nabi Elisa yang secara tidak langsung menuruti perintah TUHAN mendapatkan kesembuhannya. Naaman menyadari bahwa yang terjadi kepadanya adalah karena kuasa TUHAN. Naaman berkata: “sekarang aku tahu, bahwa di seluruh bumi tidak ada Allah kecuali di Israel” (ayat 15). Naaman memiliki pengetahuan yang benar ketika penyakitnya sembuh. Naaman tidak salah menanggapi kesembuhannya karena mandi di sungai Yordan, tetapi karena kuasa TUHAN terjadi melalui sungai Yordan kepadanya. TUHAN, Allah yang disembah oleh nabi Elisa sesungguhnya ada di mana-mana, Ia tidak terbatas oleh ruang dan waktu. Kuasanya mutlak atas segala yang ada. Melalui pernyataan Naaman terlihat bahwa ketika itu di negerinya dan di negeri-negeri lain orang-orang menyembah dewa-dewi, tetapi semua itu adalah palsu. Hanya Allah yang disembah oleh nabi Elisa saja yang sungguh-sungguh penuh kuasa.

TUHAN, Allah Israel, adalah Allah yang perkasa. Ia menaklukan penyakit, Ia adalah Allah yang sanggup menyembuhkan segala penyakit. Di dalam Yesus Kristus, Allah juga menunjukan kuasa penyembuhan. Ia mencelikkan mata orang buta, membuat berjalan orang lumpuh, menyembuhkan orang yang sakit pendarahan, menahirkan orang kusta, membuat berbicara orang bisu, bahkan menghidupkan orang mati. Lebih dari itu, di dalam Yesus Kristus, Allah menyembuhkan penyakit kita yang paling besar, yakni dosa. Dosa mengakibatkan manusia mati untuk selama-lamanya, tetapi melalui kematianNya di kayu salib, manusia bangkit bersama-sama Yesus Kristus, sebagaimana Yesus Kristus bangkit dari antara orang mati. (Rm. 5:1; 18; 6:23; 14:9; Gal. 3:13; 1 Kor. 15:20; 54-57).

TUHAN, Allah Israel, bapa Yesus Kristus adalah Allah penyembuh. Melalui kayu salib kita mendapatkan kesembuhan, sebagaimana tertulis: ‘Oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh’ (Yes. 53:5c; 1 Pet. 2:24).

Setiap manusia yang percaya kepada kuasa TUHAN, berharaplah agar penyembuhan itu datang daripadaNya. Usaha penyembuhan melalui pengobaran modern dan tradisional akan sia-sia ketika mengandalkan pikiran, pengetahuan dan kekuatan sendiri. Tidak ada yang mampu terlepas dari beban sakit-penyakit ketika mengandalkan diri sendiri. Namun, kita tetap ingat biarlah rencanaNya yang terjadi atas diri kita. Kita meminta dan menunggu jawabannya, namun jangan berpaling seandainya kesembuhan secara fisik tidak kita peroleh, sebab lebih dari itu, Yesus Kristus telah menyembuhkan kita dari kematian selama-lamaNya. Amin.


Minggu Kebangkitan