Khotbah Yakobus 1: 17-27 | Dengarkan dan Lakukanlah Firman Tuhan

August 30, 2012 by: 0

mendengar suara tuhanAda istilah yang berkata, “mendengar tapi tidak memperhatikan”. Bisa digambarkan, dalam keadaan yang seperti ini, kita seperti sedang berada dalam sekumpulan orang yang saling bicara, kita mendengar, tapi karena kita tidak acuh, maka semua yang dibicarakan orang-orang disekitar kita tidak menjadi perhatian kita. Dalam kehidupan orang Kristen juga ternyata berlaku hal yang seperti itu. Kita mungkin adalah orang yang rajin ke gereja, rajin mendengar firman Tuhan, tapi kita bukan orang yang rajin melakukan firman Tuhan. Kita lebih sibuk dalam urusan pribadi kita, yang justru terkadang bertentangan dengan firman Tuhan yang kita dengar. Akhirnya banyak orang Kristen cenderung menjadi orang  yang suka mendengar firman Tuhan, tapi tidak suka melakukan firman itu dalam kehidupannya. Yang paling parah lagi, banyak orang Kristen yang rajin memberitakan kebenaran Firman Tuhan, tapi bukan orang yang setia melakukan firman itu sendiri.

Dalam Firman Tuhan yang menyapa kita minggu ini, kita di arahkan menjadi orang yang setia mendengar Firman Tuhan, tetapi juga yang tak kalah penting adalah, setia melakukan dan hidup di dalam firman itu sendiri.

Yang harus dilakukan adalah dimulai dengan SETIA! Setia mendengar, setia melakukan! “Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri”(ayat 22). Hanya dengan kesetiaan dalam kedua hal itulah kita akan menjadi orang yang merdeka akan kebenaran firman Tuhan. Lalu bagaimana dengan kita? Apa kita siap menjadi pendengar dan pelaku yang setia? Harus siap! Itulah jawaban kita dalam rangka menyambut sukacita hidup yang Tuhan anugerahkan buat kita? Apakah kita mau melakukannya? Nah, ini baru tantangan buat kita! Semakin banyak dari antara orang Kristen yang sibuk dengan urusan masing-masing, pikiran masing-masing, dan ini terkadang membuat kita tidak lagi mengingat, bahwa ketika kita mamu mengatasi masalah kita, ketika kita mampu keluar dari pergumulan kita, itu bukan hanya karena diri kita atau pikiran kita sendiri, melainkan karena Tuhan masih menyertai kita! Kita menjadi orang sukses, orang berhasil, itu juga karena pertolongan Tuhan! Lalu kenapa kita masih enggan mengakui, bahwa sesungguhnya kita bukan siapa-siapa tanpa Tuhan di dalam hidup kita? Oleh karena itu, mari! Kita jadikan hidup kita lebih berarti di hadapan Allah.

Kita di berikan dua telinga, dan 1 mulut. Tuhan bukan tanpa alasan ketika menganugerahkan itu pada kita, Tuhan pasti punya maksud untuk itu! Ya! Allah ingin, kita lebih banyak mendengar, serta lebih sedikit bicara. Dengan demikian kita juga diarahkan untuk lebih banyak memperhatikan, meenungkan dan untuk kemudian melakukan kehendak Allah dalam hidup kita. Kesetiaan akan kehendak Allah akan menumbuhkan kasih dalam kehidupan kita. Di dalam kasihlah kita mau bertumbuh sebagai pelaku firman yang sesungguhnya, disaat kita mengasihi saudara kita, saat itu kita sedang menunjukkan kesetiaan kita kepada Allah. Selamat menjadi pendengar yang setia akan Firman Tuhan. Selamat menjadi pelaku Firman Tuhan yang setia. Amen. (HEH)

Share this Story
Categories
Tags
Pdt. Halomoan Erikson Hutagaol

Pdt. Halomoan Erikson Hutagaol, S.Th adalah pendeta Gereja HKBP yang sekarang tinggal di Babelan, Bekasi, saat ini melayani sebagai Pimpinan Jemaat di Gereja HKBP Babelan Kota Ressort Duta Permai. Suami dari Rumondang Br. Sihotang dan ayah dari Maginni-EL Hamonangan Hutagaol ini memiliki Peran di situs ini sebagai penulis tetap. Tulisannya yang Anda baca kebanyakan adalah Khotbah Minggu, Renungan Harian, dan sejumlah artikel lain. Anda dapat menghubungi beliau di No. HP: +6281376444663

Add a Comment on "Khotbah Yakobus 1: 17-27 | Dengarkan dan Lakukanlah Firman Tuhan"

Follow us

Christian Quotes

“The ultimate measure of a man is not where he stands in moments of comfort and convenience, but where he stands at times of challenge and controversy.” - Martin Luther King Jr.

Humor Kristen

Seorang pengusaha konfeksi selalu merasa khawatir. Akibatnya, ia sering tidak bisa tidur pada malam hari. Ia merasa beban hidupnya makin berat. Suatu hari, ia memutuskan datang kepada pendetanya untuk konseling mengenai masalahnya. Ia berkata, "Pak Pendeta, saya benar-benar punya masalah berat. Saya tidak bisa tidur setiap malam. Apa yang harus saya lakukan?" Pendetanya menjawab, "Apa Bapak sudah mencoba melakukan teknik menghitung domba?" Si pengusaha pulang dan bertekad melaksanakan nasihat sang pendeta. Seminggu kemudian, ia kembali menemui pendetanya dengan wajah yang makin kuyu dan lesu, "Pak Pendeta, saya sudah menjalankan nasihat Bapak. Saya bahkan menghitung domba sampai 20.000 ekor. Tetapi, saya kemudian membayangkan 20.000 ekor domba bisa menghasilkan 40 kilo benang wol. Itu cukup untuk membuat 30 meter bahan wol. Bisa dibikin 12.000 setel jas. Padahal, toko saya hanya muat 2.000 jas. Dengan stok berlebih sebanyak itu, bagaimana saya bisa tidur?" | Klik LIKE jika Anda suka!