Khotbah Yesaya 52:13-53:12 | Yesus Mati untuk Anda, lalu Apa?

April 14, 2011 by: 0

yesus bangkitMungkin Anda pernah menonton Passion of the Christ. Film ini fokus menceritakan kisah penangkapan, pengadilan, penyiksaan dan penyaliban Yesus. Jujur, pertama kali menonton film itu saya hampir meneteskan air mata. Mengapa? Tak terbayangkan dan terperikan sakit dan penderitaan yang Ia tanggung untuk mendamaikan kita dengan Allah. Akan tetapi, setelah beberapa kali menontonnya, rasa ingin menangis itu sudah tidak ada lagi.

Sehubungan dengan itu, Anda tentu tahu bahwa tujuan pengorbanan Yesus adalah untuk menebus dosa manusia. Makna dan pengaruhnya sebenarnya sangat menyentuh hati. Namun, semakin sering Anda mendengarnya, bisa jadi Anda mulai bosan dan tidak mengerti lagi maknanya (sama seperti nonton film tadi).

***

Sungguh, kematian Yesus sudah mengubah sejarah peradaban manusia. Sejak kematian dan juga kebangkitanNyalah para murid insyaf akan tujuan Yesus di dunia ini. Dan yang juga penting, segala nubuatan tentang Dia tergenapi (termasuk perikop khotbah minggu ini: Yesaya 52:13-53:12).

Jika Yesus mati sesuai nubuatan nabi-nabi, itu berarti kematianNya bukan karena dosa Yudas Iskarior, Pilatus atau orang-orang Yahudi saja. Allah sudah merencanakanNya dan memberitahukan pada para nabi. Sebagaimana juga diberitakan Yohanes: “Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia” (Yohanes 1:29b) dan Yesaya: “TUHAN berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan. Apabila ia menyerahkan dirinya sebagai korban penebus salah, ia akan melihat keturunannya, umurnya akan lanjut, dan kehendak TUHAN akan terlaksana olehnya (Yesaya 53:10).

***

Jika demikian, jika ternyata Yesus mati untuk menebus dosa Anda, lalu apa? Jika Allah (sekali lagi: jika Allah) sudah menetapkan Yesus mati untuk Anda dan saya, lalu apa?

Itu berarti Anda dan saya sungguh berharga bagiNya. Bayangkan saja andaikata Allah datang ke sebuah mall (toko). Di depan toko itu Ia melihat Anda dipajang di etalase dengan label harga: “Orang ini tidak berharga karena dosa-dosanya.” Namun karena Ia menganggap Anda berharga, Ia pun rela memberikan AnakNya untuk membeli Anda. Bukankah itu berarti Anda sangat berharga?

Lalu? TuntutanNya bukanlah agar Anda menangisi pengorbanan Yesus saja, tapi: agar Anda juga menghargai sisa hidup Anda dan tidak menyia-nyiakannya lagi. Anda sudah dikeluarkan dari etalase yang menyematkan label “orang penuh dosa”. Anda sudah ditebus lunas, lebih dari harga yang patut. Oleh sebab itu, sudah sepantasnya Anda bersyukur dan membaktikan diri kepadaNya.

Akhirnya, peringatan akan wafatnya Yesus Kristus adalah titik balik Anda: dimana setiap Anda memperingatinya, Anda berkata, “Hidupku sungguh berharga untuk disia-siakan, aku akan membaktikan diriku bagi Allah”. Dan segeralah berbalik kepadaNya, hapus seluruh air mata penyesalan, tatap dan jalani hari pertobatan yang lebih cerah, dimana Allah telah menanti Anda dan saya di sana.

Tuhan mengasihi Anda.

Amin.

Share this Story

Pdt. Reinhard PP Lumbantobing, S.Th adalah pendeta Gereja HKBP Cilincing Ressort Jatiwaringin. Menikah dengan Ibu Pdt. Melati Butarbutar dan telah dikaruniai dengan seorang putri. Anak dari Pdt. Robert Lumbantobing, SMTh ibu boru Munthe yang sekarang melayani di HKBP Petojo Ressort Petojo Jakarta Barat. Pendeta Reinhard adalah founder dari pargodungan.org.

Add a Comment on "Khotbah Yesaya 52:13-53:12 | Yesus Mati untuk Anda, lalu Apa?"

Follow us

Christian Quotes

Never lose an opportunity for seeing anything that is beautiful; For beauty is God’s handwriting–a wayside sacrament. Welcome it in every fair face, in every fair sky, in every fair flower, And thank God for it as a cup of His blessing. – Ralph Waldo Emerson

Humor Kristen

Sebelum merayakan Paskah, Godi memunyai keinginan untuk mengakui dosa kepada pendetanya. Godi: Pak Pendeta, saya mau mengaku dosa. Pendeta: Apa yang mau kau akui? Godi: Saya telah mencuri seekor bebek. Pendeta: Kamu harus bertemu pemiliknya dan meminta maaf. Godi: Saya takut. Pendeta: Kenapa takut? Godi: Masalahnya bebek itu sudah saya masak dan saya makan. Pendeta: Oh, begitu. Jujur saja, pemilik bebek itu pasti ikhlas. Godi: Syukurlah kalau begitu, Pak Pendeta. Pendeta: Kalau boleh tahu, bebek siapa yang kamu curi? Godi: Milik Bapak. | Klik LIKE jika Anda suka!