Khotbah Yohanes 12:32-35 | Berjalan dalam Terang

May 28, 2011 by: 0

lilinKata Yesus kepada mereka:
“Hanya sedikit waktu lagi terang ada di antara kamu.
Selama terang itu ada padamu, percayalah kepadanya,
supaya kegelapan jangan menguasai kamu;
barangsiapa berjalan dalam kegelapan,
ia tidak tahu ke mana ia pergi.

Percayakah Anda pada pengalaman saya ini? Saya menuliskan renungan harian ini dari sebuah desa terpecil bernama Desa Pagardin, yang terletak di pedalaman Kecamatan Ketahun, Bengkulu Utara. Di tempat ini sinyal telepon hanya 1 atau 2 titik. Hanya dengan mengandalkan sinyal inilah saya dapat mengirimkan tulisan ini kepada Anda lewat handphone. Sementara itu, lampu penerangan hanya mengandalkan sebuah generator listrik yang sudah uzur (milik perusahaan P.T. Pamor Ganda yang ditempatkan di afdeling kami).

Dari pengalaman ini, saya dapat merasakan betul apa makna perkataan Yesus “Barangsiapa tinggal dalam kegelapan, ia tidak tahu ke mana ia pergi.” Mengapa? Sebab generator itu hanya aktif mulai jam 6 sore sampai jam 10 malam (itu pun kalau tidak sedang rusak). Oleh sebab itu kalau generator sudah mati, jangankan melangkah, untuk bergerak saja kami sudah enggan. Namun, sepanjang cahaya itu masih ada, kami tetap dapat melakukan aktifitas apapun.

Perkataan Yesus ini mengingatkan Anda dan saya untuk menggunakan kesempatan yang kita peroleh sebaik mungkin. Kesempatan apa? Kesempatan untuk bersekutu dengan Allah. Masa waktu hidup kita di dunia ini sangat sedikit. Mengapa kita tidak berjalan dan hidup bersama Allah saja dalam sisa waktu kita?

Dalam kesempatan perayaan kenaikan Tuhan Yesus ini, saya mengajak Anda untuk menengadah melihat Yesus yang ada di sebelah kanan Allah Bapa. Dialah cahaya terang itu. Hendaklah kita selalu melihat kepada Dia di dalam hidup kita. Niscaya, kita akan mampu mengalahkan segala kejahatan.

Doa: Ya Allah Bapa yang di surga. Sedikit waktuku untuk hidup di dunia ini. Arahkan mataku untuk selalu melihatMu. Arahkan hidupku agar tidak dikuasai kejahatan. Agar aku menjadi seperti AnakMu yang kini di sampingMu. Di dalam Tuhan Yesus Kristus aku berdoa. Amin.

Share this Story

Pdt. Reinhard PP Lumbantobing, S.Th adalah pendeta Gereja HKBP Cilincing Ressort Jatiwaringin. Menikah dengan Ibu Pdt. Melati Butarbutar dan telah dikaruniai dengan seorang putri. Anak dari Pdt. Robert Lumbantobing, SMTh ibu boru Munthe yang sekarang melayani di HKBP Petojo Ressort Petojo Jakarta Barat. Pendeta Reinhard adalah founder dari pargodungan.org.

Add a Comment on "Khotbah Yohanes 12:32-35 | Berjalan dalam Terang"

Follow us

Christian Quotes

“We may speak about a place where there are no tears, no death, no fear, no night; but those are just the benefits of heaven. The beauty of heaven is seeing God.” ― Max Lucado

Humor Kristen

Ada seorang calon pendeta disuruh mendoakan temannya yang pada saat itu sedang putus cinta. Dengan semangat ia langsung mendoakannya. "Baiklah, mari kita berdoa bersama" (begitulah ajakan calon pendeta kepada semua orang yang ada di tempat itu). Ketika calon pendeta sedang berdoa, tiba-tiba saja terdengar suara orang terjatuh. Semakin semangat ia berdoa dan semakin kencang pula ia mengeluarkan kata-kata doa. "Asyik, ini adalah pengalaman pertama saya mendoakan orang dan orang itu diurapi" (pikirnya dalam hati). Lama-kelamaan suasana menjadi sunyi senyap dan terdengar sedikit suara tangisan. ia mengakhiri doanya dengan perkataan "Amin." Lalu ia membuka mata dan bertanya dengan perasaan senang, "Lho kenapa menangis, di mana yang lain?" Yang ada di tempat itu menjawab, "Pak... yang Bapak doakan tadi minum racun." | Klik LIKE jika Anda suka!