Utama » Khotbah Minggu

Khotbah Yohanes 16:16-20 | Cara agar Kepercayaan Anda menjadi Seteguh Karang

| 7 Mei 2011960 pembaca

Seseorang hanya bertahan pada satu keyakinan kalau melalui keyakinan itu ia dapat memenuhi keinginannya. Lihat saja misalnya para pendukung partai/organisasi di negara ini. Kalau ambisi seseorang tidak terpenuhi lewat suatu partai, ia akan cepat pindah ke partai lain. Tidak ada yang loyal kalau tidak bermanfaat.

Memang, apa gunanya kita membaktikan diri pada satu hal kalau tidak memperoleh ‘kebaikan’ darinya? Siapa yang tidak kecewa kalau keinginannya tak terpenuhi? Anda pun akan sedih kalau impian Anda tidak tercapai lewat kepercayaan Anda, bukan?

Yesus tahu, para murid juga bisa berlaku serupa. Yesus selama ini mengajar mereka tentang kehidupan dengan hidupNya. Tetapi bagaimana kalau Ia harus mati? Para murid punya harapan yang besar padaNya. Tapi bagaimana kalau Ia tiba-tiba pergi meninggalkan mereka? Yesus tahu, keyakinan mereka bisa hancur.

Itu sebabnya Yesus mesti mempersiapkan murid-muridNya untuk memahami dan menghadapi hal-hal yang tidak sesuai dengan harapan mereka. Para murid mesti memperoleh bimbingan agar tidak bimbang. (Yohanes 16:1)

***

Kehidupan itu ibarat pohon. Ia bertumbuh semakin tinggi dan besar. Namun, semakin tinggi pohonnya, angin yang menerpanya akan semakin banyak dan besar. Oleh karena itu ia mesti mengokohkan akarnya, menancapkannya jauh ke dalam tanah agar dapat berdiri dengan tegak. Akar pohon itulah kepercayaan Anda. Jika kepercayaan Anda tidak semakin kokoh dan semakin dalam, angin sekecil apapun bisa membuat Anda tumbang.

Kepercayaan Anda pada Allah tentunya harus diteguhkan, diuji bahkan harus diasah. Bukan saja agar Anda tetap bertahan, tetapi agar kualitas kepercayaan dan Anda padaNya dapat diacungi jempol. Banyak orang yang kehilangan kepercayaannya karena gagal mengasah dan mempertajamnya. Mereka tidak mampu mengatasi cobaan. Mereka tidak mampu bertahan dalam penderitaan.

***

Bagaimanakah cara agar kepercayaan Anda menjadi seteguh batu karang? Bagaimana agar ombak besar (cobaan dan tantangan hidup) tidak bisa menghancurkan diri Anda?

Pertama, sadarlah dan ingatlah selalu bahwa Anda dan saya memang harus menghadapi berbagai cobaan dan tantangan hidup. Anda bukan cuma harus menghadapinya, tetapi juga merasakannya. Cobaan dan tantangan hidup akan membuat Anda berurai air mata, dan meratap.

Kedua, sadarlah dan ingatlah bahwa Anda memang akan menemukan orang-orang disekeliling Anda justru seolah tidak membantu. Keluarga Anda, saudara seiman Anda, teman-teman Anda, seolah tidak perduli pada Anda. Bahkan, ingatlah, bangsa Anda dan dunia ini akan tertawa melihat Anda dan saya menangis. Membuat kita kadang berseru, “Tuhan dimanakah Engkau? Aku tidak melihatMu!” atau menggerutu “Dimanakah Tuhan saat aku menderita?” Cobaan dan tantangan di dunia ini akan membuat Anda dan saya merasakan kesepian yang luar biasa.

Dan yang ketiga, sadarlah dan ingatlah, bahwa apapun penyebab Anda menangis dan meratap, dukacita itu tidak akan tetap di dalam Anda. Anda akan segera mengalami sukacita. Sukacita yang dengan luar biasa membuat Anda tertawa terpingkal-pingkal atas kemenangan Anda. Tersenyum bahagia karena kepercayaan Anda dan saya semakin kokoh (Yohanes 16:20).

Well, itulah ketiga hal yang harus Anda ingat tentang keadaan yang harus kita hadapi di dunia ini. Saya tidak berbicara bahwa Anda akan hidup dengan sukacita terus-menerus jika sudah menjadi Kristen. Khotbah minggu ini bicara tentang realitas dan memikul salib. Anda dan saya memang harus memikul salib ini. Kegagalan orang dalam kepercayaannya kebanyakan karena ia tidak mau memikul salib yang harus diterimanya. Tapi, tentang ini kita mesti ingat kata Tuhan Yesus: Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku (Lukas 14:27).

Marilah bersukacita di dalam setiap cobaan yang kita hadapi. Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah (Ibrani 12:2). Tataplah Ia, maka Anda akan seteguh karang. Amin.

Silahkan memberikan tanggapan di sini!

pargodungan.org | khotbah, renungan harian, gaya hidup kristen, spiritualitas, partitur koor, pacaran, pernikahan, karir dan pekerjaan, makalah kristen, gereja, download alkitab, software pelayanan gereja

Anda ingin membaca artikel ini? Gabung Yuk! Pastikan Anda sudah mengklik salah satu tombol di bawah!

Hubungi Kami

×