Khotbah Yohanes 20:1-10 | Selamat Merayakan!

April 16, 2011 by: 0

yesus bangkit 1Anda tentu pernah menonton berita atau infotainment di televisi. Pernahkah Anda memperhatikan proses/tahapan yang terjadi antara Anda dengan presenter? Bagaimana proses agar Anda dapat memercayai suatu berita?

Mari mengandaikan seorang presenter mengatakan pada Anda: “Pemirsa, sesaat lagi Anda akan menyaksikan kejadian di Jl. Kuburan XXX. Kuburan si Anu yang mati 3 hari lalu dibongkar orang tak dikenal. Setelah pariwara berikut.”

Saya bayangkan Anda mengalami 3 proses:

Pertama, mungkin mata Anda akan terbelalak mengatakan, “Bagaimana mungkin, itu kan kuburan kawan saya! Saya hadir pada penguburannya!”

Proses kedua, Anda tentu ingin melihat kebenarannya. Makanya Anda tetap duduk di depan televisi, menunggu iklan selesai. Dan pada saatnya, sang presenterpun muncul lagi di layar TV 21 inchi Anda.
Ia pun menunjukkan lokasi kuburan yang telah kosong pada Anda.

Melihat itu, Anda terkejut: “Begh, itu memang kuburan si Anu.”

Dan proses yang ketiga: Karena masih penasaran, Anda ingin langsung datang ke lokasi kejadian. Menyaksikan lebih jelas lagi – dan bila perlu masuk ke dalam kuburan. Barulah, setelah menyaksikannya langsung Anda dapat percaya dan menyimpulkan bahwa ada yang membongkarnya.

***

Begitu jugalah proses yang dialami para murid saat mendengar berita dari Maria Magdalena tentang kubur Yesus yang dibongkar.

Awalnya mereka tidak percaya. Itu sebabnya mereka berlari menuju kuburan (sama seperti Anda yang tentu tidak mudah percaya pada berita presenter tadi). Sang murid yang lebih dulu sampai, segera menjenguk ke dalam (tapi tidak masuk). Prosesnya sama seperti Anda menonton tadi. Anda melihat berita dari televisi, tidak masuk ke dalamnya.

Tapi, Petrus yang sampai belakangan segera masuk ke dalam kubur (prosesnya sama seperti saat Anda langsung datang ke lokasi kuburan tadi). Di dalam kuburan itulah Petrus menyaksikan seluruh bukti bahwa memang kuburan sudah dibongkar.

Itulah 3 tahapan yang mereka lalui agar memercayai berita dari Maria:
1. Mendengar kubur dibongkar;
2. Melihat kubur dibongkar; kemudian
3. Menyaksikan langsung kuburan dibongkar.

Namun, ketiga proses itu pun tetap tidak mereka pahami. Meski tahu kuburan telah kosong, mereka tetap tidak tahu apa yang sedang terjadi. Mereka hanya menduga bahwa ada yang menggondol mayat Yesus.

Mengapa mereka tidak paham?

Itu karena mereka telah melewatkan satu hal penting:

Mereka melupakan nubuatan tentang kebangkitan Yesus (Mazmur 16:10). Mereka juga lupa perkataan Yesus: “Tinggal sesaat saja dan kamu tidak melihat Aku lagi dan tinggal sesaat saja pula dan kamu akan melihat Aku” (Yohanes 16:16). Akhirnya, mereka tidak tahu bahwa sebenarnya bukan manusia yang bertindak atas (mencuri mayat) Yesus, tapi Allah BapaNya (yang membangkitkan Dia).

***

Jika demikian, muncul pertanyaan: Apa yang harus Anda pahami tentang kebangkitan Yesus dari antara orang mati?

Ini dia!

Anda harus paham bahwa: bukan kuburan kosong yang membuat kita beranggapan bahwa Yesus bangkit. Kuburan kosong bukanlah sebab, tetapi sebagai akibat. Sebab kebangkitan Yesus lah maka akibatnya: kubur menjadi kosong. Kita percaya pada kebangkitan Yesus adalah karena kita tahu Allah sudah menubuatkannya. Yesus bangkit karena prakarsa, pekerjaan dan campur tangan Allah – bukan karena peran manusia: bukan karena digondol maling atau bukan karena Manusia Yesus mati suri.

***

Lalu apa permintaan perikop khotbah minggu ini bagi Anda dan saya?

Pertama, tentu melalui perayaan paskah ini kita hendak bersyukur dan hendak memuliakan Allah. Sebab Ia membuktikan kesetiaanNya dengan mengangkat Yesus dari kematian. Allah tetap setia pada janjiNya dalam nubuatan-nubuatan.

Dengan demikian, Anda mesti semakin teguh dan setia pada Allah – seperti Kristus. Ia tidak pernah mengingkari janjiNya. Kepada Dialah Anda harus menaruh kepercayaan sepenuhnya.

Kedua, melalui Perayaan Paskah ini Anda dan saya diajak untuk memuji Allah. Sebab melalui kebangkitan Yesus, juga nyata bahwa Allah berkuasa atas hidup dan mati Anda.

Dan harus ditambahkan, kita memujiNya karena Dia berkehendak agar Anda dan saya tetap hidup (sebagaimana Ia membangkitkan Yesus dari kematian). Allah tidak ingin Anda dan saya mati sia-sia! Ia ingin Anda dapat tetap hidup melalui penebusanNya.

Nah, dengan ringkas perikop khotbah ini ingin menyatakan:

1. Allah sungguh membangkitkan Yesus dari kematian, itu artinya Anda juga tidak akan dibiarkan mati sia-sia dalam dosa. Tapi Ia ingin Anda ‘dilahirkan kembali’ dan hidup dalam kekudusan.

2. Ingatlah bahwa Allah sungguh menepati janjiNya. Jangan jadi seperti murid yang lupa atas janji Tuhan. Oleh sebab itu, tetaplah teguh mempercayai Dia. Ia tidak akan mengecewakan Anda.

Akhirnya, selamat merayakan kebangkitan Yesus!

Amin.

Share this Story

Pdt. Reinhard PP Lumbantobing, S.Th adalah pendeta Gereja HKBP Cilincing Ressort Jatiwaringin. Menikah dengan Ibu Pdt. Melati Butarbutar dan telah dikaruniai dengan seorang putri. Anak dari Pdt. Robert Lumbantobing, SMTh ibu boru Munthe yang sekarang melayani di HKBP Petojo Ressort Petojo Jakarta Barat. Pendeta Reinhard adalah founder dari pargodungan.org.

Add a Comment on "Khotbah Yohanes 20:1-10 | Selamat Merayakan!"

Follow us

Christian Quotes

Beware in your prayers, above everything else, of limiting God, not only by unbelief, but by fancying that you know what He can do. – Andrew Murray

Humor Kristen

Seorang ibu mendatangi seorang pendeta, meminta pendeta itu berbicara kepada anaknya, agar menghentikan kebiasaannya makan permen. Pendeta itu menyimak permohonan ibu tersebut, lalu meminta ibu itu datang lagi minggu depan. Ibu itu mematuhinya. Ketika ia datang lagi, pendeta itu menatap si bocah dan berkata, "Nak, berhentilah makan permen!" Terperangah oleh sederhananya penyelesaian masalah itu, si ibu bertanya, "Pak Pendeta, kenapa kami harus menunggu sampai seminggu? Bukankah Bapak bisa mengatakannya waktu kami datang menemui Bapak dulu?" "Saya meminta kalian menunggu selama seminggu karena seminggu yang lalu saya masih makan permen." | Klik LIKE jika Anda suka!