Gaya Hidup

Inspirasi, Gaya Hidup, Hubungan, Pekerjaan, Sikap Hidup, Prinsip Hidup, Motivasi Kristen, Parenting, Pacaran, Buku Rohani

Tahukah Anda?

Rugi kalau tidak baca! Tahukah Anda berisi fakta-fakta unik, lucu, aneh yang berkaitan dengan gereja, Alkitab dan kehidupan Kristen.

Tips & Trik

Panduan dan kiat-kita praktis untuk melakukan apa pun yang berguna untuk mendukung kehidupan Anda.

Makalah

Studi tentang gereja, pelayanan, sejarah, dsb. Bagi kamu yang ingin sedikit “mengernyitkan dahi” saat membacanya.

Resources

Kumpulan Software, Aplikasi Pelayananan Kristen, Alkitab Download, Lagu Rohani, Multimedia, Ebook, Dokumen, dan Materi pelayanan di gereja.

Renungan Kisah Para Rasul 26:10-11 | Makna Pertobatan

| 8 September 20123 pembaca
Renungan Kisah Para Rasul 26:10 11 | Makna Pertobatan  renungan harian  Kisah Para Rasul

Hal itu kulakukan juga di Yerusalem. Aku bukan saja telah memasukkan banyak orang kudus ke dalam penjara, setelah aku memperoleh kuasa dari imam-imam kepala, tetapi aku juga setuju, jika mereka dihukum mati. Dalam rumah-rumah ibadat aku sering menyiksa mereka dan memaksanya untuk menyangkal imannya dan dalam amarah yang meluap-luap aku mengejar mereka, bahkan sampai ke kota-kota asing. (Kisah Para Rasul 26:10-11)

Cerita tentang pertobatan seringkali bukanlah sebagai suatu kisah yang indah. Orang-orang percaya yang baru bertobat seringkali harus menghadapi beban yang lebih berat daripada yang pernah dipikulnya sebelum bertobat.

Barangkali hal ini juga yang dialami oleh Youcef Nadarkhani dan istrinya. Nadarkhani adalah seorang pendeta asal Iran yang dijebloskan ke penjara sejak Oktober 2009 yang lalu. Oleh pengadilan di Iran, Nadarkhani dituntut dengan hukuman mati karena telah murtad dari kepercayaannya. Sementara itu, istri Nadarkhani juga harus dipenjara seumur hidup dengan dakwaan yang sama. Hingga saat renungan ini dituliskan, meskipun hukuman mati belum dilakukan, nasib Nadarkhani masih belum jelas.

Pertobatan Paulus juga tidak diiringi kisah-kisah indah dalam pelayanannya. Paulus juga pernah mengalami kejadian serupa dengan Nadarkhani. Di dalam nas yang jadi dasar renungan hari ini, Paulus bukan sedang bermaksud memamerkan segala rupa kejahatan yang pernah dilakukannya terhadap orang-orang percaya. Sebaliknya, Paulus mengatakan hal tersebut sebagai bagian dari isi pertanggungjawabannya kepada Raja Agripa. Saat itu banyak orang yang hendak menangkap Paulus karena kepercayaan dan jalan yang ditempuhnya. Namun dengan kesetiaan penuh, Paulus memilih bertahan untuk tetap disisiNya dan berjuang mempertahankan hidupnya lewat pemerintah Romawi.

Kedua gambaran ini sedikit banyak menunjukkan pada Anda dan saya bahwa saat Allah memakai orang yang baru bertobat untuk melayaniNya, ia harus siap sedia bertahan agar tetap berada di jalan Allah yang benar. Banyak usaha-usaha yang akan dilakukan Iblis untuk menyesatkan orang-orang benar dan menjauhkanNya dari Allah. Iblis selalu merancang jalan agar orang-orang benar kembali mengkhianati Allah dengan memberikan mereka masalah dan tantangan yang besar.

Pertobatan adalah suatu permulaan, bukan suatu akhir. Setelah pertobatan, ada banyak tantangan yang menanti Anda untuk berbalik dari iman Anda. Tantangan yang datang bisa justru berasal dari orang-orang terdekat Anda. Bukankah Yesus sendiri dikhianati oleh orang-orang terdekatNya? Bukankah Yudas yang menjual Yesus demi rencana Iblis (bnd. Markus 14:10-11)? Demikian juga, godaan untuk berbalik dari Allah bisa saja berasal keluarga, saudara, teman-teman, atau orang-orang di sekeliling Anda.

Pertobatan juga adalah cara hidup, bukan suatu fase tertentu dalam kehidupan. Sebagai cara hidup, berarti orang-orang yang bertobat memiliki perilaku dan gaya hidup yang berbeda dengan orang-orang sesat. Hidup orang yang bertobat adalah hidup yang penuh perjuangan untuk melawan tingkah laku, perbuatan, kehidupan yang tidak sesuai dengan kehendak Allah. Pertanyaannya, bagaimakah cara Anda saat ini menjalani pertobatan itu? Apakah Anda masih tetap berada di track-Nya atau malah sudah tersesat jauh?

Anda sudah membaca artikel berjudul "Renungan Kisah Para Rasul 26:10-11 | Makna Pertobatan" yang diterbitkan pada pukul WIB dalam kategori Renungan Harian. Jika Anda menyalinnya, harap cantumkan link url berikut:

http://pargodungan.org/kisah-para-rasul-2610-11-makna-pertobatan/

Silahkan memberikan tanggapan di sini!

pargodungan.org | khotbah, renungan harian, gaya hidup kristen, spiritualitas, partitur koor, pacaran, pernikahan, karir dan pekerjaan, makalah kristen, gereja, download alkitab, software pelayanan gereja

Anda ingin membaca artikel ini? Gabung Yuk! Pastikan Anda sudah mengklik salah satu tombol di bawah!

×