Renungan Markus 16:20 | Pendelegasian Tugas

June 7, 2012 by: 0

Mereka pun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya. (Markus 16:20)

Kadang untuk menyelesaikan suatu tugas/pekerjaan, seorang pemimpin perlu mendelegasikan tugas-tugasnya kepada orang lain. Pendelegasian perlu agar penyelesaian tugas itu berlangsung efektif dan efisien. Pendelegasian juga merupakan contoh bahwa untuk menyelesaikan sebuah pekerjaan diperlukan kerjasama tim. John C. Maxwell dalam The 17 Indisputable Laws of Teamwork mengutip peribahasa Tionghoa mengatakan bahwa, “Di balik setiap orang yang handal selalu ada orang-orang handal lainnya”.

Kenyataannya memang, “Kalau ingin melakukan sesuatu yang besar, Anda harus bekerjasama dengan yang lain. Satu itu jumlah yang terlalu kecil untuk mencapai kebesaran”, ungkap Maxwell.

Pandangan seperti itu membantu kita mengerti alasan mengapa Yesus Kristus tidak mendelegasikan tugas memberitakan Injil kepada satu orang saja. Yesus Kristus memberikan tugas pemberitaan Injil kepada setiap orang percaya. Ya, termasuk Anda di dalamnya ambil bagian (Matius 28:16-19).  Pemberitaan Injil terlalu besar jika dibebankan kepada satu orang saja di dunia ini.

Melalui renungan hari ini kita diajak untuk memahami bahwa pekerjaan Allah di dunia ini membutuhkan uluran berbagai pihak, bagaimanapun caranya. Ini bukan berarti Allah terlalu lemah dan tidak dapat melakukan pekerjaanNya dengan baik. Namun, itu malah berarti Allah terlalu murah hati sehingga mau memberikan kesempatan bagi kita untuk melakukan pekerjaanNya. Kemurahan hati Allah kelihatan pula melalui catatan Markus yang menuliskan bahwa, “Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.” Ini menyatakan dengan pasti bahwa anak-anak Allah tidak dibiarkan “bermain” sendirian di dunia. Malah semua karya anak-anakNya akan selalu disempurnakan olehNya sendiri.

Pernahkah Anda melihat anak-anak melukis?
Lukisan anak-anak tentu tidak langsung sempurna. Bentuknya mungkin tidak indah menurut ukuran Leonardo da Vinci sang pelukis The Last Supper itu. Lagipula, anak-anak biasanya lebih suka melukis di dinding rumah Anda! Akan tetapi kesalahan dan ketidak sempurnaan tersebut pasti akan diperbaiki, bukan? Demikian pula halnya mengenai tugas Pemberitaan Injil. Hendaknya kita tidak dilemahkan oleh karena keterbatasan sumber daya yang kita miliki. Percayalah seperti yang dinyatakan dalam BE 671, “Di tangan Yesus seluruh kuasa. Jadikan Tuhan temanmu.” Tuhan akan turut bekerja untuk setiap pelayanan yang Anda  dan saudara-saudara lakukan bagiNya. Dan sungguh, pekerjaan itu akan materaikan oleh tandaNya yang ajaib.

Amin.

Pdt. Robert E. Lumbantobing

Share this Story
Categories
Tags
Pdt. Robert Lumbantobing

Pdt. Robert Lumbantobing tinggal dan melayani di Gereja HKBP Petojo Ressort Petojo. Beliau memiliki tiga orang anak, yang dua diantaranya juga turut aktif menjadi penulis di situs ini: Pdt. Reinhard PP Lumbantobing & drm. Rikardo Lumbantobing. Sebelum di HKBP Petojo, beliau pernah juga melayani di HKBP Rawamangun dan sejumlah gereja lainnya. Pada situs ini beliau menulis renungan harian.

Add a Comment on "Renungan Markus 16:20 | Pendelegasian Tugas"

Follow us

Christian Quotes

“The nativity mystery “conceived from the Holy Spirit and born from the Virgin Mary”, means, that God became human, truly human out of his own grace. The miracle of the existence of Jesus , his “climbing down of God” is: Holy Spirit and Virgin Mary! Here is a human being, the Virgin Mary, and as he comes from God, Jesus comes also from this human being. Born of the Virgin Mary means a human origin for God. Jesus Christ is not only truly God, he is human like every one of us. He is human without limitation. He is not only similar to us, he is like us.”  - Karl Barth

Humor Kristen

Seorang pengusaha, Pak Toni, datang kepada pendetanya, "Pak Pendeta, sesuai janji saya, jika proyek saya berhasil, 100 persen keuntungannya akan saya berikan buat pekerjaan Tuhan. Nah, terimalah 100 persen dari keuntungan saya." "Tapi Pak, bagaimana dengan kita? Masa semua keuntungan kita berikan buat pekerjaan Tuhan, kita makan apa?" kata sang istri setelah pulang dari rumah pendeta. "Ah! Jangan khawatir, Ma, yang saya berikan hanya 100 persen saja, sedangkan proyek itu keuntungannya 400 persen, kita masih untung 300 persen." | Klik LIKE jika Anda suka!