20 Juni 2009. Hari ini adalah hari peringatan pengungsi sedunia. Saya membuka search engine favorit untuk mencari tahu perkembangan pengungsi di bumi. Tercatat, ada 42 juta jiwa yang masih hidup dalam status pengungsi (unhcr.org/2008). Jumlah ini setara dengan prediksi jumlah penduduk miskin di Indonesia (antara.co.id/2009). Jumlah ini juga sama dengan penduduk Jawa Barat tahun itu (menkokesra.go.id/2008). Bayangkan kalau saja Jawa Barat kosong karena penduduknya mengungsi!
Saya cuma bisa mengeluh melihat jumlah yang demikian banyak. Puluhan juta orang melarikan diri karena hidupnya terancam. Mereka takut dianiaya! Ironisnya, hal itu disebabkan karena mereka punya identitas khusus. Mereka terutama disiksa karena ras, agama, dan kewarganegaraan tertentu. Dan juga karena bencana dan perang yang tidak disangka-sangka.
Saya membuka almanak HKBP. Tema minggu ini adalah tentang ‘Allah yang memelihara hidup’. Saya kemudian tertegun membaca ayat hari ini. Aku mendesis, lirih..
“Terimakasih ya Tuhan, Engkau masih memelihara hidup mereka yang teraniaya. Engkau masih menjaga mereka dari binatang-binatang lalim, pemangsa manusia. Terimakasih karena Engkau membawa mereka ke tempat perlindunganMu. Ke negeri dimana mereka diperlakukan sebagai manusiaMu… ‘Kiranya negerinya diberkati Tuhan dengan yang terbaik dari langit, dengan air embun dan dengan air samudera raya yang ada di bawah’ (Ul 33:13b). Amin.”





