Mencari dan Menemukan Kehendak Allah

oleh: Reinhard PP Lumbantobing |

Apa sebenarnya kehendak Allah padaku? Apa keinginan dan rencana Allah bagiku? Apa yang Dia mau dariku? Bagi kebanyakan orang, pertanyaan-pertanyaan seperti ini tentu pernah diajukan. Biasanya sih itu ditanyakan ketika merasa putus asa. Ketika semua perjalanan hidupnya terasa hampa dan membosankan. Namun ada juga orang yang menanyakan itu justru saat ia merasa ‘dipuncak’. Ia menanyakan kehendak Allah saat ia berada dalam suasana penuh spirit.

Well, apapun alasan yang membuat kita bertanya seperti itu, tidaklah jadi masalah. Hehehe (koq gak nyambung?). Saya cuma mau menarik perhatian saudara; sekaligus mengingatkan bahwa minggu ini bahasan blog pargodungan akan berbicara banyak tentang rencana dan kehendak Allah. Oke, kita masuk ke bahasan topik.

Apa sebenarnya kehendak Allah dalam kehidupan kita? Secara pribadi, saya sering merasa terjebak ketika mencoba menemukan jawabnya (entah dengan saudara). Apakah kehendak Allah identik dengan keinginan pribadiku sendiri atau identik dengan keinginan pihak lain yang terjadi atas diriku? Contoh sederhananya, apakah ketika saya sangat ingin mengganti Nokia 7200 milikku dengan Nokia E90 agar bisa lancar ngetik – dan kebetulan saya mendapatkannya karena ada yang baik hati memberikan (dalam mimpi. hihihi.) – merupakan bukti bahwa itu kehendak Tuhan? Apakah terkabulnya keinginan adalah bukti bahwa Allah berkenan atasnya, sedangkan jika tidak dikabulkan menandakan kebalikannya? Jika ia, yang kelihatan hanya materialisme dan individualismenya saja dong. Ah, daripada pusing memikirkan apa kehendak Allah dalam hidup, mending mencari jawabnya dari Alkitab.

Alkitab tentu saja mengungkapkan rencana dan kehendak Allah bagi hidup kita. Allah berkehendak agar kita menjadi anak-anakNya di dalam Kristus Yesus (Efesus 1:5). Itulah rahasia dari kehendak Allah (Efesus 1:9). Hmmm… Apakah rahasia ini terkesan biasa saja bagi saudara? Mudah-mudahan tidak. Memang ini bukan sesuatu yang baru. Malah rasanya ini sudah terlalu sering kita dengar. Tetapi, ayat ini sebenarnya menandakan satu hal: kita sudah menemukan kunci utama kehendak Allah di dalam hidup kita. Allah menghendaki agar kita menjadi anak-anak Allah! Pertanyaannya, jika kita sudah tahu bahwa Allah ingin kita menjadi anak-anaknya, kita sendiri ingin menjadi anak-anak Allah yang seperti apa?

Kontemplasi Pribadi: Allah memiliki kehendak besar atas hidup kita. Ia ingin agar kita menjadi anak-anakNya. Sebagaimana anak-anak mengasihi orangtuanya, Allah menginginkan agar kita selalu mengasihi diriNya dalam kehidupan kita. Kiranya Tuhan membimbing kita, sang anak-anak kecilnya ini.

3 komentar mengenai “Mencari dan Menemukan Kehendak Allah”

  1. Fitri Says:

    Ini Allah Islam atau Allah Kristen, ya?
    Terima kasih ya atas kunjungannya.

  2. Reinhard PP Lumbantobing Says:

    Mana baiknyalah mbak Fit. Kalau merasa itu Allah yang dikenal dalam agama Islam, sah-sah saja saya kira. Berarti ada kesamaan dong. Hahaha. Salam. :)

  3. Eka Situmorang-Sir Says:

    peperangan antara apa ayang kita mau dan apa yang Tuhan mau sellau bikin saya lemah :( soalnya daging berontak maunya kan dia yg menang hehehe
    Setuju soal kehendak Tuhan itu bukan cuma soal materi,,,, masih banyak yang lainnya :)

    salam, EKA

Terimakasih jika Anda mau menambahkan komentar... :)

Ikuti terus perkembangan diskusinya!

Spam Protection by WP-SpamFree

lent

Pargodungan, berasal dari kata Batak yang harfiahnya berarti kompleks gereja. Ya, di dalam kompleks gereja itu selalu tercermin spiritualitas yang agung tapi juga sangat bersahabat.

Info