Mengajarkan Firman Allah dengan Benar

January 21, 2010 by: 0

Matius 17:24-27

Ada sebuah cerita tentang dua orang tuli, sebut saja namanya si Andi dan si Budi. Di suatu pagi, si Budi hendak pergi di sungai. Ia mengenakan handuk kecil di lehernya (untuk gaya pikirnya). Di perjalanan, ia bertemu dengan si Budi yang juga tuli. Meskipun tidak kenal, dengan ramah Andi menyapanya, “Wah, mau mandi di sungai ya lae?”. Karena Budi tuli, ia tidak mendengar sapaan itu dan malah balas menyapa, “Wah, mau ke sungai ya lae?”.
Takut dikira tuli, Andi merespon, “Oh, kirain mau mandi lae”. Demikian juga dengan Budi, “Oh, kirain lae mau ke sungai”.

Begitulah gambaran pembicaraan orang-orang yang merasa sudah menjadi pendengar yang baik. Isi pembicaraan hanya di duga-duga, sehingga responnya juga tak terduga (alias ngawur).

Jangan sampai saat mendengar firman Allah terjadi hal seperti itu. Firman Allah tidak boleh diduga-duga dan meresponnya juga tidak bisa asal-asalan.

Firman Allah itu juga jelas dan tidak boleh dipelintir atau diplesetkan. Oleh karena itu, saat mengajarkan firman Allah misalnya kepada anak-anak, tidak boleh menyertainya dengan tamparan atau mencubit si anak. Firman Allah harus diajarkan sesuai dengan isi firman itu. Jika firman Allah mengatakan “Kasihilah Tuhan Allahmu” namun kita memukul si anak karena sedikit kesal, apa jadinya arti pengajaran itu?

Mengajarkan Firman Allah haruslah dengan benar dan sungguh-sungguh. Firman Allah tidak boleh diberitakan dengan cara mengabaikan sendiri pesan dari Firman tersebut. Jika kita sudah mampu demikian, maka Firman tersebut akan sejalan dengan maksud dengan tujuannya semula.

Share this Story

Pdt. Reinhard PP Lumbantobing, S.Th adalah pendeta Gereja HKBP Cilincing Ressort Jatiwaringin. Menikah dengan Ibu Pdt. Melati Butarbutar dan telah dikaruniai dengan seorang putri. Anak dari Pdt. Robert Lumbantobing, SMTh ibu boru Munthe yang sekarang melayani di HKBP Petojo Ressort Petojo Jakarta Barat. Pendeta Reinhard adalah founder dari pargodungan.org.

Add a Comment on "Mengajarkan Firman Allah dengan Benar"

Follow us

Humor Kristen

Seorang pendeta baru pindah ke sebuah kota. Salah seorang warga kota tersebut kemudian berkunjung ke rumahnya dan berkata, "Saya harap Anda tidak berpikiran sempit seperti pendeta sebelumnya, yang berpikir bahwa hanya jemaat dari gerejanya saja yang akan masuk ke dalam surga." "Ohhh .... Saya bahkan memiliki pikiran yang lebih sempit lagi dari itu," jawab pendeta tersebut. "Saya cukup yakin bahwa beberapa orang dari anggota gereja saya tidak akan berhasil masuk ke dalam surga." | Klik LIKE jika Anda suka!