
Rombongan BKAG Binjai dan HKBP Distrik Langkat Kebaktian Bersamaan dengan Pejuang Protap di Rutan T Gusta, Praeses: Bahkan Batu Pun Tidak Bisa Dilarang untuk Berteriak Minta Keadilan
* Perjuangan Protap untuk Kesejahteraan Rakyat Sangat Berharga di Mata Tuhan
* Para Pejuang Protap Diupa-upa dan Diulosi
* Praeses: Melalui Ibadah Ini, HKBP Memberangkatkan Warga Gereja Memperjuangkan Warga Gereja Memperjuangkan Berdirinya Propinsi Tapanuli
Sipirnitondi
SIPIR NI TONDI: Praeses HKBP Distrik XXIII Langkat Pdt SL Simanjuntak STh memberikan Boras Sipir Ni Tondi kepada Ketua Umum Panitia Pembentukan Propinsi Tapanuli Ir GM Chandra Panggabean dan kawan-kawan setelah diulosi di Rutan Tanjung Gusta Medan, Sabtu (1/8). (Foto SIB/Jhon Manalu)
Medan (SIB)
Utusan Gereja-Gereja yang tergabung dalam BKAG (Badan Koordinasi Antar Gereja) Kota Binjai dan HKBP Distrik XXIII Langkat mengadakan kebaktian/ bersama dengan para Pejuang Protap di Rutan Tanjung Gusta Medan, Sabtu (1/8).
Selain kebaktian juga memberikan Upa-Upa (dekke si mudur-udur), dan ulos serta beras sipir ni tondi kepada para pejuang Protap. Pemberian Upa-Upa dan ulos tersebut dipimpin Praeses Pdt SL Simanjuntak STh didampingi Ketua BKAG Pdt HJ Siregar STh, Wkl Ketua BKAG Petrus yang juga etnis Tionghoa, Pendeta HKBP Binjai Pdt K Sibarani SPAK didampingi seluruh rombongan jemaat.
Ulos diberikan kepada pejuang Protap yang diwakili Ir GM Chandra Panggabean, Drs Juhal Siahaan dan Drs Jumongkas Hutagaol didampingi seluruh pejuang Protap yang mendekam di Rutan Tanjung Gusta.
Kebaktian/ibadah peneguhan para pejuang Protap yang mengangkat thema “Janganlah jemu-jemu berbuat baik” dan sub thema “melalui ibadah ini, HKBP memberangkatkan warga gereja untuk memperjuangkan berdirinya Propinsi Tapanuli” itu dipimpin Pdt J Pardede. Kebaktian diawali menyanyikan pujian “Hai Bangkit Bagi Yesus” disusul dengan Doa Ucapan Syukur dibawakan Pdt T Banjarnahor STh dan Doa Syafaat dipimpin Pdt HJ Siregar.
Dalam khotbahnya, Praeses Pdt SL Simanjuntak STh mengangkat nats Ibrani 11:1 yang berbunyi Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. Ia menekankan, supaya pejuang Protap tidak kendor imannya sekalipun menghadapi tantangan berat dan harus mendekam dalam penjara, karena yang diperjuangkan adalah untuk kemakmuran rakyat secara khusus masyarakat Tapanuli.
Praeses juga menceritakan tentang perjalanan missionaris Nommensen yang mengabarkan Injil di Tanah Batak. Dalam kisah itu diceritakan bahwa Nommensen saat cuti berada di Jerman ia tetap mengingat dan cinta Tanah Batak, padahal ia bukan orang Batak. Untuk itu para pejuang Protap juga merupakan Nommensen-Nommensen yang rindu dan cinta Tanah Batak dengan memperjuangkan pembentukan Protap untuk membangun dan mensejahterakan rakyat Tapanuli
Demikian juga dengan kisah Paulus yang mendekam di penjara. Namun saat di penjara itulah ia semakin mendekatkan diri kepada Tuhan dan diperlengkapi untuk memberitakan berita kebenaran..
Jadi menurut Praeses, perjuangan pembentukan Propinsi Tapanuli untuk kesejahteraan rakyat sangat berharga di mata Tuhan. “Hanya yang berhati jernih dapat mengerti keadaan ini,” katanya.
Dikatakan lagi, semuanya akan indah jika tiba pada waktunya. Bahkan batu pun tidak bisa dilarang untuk berteriak meminta keadilan. Dalam kesempatan itu Praeses juga mengatakan bahwa perjuangan para pejuang Protap yang saat ini ditahan di Rutan akan disampaikan dalam Rapat pendeta HKBP pada 3 Agustus 2009 mendatang di Sipoholon Taput.
Sementara dalam doanya, Praeses memohon kepada Tuhan agar para penegak hukum bekerja dengan sebaik-baiknya dan dalam menjatuhkan putusan benar-benar sesuai hati nurani dan keadilan tanpa adanya intervensi dari pihak-pihak tertentu.
Selesai khotbah disampaikan pesan pastoral oleh Petrus (mewakili BKAG), mewakili rombongan disampaikan istri Praeses br Gultom dan Pdt K Sibarani SPAK. Petrus mengatakan, saat angin ribut datang, Yesus mengingatkan murid-muridnya supaya jangan takut. Takut merupakan hal yang manusiawi dan wajar kalau dirasakan para pejuang Protap. Namun yakin dan percayalah, Yesus akan menunjukkan muzizatnya dan Protap akan dapat terwujud.
Sementara itu istri Praeses mengatakan, Protap merupakan cita-cita kita semua dan hal itu akan tetap menjadi pergumulan dalam doa. Untuk itu ia meminta agar tabah dan tetap setia memperjuangkan Protap.
Usai kebaktian, rombongan tersebut memberikan “Dekke Si Mudur-Udur, beras sipir ni tondi dan ulos ” kepada pejuang Protap agar mereka tetap kuat serta tabah dan perjuangan Protap diberkati Tuhan.
Selanjutnya acara diisi dengan penyampaian kata-kata sambutan dari para pejuang Protap di antaranya disampaikan oleh Jumongkas Hutagaol, Rudolf Marpaung, Poltak Panjaitan, Lesman Simamora, Burhanuddin Rajaguguk, mewakili mahasiswa HF Sinambela dan di akhir sambutan dari Ketua Umum Panitia Protap Ir GM Chandra Panggabean.
Pada intinya Ir GM Chandra Panggabean mengucapkan terima kasih atas kehadiran dan perhatian rombongan BKAG Binjai dan HKBP distrik XXIII Langkat terlebih lagi atas firman Tuhan yang telah disampaikan serta pemberian upa-upa dan ulos sehingga semakin menambah semangat mereka selama berada dalam tahanan.
Perjuangan Protap kata GM Chandra Panggabean bukan baru-baru ini saja, tetapi sudah dimulai sejak akhir tahun 70-an dan memasuki tahun 80-an. Puncaknya tahun 2009, seluruh syarat pembentukan sudah terpenuhi dan tinggal paripurna DPRD saja.
Namun menjadi renungan mereka selama berada dalam tahanan mengapa Protap belum bisa terbentuk padahal banyak pemekaran Propinsi lain yang dalam waktu singkat bisa terbentuk seperti di Sulawesi, Propinsi Gorontalo, Propinsi Kepri, Propinsi Banten. Untuk itu dalam memperjuangkan Protap ke depan katanya, mereka akan lebih mengandalkan Tuhan dan senantiasa berdoa. Pihaknya juga meminta dukungan dalam doa agar Protap dapat segera terwujud.
Sumber: http://www.hariansib.com

Agustus 5th, 2009 at 14:18
Biarlah yang terbaik yang terjadi.
Jika itu baik dipandang Tuhan tentu akan diberikan,
walaupun harus berjuang terus ataupun menunggu.
Salam, EKA
Agustus 17th, 2009 at 20:50
Sahabat para pejuang renungkanlah :
Saat Tuhan menjawab Doa kita IA menambah Iman kita, Saat Tuhan belum menjawab doa kita IA menambah kesabaran kita, Saat Tuhan menjawab Doa kita, tetapi ternyata bukan sesuai dengan permohonan kita, itu berarti IA memilih yang terbaik untuk ita. Bagi DIA tidak ada yang mustahil. (Luk1:37)