Misteri Dibalik Lukisan Tangan yang Berdoa

25 May 2012121 pembaca |

Tahukah Anda sebuah lukisan hitam putih yang menggambarkan dua tangan yang sedang berada dalam posisi berdoa/menyembah ini? Siapakah pelukisnya? Apa misteri di balik lukisan tersebut? Mengapa hanya dua tangan yang dilukiskan? Pertanyaan-pertanyaan ini menarik untuk kita temukan jawabnya.

Mari sejenak menelusuri masa lalu. Kembali ke abad XV, di sebuah kampung kecil dekat Nuremberg Jerman, hiduplah sebuah keluarga dengan delapan belas anak. Bayangkan, 18 anak! Saking banyaknya anak tersebut, orangtuanya sampai kerepotan mengurus dan menafkahi hidup mereka semua. Maka, untuk menjamin agar selalu tersedia makanan di meja makan mereka, sang ayah pun bekerja keras selama delapan belas jam sehari.

Namun, meski kondisi mereka terlihat sangat menyedihkan, dua anak tertua Durer (nama sang ayah) punya impian. Mereka berdua ingin menjadi seniman terkenal. Caranya ialah dengan masuk kuliah di akademi yang ada di Nuremberg. Tapi, dalam kesadarannya, mereka berdua tahu ayahnya tak akab mungkin membiayai sekolah mereka berdua. Sebab, untuk makan sehari-hari mereka saja sudah sulit.

Di suatu malam, kedua anak ini bergumul bersama. Mereka ingin segera mewujudkan cita-cita mereka. Setelah berdiskusi panjang, mereka pun memutuskan akan melempar koin. Yang kalah akan bekerja di penambangan dekat kampung mereka dan gajinya akan dipakai yang menang dalam undian tersebut untuk bersekolah di akademi. Dan ketika pemenang undian menyelesaikan kuliahnya selama empat tahun, maka ia pun harus membiayai kembali biaya kuliah yang kalah dengan menjual hasil seninya, dan jika perlu menjadi buruh tambang juga. Cukup adil bukan?

Mereka pun melakukan tos koin pada hari Minggu sepulang kebaktian di gereja. Albrecht Durer memenangkan undian dan berangkat ke Nuremberg. Sementara Albert Durer, saudaranya pergi ke penambangan, dan selama empat tahun berikutnya membiayai Albrecht. Keringat dan kerja keras Albert rupanya tidak sia-sia. Sebab Albrecht saudaranya, mendekati masa akhir kuliahnya sudah bisa mendapatkan bayaran atas karya seninya.

Ketika sang seniman muda itu pulang ke kampung halamamnya, keluarga besar Durer pun membuat jamuan makan malam untuk merayakan kelulusan Durer. Menjelang usainya makan malam tersebut, Albrecht pun bangkit dari kursinya di ujung meja, untuk melakukan tos minuman bagi saudaranya yang penuh pengorbanan selama empat tahun sehingga Albrecht dapat mencapai impiannya.

Dengan penuh haru Albrecht mengatakan, “Sekarang Albert, saudaraku yang diberkati Allah, sekarang adalah giliranmu. Sekarang engkau dapat pergi ke Nuremberg untuk mengejar mimpimu, dan aku akan mengurus semuanya untukmu.”

Semua kepala di sekeliling meja tersebut mengarah kepada Albert. Air muka Albert mendadak muram. Ia menangis!

“Tidak… tidak saudaraku”, kata Albert sambil menyeka air mata yang mengucur di wajahnya.  “Aku tidak bisa lagi meraih impianku. Lihat! Selama bekerja dipenambangan empat tahun ini, tulang-tulang di setiap jari tanganku hancur karena kecelakaan. Tangan kananku sekarang terkena arthritis. Sehingga tidak mungkin aku membuat karya seni dengan keadaan begini.” Kata Albert sambil menunjukkan tangannya yang lumpuh. “Bagiku, sudah tidak ada lagi kesempatan.” kata Albert sambil menyeka air matanya yang mulai mengering.

Well, 450 tahun sudah berlalu sejak kejadian tersebut. Tetapi cerita saya belum selesai di sini! Sekarang, ratusan karya Albercht Durer, gambar sketsa, lukisan, ukiran-ukirannya berada di setiap museum besar dunia. Tetapi yang menarik, hanya satu karyanya yang mungkin familiar bagi Anda. Atau mungkin saja Anda memiliki salah satu hasil reproduksi digital karyanya.

Suatu hari, untuk membalas budi baik dan pengorbanan saudaranya, Abrecht Durer melukis kedua telapak tangan Albert yang menyatu. Melihat lukisannya itu, semua orang akhirnya menyebutnya “The Praying Hands” atau “Tangan yang Berdoa”.

P.S.: Lain kali Anda melihat lukisan ini, jadikan itu sebagai pengingat bagi Anda: Tidak ada seorangpun yang melakukan sesuatu sendirian. Anda perlu pertolongan orang lain. Bagaimana menurut Anda?

Disarikan dari karya Philip Harrelson, Spiritual Ambition

Misteri Dibalik Lukisan Tangan yang Berdoa  tahukah anda  Lukisan Tangan

Anda suka? Yuk bagikan artikel ini ke teman-teman!

Anda membaca "Misteri Dibalik Lukisan Tangan yang Berdoa". Jika Anda menyalinnya, harap cantumkan link url berikut:

Tags:

Silahkan memberikan tanggapan di sini!

Ayat Emas Hari Ini

Advent IV

Lukas 1:26-38
2 Samue 7:1-11+16
Bagia Allah Tidak Ada yang Mustahil

×