Paul F. Knitter: Satu Bumi Banyak Agama

Bab 1. Petualangan Dialogisku

Satu Bumi Banyak Agama – Knitter, Paul F.

Ringkasan Paul F. Knitter Satu Bumi Banyak Agama, Risalah Satu Bumi Banyak Agama, Pluralisme
Paul F. Knitter Satu Bumi Banyak Agama

Tugas seorang teolog Kristen – yaitu upaya membantu umat menengahi masalah hubungan antara tradisi Kristen & budaya (-budaya) – sangat dipengaruhi oleh masyarakat maupun berbagai peristiwa dalam hidupnya. Kalau dilihat ke beberapa dekade lalu, kelihatannya ada dua Yang Lain yang utama yang telah mempengaruhi hidup & teologi saya: yang religius & yang menderita.

Sampai permulaan tahun 80-an, yang paling penting dalam kehidupan sosial maupun teologi saya adalah mereka yang religius yang berasal dari agama-agama lain. Kemudian perjalanan dunia & berbagai pengalaman pribadi membawa saya ke dalam suatu dunia atau lingkungan orang lain yang berbeda & lebih luas masuk ke dalam kehidupan saya, yang mewakili begitu banyak manusia di seluruh dunia yang mengalami penderitaan secara tidak adil yang sebenarnya tidak usah terjadi. Kini saya memahami & merasa bahwa penderitaan bukan hanya dialami oleh manusia tetapi semua makhluk yang mempunyai perasaan, termasuk bumi kita. Jadi, berbagai rekan maupun peristiwa dalam hidup saya telah membawa, terkadang memikat saya ke dalam apa yang bagi saya menjadi kewajiban moral untuk menerima “pluralisme & pembebasan”, atau “dialog & tanggungjawab global”. Tujuan buku ini adalah untuk mendorong suatu dialog antar-agama yang pluralistik & membebaskan. Pendekatan yang saya teliti ini saya sebut sebagai dialog yang korelasional & bertanggungjawab secara global di antara berbagai agama. Agar dialog korelasional itu dapat berlangsung, perjumpaan dialogis harus dilakukan dalam suatu komunitas yang egaliter, bukan hierarkis.

Bab 2. Berbicara tentang Masalah Sebenarnya

Ada dua model yang dewasa ini muncul mengenai sikap terhadap agama-agama, yakni eksklusivisme & inklusivisme. Masalah dalam eksklusivisme adalah pengakuan terhadap kebenaran atau kuasa penyelamatan dari agama atau tokoh agama lain merupakan suatu tamparan terhadap muka Allah; suatu pencemaran terhadap apa yang telah dilakukan Allah dalam Yesus. Sedangkan masalah dalam inklusivisme, Kristus bagi umat Kristen – kebenaran yang meyakinkan itu yang dengannya mereka hidup & norma penuntun yang dengannya mereka masuk ke dalam arena kebenaran-kebenaran lainnya. Menghilangkan klaim kebenaran yang normatif, menentukan & final, berarti menggerogoti dialog dari otot-ototnya & menggantikannya dengan suasana panas yang merusak.

Unsur-unsur penting dalam model yang korelasional & bertanggungjawab secara global adalah pemahaman tentang agama-agama lain, pemahaman tentang keunikan Kristus, serta pemahaman atas dasar & tujuan dialog. Untuk suatu model dialog antar-agama yang pluralis & korelasional, harus mengakui kemungkinan adanya nilai dari agama-agama lain selain agama Kristen. Sementara itu, tentang keunikan Kristus, kristologi pluralis tidak pernah mempermasalahkan apakah Yesus itu unik, namun hanya bagaimana. Dasar & tujuan dialog adalah pluralistik & bertanggungjawab secara global. Dialog antar-agama yang bertanggungjawab secara global berusaha menggambarkan kesempatan yang melekat dalam kebutuhan dari suatu pengalaman.

Ringkasan Bab selengkapnya Buku Paul F. Knitter: Satu Bumi Banyak Agama dapat Anda unduh lewat link download di bawah!