Utama » Gaya Hidup

Sok suci lo!

| 14 September 20111 pembaca

Sok suci lo!

Begitulah ucapan seseorang ketika melihat orang lain yang begitu ga beres hidupnya, melakukan sesuatu yang dianggap benar. Pada dasarnya mereka memang tidak melakukan apa yang benar di dalam hidupnya, tetapi setidaknya mereka memiliki potensi untuk hidup benar.

Orang munafik saja mau melakukan apa yang benar, kenapa anda yang justru adalah orang benar (karena telah dibenarkan oleh Kristus) tidak mau melakukan apa yang baik, tidak menjadi teladan, dan malah berkata yang tidak-tidak tentang orang lain?

Ayo dong, masa anda lebih buruk dari orang yang munafik. Masa anda kalah dengan orang yang munafik, yang bisa melakukan hal-hal yang jauh lebih bermanfaat dari apa yang anda lakukan?

Ketidaknyamanan anda pada orang itu justru membuktikan anda sedang merasa iri kepada dirinya. Bagaimana tidak, orang yang bahkan anda anggap lebih buruk pun dapat melakukan hal-hal yang benar. Masa anda tidak bisa??

Maka dari itu saya katakan, “Buktikan jika anda bisa melakukan kebenaran, jauh lebih baik dari apa yang telah ia lakukan”

***

Eits, tunggu dulu. Apa anda merasa ada beberapa hal yang salah dari tulisan di atas? Ya. Ketika anda menganggap orang lain lebih buruk dari anda, itu berarti anda sedang menganggap diri anda lebih tinggi dari dirinya. Dengan kata lain, anda sedang meninggikan diri anda!

Ingat Matius 23:12 Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.

Dengan menyebutkan orang lain lebih buruk dari kita, itu berarti kita sedang menyombongkan diri dan merendahkan mereka. Sebaliknya, kita seharusnya tidak usah menyombongkan kebenaran-kebenaran yang kita lakukan. Biar Tuhan saja yang menilai cara hidup kita. Orang lain akan melihat bahwa anda adalah orang benar, melalui buah yang anda hasilkan.

Matius 17-18 “Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik. Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik.”

Alih-alih menuduh seseorang adalah munafik, seharusnya kita mendukung perbuatan baiknya. Ini bukan untuk membiarkan kemunafikannya merajalela, melainkan untuk menjadikan dukungan ini sebagai sindiran halus pada dirinya.

Dengan dukungan anda, anda bisa lebih merangkulnya lagi agar ia dapat melakukan perbuatan-perbuatan yang benar, bukan hanya dalam satu sisi saja.

Jika anda berkata, “sok suci lo!” maka yang akan terjadi adalah anda sedang melakukan pembunuhan karakter. Seseorang yang seharusnya bisa anda tolong, tapi anda perburuk lagi dengan mengatakan hal demikian. :o

Kata-kata “sok suci lo!” sebaiknya tidak kita gunakan lagi. Sebab percaya atau tidak ini merupakan tanda anda sedang menghakimi seseorang. Masalahnya bukan cuma ga boleh menghakimi, tapi lebih dari itu, standar yang kita gunakan untuk orang lain, akan dikenakan juga pada kita.

Jika anda berkata, “Sok suci lo!” itu berarti anda juga ga boleh jadi orang munafik.

“Lho, saya kan memang bukan orang munafik?!”

Mulai lagi kesombongan anda muncul, sebagaimana saya bilang di atas tadi, ingat lagi ayat berikut Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.

***

Akhirnya, masihkah anda mau menghakimi orang lain?

Ingat Yakobus 4:12 “Hanya ada satu Pembuat hukum dan Hakim, yaitu Dia yang berkuasa menyelamatkan dan membinasakan. Tetapi siapakah engkau, sehingga engkau mau menghakimi sesamamu manusia?”

Keunggulan terhadap hukum hanya dimiliki Allah. Dia adalah Pembuat hukum dan hakim, dan di tangan-Nya terletak masalah hidup dan mati. Karena hal inilah Yakobus mempertanyakan kembali kepada anda yang semau gue menghakimi orang lain, “Siapa sih lo?”

Mengingat kembali kisah seorang perempuan yang kedapatan berbuat zinah dalam Yoh 8:1-11, Tuhan Yesus sendiri masih memberikan pengampunan dan menyuruh perempuan itu bertobat, masa kita bertindak dengan angkuhnya dan melakukan pembunuhan karakter seketika itu juga?

Seperti yang saya sebutkan di atas, orang yang munafik adalah orang yang berpotensi untuk anda bawa kepada pertobatan. Maukah anda memanfaatkan kesempatan itu?

Seperti kata nyokap gw juga bilang, (agak gw modif dikit) jika saja di dunia ini, orang yang memiliki kelebihan dibanding orang lain, baik dalam kekayaan harta duniawi maupun harta sorgawi, mau membantu satu orang saja dalam hidupnya, pasti banyak orang lain yang bakal selamat.

Mari kita lakukan lagi prinsip, boan sadanari (bawa satu lagi). :D

tulisan ini diposting juga di http://gnibot.blogspot.com

Silahkan memberikan tanggapan di sini!

pargodungan.org | khotbah, renungan harian, gaya hidup kristen, spiritualitas, partitur koor, pacaran, pernikahan, karir dan pekerjaan, makalah kristen, gereja, download alkitab, software pelayanan gereja

Anda ingin membaca artikel ini? Gabung Yuk! Pastikan Anda sudah mengklik salah satu tombol di bawah!

Hubungi Kami

×