<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>pargodungan.org &#187; Markus</title>
	<atom:link href="http://pargodungan.org/tag/markus/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pargodungan.org</link>
	<description>Situs referensi pelayanan dan kehidupan Kristen.</description>
	<lastBuildDate>Sat, 04 Feb 2012 15:49:40 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.5</generator>
		<item>
		<title>Khotbah Minggu Sexagesima: Panen raya, datanglah! &#8211; Markus: 4:26-29</title>
		<link>http://pargodungan.org/panen-raya-datanglah/</link>
		<comments>http://pargodungan.org/panen-raya-datanglah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Feb 2011 02:10:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Leonardo Sinambela</dc:creator>
				<category><![CDATA[Khotbah Minggu Ini]]></category>
		<category><![CDATA[Damai Sejahtera]]></category>
		<category><![CDATA[Keadilan]]></category>
		<category><![CDATA[Markus]]></category>
		<category><![CDATA[Minggu Sexagesima]]></category>
		<category><![CDATA[Panen Raya]]></category>
		<category><![CDATA[Sukacita]]></category>
		<category><![CDATA[Yesus Kristus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pargodungan.org/panen-raya-datanglah/</guid>
		<description><![CDATA[Apakah itu akan tumbuh? Demikian pertanyaan yang muncul di dalam hati ketika kita menanam tanaman. Ya, tentu saja, kita berharap agar apa yang kita tanam itu tumbuh. Namun jika ditanya bagaimana proses pertumbuhannya tentu tidak ada yang mengetahuinya. Pertumbuhan adalah misteri ilahi, tidak ada yang mengetahui prosesnya. Berbagai jenis unsur tanah yang dibutuhkan tanaman semata-mata [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Apakah itu akan tumbuh? Demikian pertanyaan yang muncul di dalam hati ketika kita menanam tanaman. Ya, tentu saja, kita berharap agar apa yang kita tanam itu tumbuh. Namun jika ditanya bagaimana proses pertumbuhannya tentu tidak ada yang mengetahuinya. Pertumbuhan adalah misteri ilahi, tidak ada yang mengetahui prosesnya. Berbagai jenis unsur tanah yang dibutuhkan tanaman semata-mata hanyalah pendukung, bukan faktor utama. Sebab hidup adalah milikNya. </p>
<p>Demikianlah Yesus Kristus menggunakan hal seputar pertanian untuk menyampaikan pengajarannya tentang Kerajaan Allah. Kerajaan Allah hadir bersama-sama dengan kehadiran Yesus di dunia dan Ia sendirilah yang membawanya sesuai dengan misi kedatanganNya ke dunia (lih. Mrk. 1:15). Apa itu kerajaan Allah? Kerajaan Allah adalah keadilan, damai sejahtera dan sukacita (lih. Rom. 14:17).  Oleh karena itu misi kehadiran Yesus di dunia adalah untuk membawa keadilan, damai sejahtera dan sukacita. Gereja, masyarakat, keluarga, Negara, bumi ini serta seluruh manusia tanpa memandang agama dan kepercayaan dapat menjadi kerajaan Allah jika di situ terdapat keadilan, damai sejahtera dan sukacita. </p>
<p>Penabur bertugas menabur. Sementara pertumbuhan dari apa yang diusahakannya sepenuhnya di dalam kuasa Tuhan. Penabur tersebut adalah para pemberita firman dan benih yang ditanam adalah firman Tuhan itu sendiri. Manusia (penabur) itu tidak mengetahui kapan dan bagaimana firman yang ditabur itu bertumbuh, sebab dia hanya menabur pada siang hari, sementara pada malam hari dia tidur. Firman Tuhan itu bertumbuh di dalam kuasaNya dan atas sekehendakNya. Manusia tidak mampu untuk melakukan apa pun untuk menjadikan orang-orang percaya atau beriman kepadaNya. Sebab iman itu sendiri bukanlah sesuatu yang diusahakan atau hasil dari suatu pekerjaan (Eps. 2:8-9; Ibr. 11:1). Pergantian siang dan malam memperlihatkan pergantian masa dari hari ke hari, di mana pada masa-masa itulah Tuhan melalui Roh Kudus bekerja untuk menumbuhkan iman di dalam diri manusia itu. Pengajaran akan firman Tuhan (katekhisasi), khotbah, dan kunjungan pastoral, dan sebagainya hanyalah pendukung untuk pertumbuhan. Sebagaimana air, tanah yang baik dan pupuk sebagai pendukung dalam pertumbuhan tanaman. Firman Tuhan sebagaimana yang disampaikan oleh rasul Paulus sangat tepat untuk menjelaskan ini. “Aku menanam, Apolos menyiram, tetapi Allah yang memberi pertumbuhan” (1 Kor. 3:6).</p>
<p>Keadilan, damai sejahtera dan sukacita yakni Kerajaan Allah yang telah dibawa oleh Yesus sendiri adalah perbuatan Alalh sendiri. Manusia dengan segala usahanya tidak mampu mencapainya. Manusia membuat berbagai lembaga keadilan, namun keadilan tidak terwujud. Rekayasa terjadi. Manusia membuat lembaga perdamaian, namun pertentangan dan permusuhan masih berlanjut. Manusia membuat lembaga sukacita, namun semuanya semu, kesenangan sementara. Sebab manusia tidak dapat mencapainya dengan mengandalkan diri sendiri. Itu adalah misteri Allah dan Allah sendirilah yang membawanya. Allah di dalam Yesus Kristuslah yang membawa Kerajaan Allah (baca: Keadilan, damai sejahtera dan sukacita) ke bumi dan tanpa Dia, manusia tidak mampu mencapainya. Permohonan di dalam doa bapa kami (ingat: ‘datanglah kerajaanmu) sangatlah tepat untuk ini. Manusia haruslah memohon untuk itu. Memohon agar Tuhan mengirimkan penabur yang membawa firman Tuhan. dengan demikian kerajaan Allah terwujud di dalam naungan Roh Kudus yang selalui menyertai pertumbuhan firman itu sendiri. </p>
<p>Penabur (manusia) yang bertugas menyampaikan firman itu sendiri tidak dapat bermegah jika pekerjaannya berhasil untuk mengjadikan orang pecaya kepada Yesus. Atau sebaliknya, berkecil hati jika pekerjaannya seolah-olah tidak menunjukkan perkembangan. Penabur itu hendaknya memohon berkat Tuhan untuk menjaga dan memelihara benih yang telah ditabur itu, agar bertumbuh. Sekali lagi, penabur tidak dapat mengetahui kapan proses itu terjadi. Seluruhnya hanya dalam naungan pemeliharan Tuhan. Pergantian siang dan malam yakni proses di mana pertumbuhan itu terjadi tentu menuju penuaian hasil, panen raya. Penabur agung itu sendirilah yang akan menuai hasilnya. Kerajaan Allah yakni keadilan, damai sejahtera dan sukacita yang telah ditabur di dalam dunia ini akan dituai. Setiap orang yang menjadi pelaku keadilan, damai sejahtera dan sukacita telah menghadirkan kerajaan Allah di dunia dan itulah yang akan dituai untuk dimasukkan penabur agung ke tempat di mana Ia juga berada, sebagaimana yang Dia janjikan (Joh. 14:3). Amin.</p>


<p>Baca juga tulisan ini:<ol><li><a href='http://pargodungan.org/apa-yang-akan-kupersembahkan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Khotbah Minggu Okuli: Apa yang akan kupersembahkan? &#8211; Markus 12:41-44'>Khotbah Minggu Okuli: Apa yang akan kupersembahkan? &#8211; Markus 12:41-44</a> <small>Uang lagi, uang lagi, uang lagi! Demikian gerutu dan sungut-sungut...</small></li>
<li><a href='http://pargodungan.org/khotbah-minggu-trinitas-1-%e2%80%93-ini-aku-utuslah-aku-yesaya-61-13/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Khotbah Minggu Trinitas 1 – Ini Aku, Utuslah Aku &#8211; Yesaya 6:1-13'>Khotbah Minggu Trinitas 1 – Ini Aku, Utuslah Aku &#8211; Yesaya 6:1-13</a> <small>Yesus Kristus telah memenuhi janjinya untuk mengutus Roh Penghibur. Kini...</small></li>
<li><a href='http://pargodungan.org/khotbah-minggu-letare-silahkan-makan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Khotbah Minggu Letare: Silahkan Makan &#8211; Johanes 6:55-65'>Khotbah Minggu Letare: Silahkan Makan &#8211; Johanes 6:55-65</a> <small>Makanan pokok setiap suku bangsa berbeda-beda, ada suku yang makanan...</small></li>
<li><a href='http://pargodungan.org/jangan-cobai-tuhan-allah-mu/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Khotbah Minggu Reminiscere: Jangan cobai Tuhan, Allah-mu &#8211; Matius 12:38-42'>Khotbah Minggu Reminiscere: Jangan cobai Tuhan, Allah-mu &#8211; Matius 12:38-42</a> <small>Masih ingat cerita tentang Iblis yang mencobai Tuhan Yesus tak...</small></li>
<li><a href='http://pargodungan.org/khotbah-minggu-jubilate-cara-agar-kepercayaan-anda-menjadi-seteguh-karang-yohanes-1616-20/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Khotbah Minggu Jubilate: Cara agar Kepercayaan Anda menjadi Seteguh Karang &#8211; Yohanes 16:16-20'>Khotbah Minggu Jubilate: Cara agar Kepercayaan Anda menjadi Seteguh Karang &#8211; Yohanes 16:16-20</a> <small>Seseorang hanya bertahan pada satu keyakinan kalau melalui keyakinan itu...</small></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pargodungan.org/panen-raya-datanglah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jalan Pintas ke Surga</title>
		<link>http://pargodungan.org/jalan-pintas-ke-surga/</link>
		<comments>http://pargodungan.org/jalan-pintas-ke-surga/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Feb 2010 06:57:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pdt. Reinhard PP Lumbantobing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Khotbah Minggu Ini]]></category>
		<category><![CDATA[I Timoteus]]></category>
		<category><![CDATA[Markus]]></category>
		<category><![CDATA[Minggu Invokavit]]></category>
		<category><![CDATA[Pertandingan Iman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pargodungan.org/?p=854</guid>
		<description><![CDATA[Minggu: Invokavit Evangelium: I Timoteus 6:11-19 Tema Khotbah: Bertekun dalam Pertandingan Iman Saat melalui jalan yang panjang dan berliku-liku, kita sering mengharapkan semoga ada jalan pintas yang dapat dilalui. Jalan pintas akan menghindarkan diri kita dari perjalanan panjang yang melelahkan. Waktu tempuh juga akan semakin efisien dan barangkali, kita tidak akan terjebak macet. Sayangnya hal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Minggu: Invokavit</p>
<p>Evangelium: I Timoteus 6:11-19</p>
<p>Tema Khotbah: Bertekun dalam Pertandingan Iman</p>
<p>Saat melalui jalan yang panjang dan berliku-liku, kita sering mengharapkan semoga ada jalan pintas yang dapat dilalui. Jalan pintas akan menghindarkan diri kita dari perjalanan panjang yang melelahkan. Waktu tempuh juga akan semakin efisien dan barangkali, kita tidak akan terjebak macet.</p>
<p>Sayangnya hal ini tidak berlaku saat kita ingin mencapai surga. Untuk mencapai surga itu, kita harus menelusuri jalur yang telah ditentukan. Tidak ada jalan pintas yang dapat dijalani. Mengandalkan nepotisme tidak bisa(seperti yang dibayangkan oleh Yakobus dan Yohanes &#8211; Markus 10:37). Mengandalkan uang juga tidak mungkin (seperti dengan membeli Surat Penghapusan Dosa).</p>
<p>Dalam perikop ini, Paulus mengandaikan kehidupan orang Kristen itu sebagai sebuah pertandingan iman. Seperti olimpiade yang mungkin sering ia lihat di jamannya, peserta olimpiade harus berlari dengan sekuat tenaga sesuai dengan jalur yang ditentukan untuk mencapai garis <em>finish</em>.</p>
<p>Nah, kehidupan Kristen itu dibayangkan Paulus identik dengan keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran, dan kelembutan. Itulah hal-hal yang harus dikejar oleh setiap orang Kristen. Mengapa harus repot-repot mengejarnya? Karena untuk itulah kita dipanggil (I Timoteus 6:12). Kita dipanggil untuk menyuarakan keadilan, beribadah kepada Tuhan, menjaga kesetiaan, menunjukkan kasih, mengandalkan kesabaran, dan mengutamakan kelembutan. Panggilan itu dapat diibaratkan sebagai jalan yang harus ditempuh. Tujuan akhirnya adalah &#8220;saat Tuhan Yesus Kristus menyatakan diriNya&#8221; (I Timoteus 6:14).</p>
<p>Memang seringkali lidah kita terasa kaku untuk menyuarakan keadilan. Seringkali ibadah kita hanya berupa rutinitas hidup yang tidak berarti. Seringpula kesetiaan hanya dimulut (mata tidak ikut). Seringkali kasih itu tidak dapat kita ungkapkan dengan mudah. Ketidaksabaran juga lebih sering kita alami. Kelembutan juga hanya ditampilkan saat kita punya maksud tertentu. Namun, inilah sebabnya ia disebut sebagai sesuatu yang harus dikejar terus-menerus. Jalan itu &#8211; betapapun seringnya kita harus menginjak kerikil yang membuat kaki kita kesakitan &#8211; harus kita jalani. Betapapun harus tersandung karena terperosok ke lubang, kita harus bangkit untuk tetap berusaha menelusurinya. Itulah, yang dinamakan Paulus sebagai pertandingan! Hanya orang yang bisa bertahan dalam latihan keras yang mampu bertanding. Hanya orang yang bisa bangkitlah yang bisa bertahan. Dan hanya orang yang bisa bertahanlah yang bisa memenangkan mahkota kemenangan itu. Selamat bertanding, Tuhan menyertai Anda sekalian! <img src='http://pargodungan.org/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>


<p>Tidak ada tulisan sejenis!</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pargodungan.org/jalan-pintas-ke-surga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

