Sedikit Catatan tentang Pargodungan

oleh: Reinhard PP Lumbantobing |

Pargodungan (bahasa Batak) berasal dari kata dasar godung yang berarti “lubang”. Kata ini secara harfiah berarti “lubang” yang dapat digunakan sebagai jebakan untuk menjerat binatang-binatang liar yang ada di hutan. Dan demikian, dengan prefiks dan sufik par-an (pargodungan) artinya menjadi wilayah sekitar lubang jebakan. Namun pada perkembangan berikutnya – dan sampai sekarang – maknanya justru [...]

Mengajarkan Firman Allah dengan Benar

oleh: Reinhard PP Lumbantobing |

Matius 17:24-27
Ada sebuah cerita tentang dua orang tuli, sebut saja namanya si Andi dan si Budi. Di suatu pagi, si Budi hendak pergi di sungai. Ia mengenakan handuk kecil di lehernya (untuk gaya pikirnya). Di perjalanan, ia bertemu dengan si Budi yang juga tuli. Meskipun tidak kenal, dengan ramah Andi menyapanya, “Wah, mau mandi di [...]

Khotbah Minggu II Setelah Epiphanias – Orang Percaya Bersatu, Mungkinkah?

oleh: Reinhard PP Lumbantobing |

Yohannes 17:20-23
Jika diibaratkan, Gereja dapat dikatakan sebagai sasana tinju. Di dalam sasana itu para petinju selalu berjibaku, saling melayangkan dan menerima pukulan. Sejarah panjang kekristenan menunjukkan bahwa gereja sering jadi ajang ‘pukul-memukul’. Misalnya saja pada awal berdirinya, gereja sudah berjiibaku dengan orang kafir untuk mengokohkan pondasi iman kepercayaannya. Selain itu, sejak masa para rasul (jemaat [...]

Ordinary Time

Pargodungan, berasal dari kata Batak yang harfiahnya berarti kompleks gereja. Ya, di dalam kompleks gereja itu selalu tercermin spiritualitas yang agung tapi juga sangat bersahabat. Selengkapnya...

Info