Gaya Hidup

Inspirasi, Gaya Hidup, Hubungan, Pekerjaan, Sikap Hidup, Prinsip Hidup, Motivasi Kristen, Parenting, Pacaran, Buku Rohani

Tahukah Anda?

Rugi kalau tidak baca! Tahukah Anda berisi fakta-fakta unik, lucu, aneh yang berkaitan dengan gereja, Alkitab dan kehidupan Kristen.

Tips & Trik

Panduan dan kiat-kita praktis untuk melakukan apa pun yang berguna untuk mendukung kehidupan Anda.

Makalah

Studi tentang gereja, pelayanan, sejarah, dsb. Bagi kamu yang ingin sedikit “mengernyitkan dahi” saat membacanya.

Resources

Kumpulan Software, Aplikasi Pelayananan Kristen, Alkitab Download, Lagu Rohani, Multimedia, Ebook, Dokumen, dan Materi pelayanan di gereja.

Teknologi Baru Menambah Pengangguran

| 4 September 2009363 pembaca

Ditengah-tengah maraknya pengangguran di berbagai negara, rupanya ada saja negara yang seolah mau menunjukkan bahwa di negara mereka pengangguran tidak ada (malah kekurangan tenaga kerja). Jepang (seperti dilansir m.kompas.com) sekarang membuat robot untuk menambah jumlah tenaga kerja di negara ‘Matahari Terbit’ itu. Teknologi untuk itu sudah diupayakan misalnya untuk mengangkat pasien rumah sakit. Apakah hal itu suatu kemajuan atau malah suatu kemunduran?

Menurut saya menggunakan robot sebagai tenaga kerja harus diantisipasi. Mengapa? Alasannya sederhana. Sebagai sebuah negara, Jepang atau negara lainnya mempunyai tanggungjawab dalam mengurangi pengangguran di negara lain. Caranya ialah dengan mendatangkan tenaga kerja dari negara lain yang memiliki banyak penganggur – tentunya tenaga kerja yang didatangkan harus memiliki kompetensi yang dibutuhkan. Tetapi, ketika mereka mempekerjakan robot, mau dikemanakan tenaga kerja yang sebenarnya tersedia dimana-mana itu?

Jika kita mengingat isi Deklarasi Hak Asasi Manusia pasal 23, di sana tegas dikatakan bahwa seseorang berhak mendapat pekerjaan dan perlindungan dari masalah pengangguran. Nah, jika sebuah negara lebih mementingkan mempekerjakan robot daripada manusia, maka secara tidak langsung ia telah mengabaikan hak asasi manusia. Apakah logis atau tidak itu terserah Anda. :-)

logopargodungan Teknologi Baru Menambah Pengangguran %tag

Memang, setiap negara berhak mengatur rumah tangganya sendiri tanpa harus dicampuri oleh seorang calon pendeta seperti saya. Hehehe :-p Setiap negara berhak mengatur kebijakan tentang jumlah tenaga kerja asing yang boleh mereka datangkan. Akan tetapi sebagai sebuah negara ia juga punya tanggungjawab sosial terhadap setiap manusia di seluruh dunia. Isu ini sejajar dengan global warming yang harus dipandang sebagai tanggungjawab setiap negara/manusia. Jadi masakan kita juga tidak mementingkan kesejahteraan manusia lainnya. Masakan kita juga tidak turut memperhatikan para pengangguran di dunia ini?

Kalau diperhatikan, jumlah tenaga asing yang bekerja di Jepang cuma 2 persen dari pekerja lokal. Ini sangat kontras dengan Inggris (10 persen) dan Amerika (15 persen). Sementara jumlah pengangguran di seluruh dunia ada lebih dari 210 juta jiwa (ILO). Bukankah ini sama saja dengan pembiaran (onmition)? Ibarat kata “Biarkan aja mereka nganggur, tokh bukan warga negaraku koq”. Buset, manakah diantara ketiga negara tersebut yang lebih peduli pada pengangguran? Negara adidaya di Asia ini rupanya tidak begitu mempedulikan nasib para pengangguran.

Lalu kenapa saya buat judul opini ini ‘Teknologi Baru Menambah Pengangguran’? Karena saya kuatir bahwa teknologi yang seyogianya membantu manusia justru secara tidak langsung menghancurkan manusia itu sendiri. Seharusnya teknologi tidak menjadi bumerang yang menghancurkan rasa kepedulian sosial. Seharusnya keberadaan robot (sebagai teknologi baru) menjadi peringatan agar manusia menjadi lebih manusiawi dan lebih solider terhadap sesama.

Dan seharusnya teknologi baru tidak membuat orang lain jadi tidak usah bekerja. Inilah yang dinamakan teknologi baru menambah pengangguran. Apa iya?

Anda sudah membaca "Teknologi Baru Menambah Pengangguran" Jika Anda menyalinnya, harap cantumkan link url berikut: http://pargodungan.org/teknologi-baru-menambah-pengangguran/

Tags: , , ,

Silahkan memberikan tanggapan di sini!

pargodungan.org | khotbah, renungan harian, gaya hidup kristen, spiritualitas, partitur koor, pacaran, pernikahan, karir dan pekerjaan, makalah kristen, gereja, download alkitab, software pelayanan gereja

Anda ingin membaca artikel ini? Gabung Yuk! Pastikan Anda sudah mengklik salah satu tombol di bawah!

×