Tentang Kami

June 13, 2011 by: 0

Kenapa nama situs ini pargodungan? Apa sih pargodungan itu?

Kami memilih nama pargodungan karena kata ini dalam Bahasa Batak berarti Kompleks Gereja. Dalam masa penginjilan di tanah Batak, pargodungan adalah basis-basis penginjilan. Dari tempat inilah para penginjil memikirkan strategi penginjilan dan sekaligus memusatkan tempat pelayanannya.

Situs blog yang Anda kunjungi ini pun punya sifat dan tujuan yang sama dengan di atas. Situs ini ditujukan untuk mendukung/mendampingi Anda untuk bertumbuh, bersaksi dan melayani di gereja atau di dalam kehidupan sehari-hari Anda.

Oleh karena itulah kami berusaha sebaik mungkin agar situs ini dapat menjadi “situs referensi pelayanan dan kehidupan Kristen”. Satu sisi, melalui situs ini kami membantu dan mendorong Anda untuk bersaksi dan melayani, sementara di sisi lain juga mendampingi Anda untuk bertumbuh secara spiritual sebagai orang Kristen.

Ingin mengetahui lebih jauh tentang kami? Anda dapat menemukan informasinya di bawah ini:

1. Tahukah Anda kalau orang-orang di balik web blog ini masih muda-muda? Mari mengenal lebih dekat para penulis di situs blog ini. Klik di sini.

2. Apa saja isi situs ini? Apa manfaat manfaat situs ini bagi Anda? Klik di sini!

3. Apakah situs ini punya produk yang bisa Anda beli? Maaf, sementara ini tidak ada! Semua yang Anda dapat dari sini GRATIS. Untuk melihat daftar produk gratis kami, klik di sini!

4. Apakah situs ini punya fans page dan grup di facebook? Ada! Silahkan gabung di grup ini di sini atau jadi fans di sini!

5. Apa cerita dibalik pembuatan blog ini? ingin tahu klik di sini.

6.Bisakah Anda memasang iklan produk/jasa disini? Belum terjawab.

Anw, kalau Anda ingin mengetahui tentang kami lebih lanjut, jangan ragu mengontak kami lewat email, klik di sini!

Share this Story
Add a Comment on "Tentang Kami"

Follow us

Humor Kristen

Pada suatu hari, seorang pendeta tua terbaring sekarat di tempat tidurnya. Dia meminta polisi dan pengacara, anggota jemaatnya, datang ke rumahnya. Ketika mereka tiba, mereka langsung diantar ke kamar pendeta tua itu. Saat pendeta melihat keduanya masuk, dia mengulurkan tangannya dan mengisyaratkan agar mereka duduk di samping kiri dan kanan tempat tidurnya. Kemudian dia meraih tangan mereka, mendesah puas, lalu tersenyum. Waktu berjalan cukup lama, tanpa ada yang berkata-kata. Diam-diam, polisi dan pengacara tersentuh dan tersanjung karena pendeta menginginkan mereka menemaninya di saat-saat terakhirnya. Padahal, pendeta itu tidak pernah menunjukan rasa suka kepada mereka. Khotbah-khotbahnya selalu menegur keras mengenai keserakahan dan tingkah laku buruk lainnya, sehingga mereka acapkali gelisah ketika mendengar khotbah pendeta tersebut. Akhirnya si dokter memberanikan diri menanyakan, "Pendeta, mengapa Anda memanggil kami untuk menemani Anda?" Pendeta tua mengerahkan sisa-sisa kekuatannya, dan berbicara dengan lemah, "Yesus mati di antara dua pencuri... dan aku ingin mati seperti-Nya." | Klik LIKE jika Anda suka!