Tujuh Tips Membaca & Memahami Alkitab dengan Hati dan Pikiran Anda

May 29, 2012 by: 0

cara membaca memahami alkitab

Ketika Anda membaca Alkitab, Anda sebenarnya sedang berdialog dengan berbagai macam penulis, tetapi lebih penting, dengan Allah. Sangat penting untuk memahami perhatian dan maksud Allah yang sesungguhnya.

Nah, bagaimana cara membaca Alkitab sehingga Anda paham maksudnya dengan menggunakan hati dan pikiran Anda?

Dr. Tremper Longman, seorang professor Perjanjian Lama di Filadelfia menjelaskan tujuh (7) tips yang bermanfaat untuk Anda.

1. Pertama, lihatlah maksud para penulis Alkitab. Setiap perikop Alkitab punya maksud tertentu dari setiap penulisnya. Ketahui siapa penulisnya dan pahamilah masa hidup dan kondisi yang digambarkan dalam tulisannya. Makna dari sebuah teks, pada akhirnya tergantung pada apa yang Allah kehendaki. Lagipula, bukankah Allah penulis sebenarnya? Jadi cobalah untuk mengembangkan sebuah perikop agar sesuai dengan kehendak Allah, bukan kehendak hati Anda sendiri.

2. Kedua, bacalah seluruh perikop. Jangan perlakukan Alkitab sebagai kumpulan perikop yang terisolasi, seperti layaknya buku kumpulan peribahasa atau kata mutiara. Makna dari tiap ayat hanya dapat diungkapkan dalam keseluruhan alirannya. Jika Anda hanya membaca sebuah perikop pendek dari suatu kitab tertentu, pastikan Anda punya pemahaman mendasar tentang bagaimana perikop tersebut sesuai dengan keseluruhan kitab. Ketika Anda membaca sedikit bagian Kitab Suci, Anda harus melatih perhatian dan kejelian, karena jika tidak, Anda akan mendistorsi pesan Allah.

3. Konteks akhir dari perikop tertentu terletak pada keseluruhan isi Alkitab. Cobalah untuk membaca Alkitab sesuai dengan konteksnya dengan membaca keseluruhan Alkitab daripada hanya sebagian-sebagian. Jika Anda dapat duduk dan mmbaca novel selama dua sampai tiga jam di kursi favorit Anda, cobalah hal yang sama dengan Yesaya atau Kisah Para Rasul.

4. Kenalilah genre atau jenis penulisan. Alkitab terdiri dari banyak tipe literatur. Di dalamnya ada sejarah, hukum, puisi, kebijaksanaan, nubuatan, injil, dan tulisan apokaliptis. Ketika Anda mengetahui jenisnya, Anda akan mengerti lebih baik dan membacanya sesuai dengan jenis tersebut.

5. Perhatikan latar belakang sejarah dan latar belakang Alkitab. Anda harus membaca setiap buku sebagaimana jika Anda adalah penulis sejaman. Para komentator atau penafsir Alkitab juga nelakukan hal tersebut sesuai dengan budaya waktu itu.

6. Perhatikan tata bahasa dan struktur dalam sebuah perikop. Baca setiap perikop dengan hati-hati, catat bagaimana kesinambungan pemikiran penulisnya. Sttudi tata bahasa dan struktur sintaksis harus didasarkan oleh bahasa aslinya. Sangat mudah mendistorsi makna Alkitab dengan menggunakan pengalaman Anda untuk mempertajam pemahaman Anda tentang suatu perikop. Seandainya dapat Anda peroleh, gunakanlah Alkitab dengan terjemahan harfiah untuk studi yang lebih serius.

7. Selalu lihat kewatuan isi Alkitab secara keseluruhan. Meskipun Alkitab terdiri dari banyak kitab, tetap saja ia sebagai sebuah buku, dengan satu cerita. Jangan dasarkan doktrin atau pengajaran moral hanya pada sebuah perikop Alkitab. Jika suatu perikop kelihatannya mengajarkan sesuatu, tetapi perikop yang lain mengajarkan suatu hal lebih jelas lagi, cobalah memahami perikop yang sulit dalam terang perikop lain yang lebih mudah dipahami.

Itulah beberapa tips yang dapat memandu Anda untuk membaca dan memahami Alkitab lebih baik. Anda sudah siap?

Share this Story
Team Pargodungan.org

Team Pargodungan.org | Pargodungan (bhs Batak) berarti Kompleks Gereja. Situs yang ditenagai oleh banyak sukarelawan ini (termasuk Anda) ditujukan untuk mendukung/mendampingi pembacanya untuk bertumbuh, bersaksi dan melayani di gereja atau di dalam kehidupan sehari-hari. Situs ini ditujukan untuk menjadi “situs informasi referensi pelayanan dan kehidupan Kristen”. Kalau Anda berminat bergabung dan menyumbangkan artikel yang membangun, silahkan lewat halaman KONTAK di pojok kanan atas. :)

Add a Comment on "Tujuh Tips Membaca & Memahami Alkitab dengan Hati dan Pikiran Anda"