
Baru saja ada kejadian menarik yang terjadi di Rapat Pendeta HKBP di Sipoholon hari ini. Sekumpulan demonstran yang mengaku sebagai perwakilan GMKI Tarutung mendatangi lokasi rapat di Seminarium Sipoholon, tepatnya di wilayah Sekolah Tinggi Guru Huria HKBP. Tidak jelas maksud dan latar belakang kedatangan mereka, tapi dari pamflet dan slogan-slogan yang dibawa mereka, yang paling menarik adalah tuntutan agar Ephorus HKBP turun dari jabatannya.
Ada tiga alasan mengapa Ephorus HKBP Pdt. Dr. Bonar Napitupulu harus turun:
- Ephorus HKBP fe******
- Ephorus HKBP ot*******
- Ephorus HKBP kampungan
Tentang ketiga alasan ini saya cuma bisa senyum-senyum. Ada-ada aja orang ini, pikirku dalam hati.
Tuntutan agar menurunkan seseorang dari jabatannya sebenarnya adalah hal yang wajar. Itu merupakan bagian dari kebebasan berpendapat dan berkehendak. Namun kalau alasannya karena ephorusnya kampungan, tunggu dululah… Masa demonstrasi untuk menurunkan seseorang dari jabatannya hanya karena ia kampungan? Hanya karena ephorus tidak gaulkah maksud mereka? Atau udah habis kata-kata ya?
Secara pribadi, saya merasa Ephorus HKBP (Pdt. Dr. Bonar Napitupulu) itu adalah orang baik-baik. Selain sebagai seorang pendeta HKBP, secara umum kami mengenalnya sebagai orang yang mudah senyum dan punya selera humor yang baik. Itu masih dari satu segi karakter. Dari segi lainnya pun, sangat kental terasa bahwa ia punya spiritualitas yang baik pula. Wajahnya bercahaya bagaikan seorang santo, mengutip istilah yang dipakai teman, “memancarkan sahala ha ephoruson”.
Bagi saya ini adalah profil yang menunjukkan bahwa ephorus HKBP adalah seorang yang modern. Kepemimpinan yang modern adalah kepemimpinan yang terintegrasi dengan Spiritual Quotient. Seorang pemimpin HKBP bukan persoalan ia memiliki gelar Doktor Teologi atau lainnya. Bukan juga karena ia memiliki teman atau simpatisan yang banyak. Seorang ephorus harus memiliki spiritualitas yang baik, agar ia dapat menjadi teladan bagi semua pelayan. Ia adalah simbol dari seluruh pelayan dan jemaat HKBP di seluruh dunia dan karenanya menjadi simbol dari orang Kristen Batak.
Dari hampir seribu lima ratus pendeta HKBP, yang dipilih hanya satu orang yang betul-betul memenuhi syarat. Lalu apakah seluruh pendeta HKBP itu buta makanya milih pemimpin yang kampungan? Lagipula, kalau memang benar ephorus yang terpilih dituduh sebagai orang yang kampungan, berarti menuduh semua pendeta HKBP kampungan dong karena ga tau bedain mana yang kampungan dan yang modern. Kurang ajar bener tuh orang.
(sesat pikirnya mulai muncul nih..) :-p
Oleh karena itu jika ada yang ingin menuntut agar ephorus HKBP turun dari jabatannya, siapapun ephorusnya, hati-hati dong. Masa seseorang harus turun dari jabatan hanya karena ia kampungan???? Argumentum ad hominem ga bisa dipakai untuk menurunkan ephorus HKBP!!!

Agustus 5th, 2009 at 21:18
dah da d tanya pa sm mereka yg domon knp tu eporus d bilang kampungan…
kampungan kan bkn hanya dari gaya kepribadian sehari2 org i2.
Agustus 7th, 2009 at 20:46
ini sebuah pernyataan yang logis menurut saya:
1. tidak ada hubungan HKBP dengan GMKI mana pun! dengan HKBP
2. GMKI tidak mempunyai urusan dengan HKBP
3. Jika terjadi sesuatu pada HKBP, GMKI tidak berhak ikut campur
karena itu saya sangat mengutuk orang-orang yang ikut campur urunsan HKBP melalui GMKI.
memangnya siapanya HKBP itu GMKI? kok ikut campur dengan urusan orang.
kalaupun eporus HKBP adalah eporus kampung…ya biarlah HKBP sendiri yang menurunkan…GMKI tidak punya urusan….jangan-jangan ada…?
Agustus 17th, 2009 at 21:10
Saya adalah anggota GMKI Cabang Jakarta tahun 80-an. Setahu saya GMKI adalah anak kandung gereja. Sungguh sedih mendengar GMKI Cabang Tarutung menghina pimpinan gereja yang dipilih oleh Sinode Godang HKBP. Mungkin GMKI cabang Tarutung sudah tidak lagi kritis sebagaimana cita2 GMKI, yakni tinggi Iman, tinggi Ilmu, tinggi pengabdian atau bahkan sudah menjadi perpanjangan tangan orang-orang yang ingin mendegradasi wibawa HKBP melalui isu2 tentang Ephorus. Kasihan sekali. Mungkin sebaiknya, GMKI Cabang Tarutung segera saja mengubah AD/ART nya menjadi partai politik.
# RPP Lumbantobing
Hmmm, terimakasih untuk komentar amang napitupulu. Mudah-mudahan mereka mendengarnya. Mereka memang harus lebih kritis ketika mengkritik.
Agustus 23rd, 2009 at 19:36
bah, ini ruang yang terlewatkan. Kok ada ya..
Ada-ada saja ya, semoga mereka dengan membaca ini menjadi mengerti.
Semoga sukses dengan blog ini..
Tabe
September 3rd, 2009 at 09:49
Aku baru tahu tentang demonstrasi dimaksud, mungkin karena gaungnya juga tidak luas. Lebih bagus lagi kalau di blog ini dicantumkan sebenarnya yang mereka (demonstran GMKI) itu maksudkan dengan “kampungan” itu apa. Dengan demikian, prinsip pemberitaan “cover both side” itu dipenuhi oleh tulisan ini.
Ephorus juga ‘kan manusia biasa. Mungkin saja ada yang mereka tahu yang kita tidak tahu …
September 3rd, 2009 at 11:35
Hmmm, terimakasih atas sarannya dari amang pemimpin tanobato. Dari banyak segi memang saya harus belajar banyak dari amang. Memang kelihatan sekali berita ini terlalu berat sebelah. Salam.
Januari 9th, 2010 at 21:51
1. Ephorus HKBP fe******
2. Ephorus HKBP ot*******
3. Ephorus HKBP kampungan
yang 1 dan 2 itu apa Brur ?? Kasih Berita tanggung2. bagaimana bisa menilai-nya?
Januari 23rd, 2010 at 21:48
ephorus itu udah pilihan, politik GMKI jangan campur aduklah ama gereja
Maret 9th, 2010 at 08:59
Wahhh, ada yang menyanjung pak Bonar berwajah bersinar seperti Santo!!!
Setahu saya wajah dapat mengecoh lho.
Rasanya ‘Santo’ tidak akan tanggung-tanggung membenahi HKBP,
teristimewa setelah peristiwa pelecehan sex atas 19 mahasiswi calon Bijbelvrow!
Kapan di Blog ini ada yang menyanjung Yesus, selaku Raja Sorga Yang Mulia?
Kapan HKBP menyelenggarakan PARTANGIANGAN BOLON untuk memohon
pengampunan Raja Sorga atas segala tindakan kriminal di tengah HKBP?
Salam dalam kasih Yesus.