Tetapi Ia berkata kepada mereka:
“BapaKu bekerja sampai sekarang,
maka Aku pun bekerja juga.”
Orang Kristen selalu dianjurkan untuk bekerja. Paulus bahkan pernah mengatakan, “Jika orang tidak mau bekerja, janganlah ia makan” (2 Tessalonika 3:10). Perkataan itu terdengar sangat keras bukan? Memang, Paulus sendiri menunjukkannya melalui teladan hidupnya. Ia tetap bekerja sambil memberitakan Injil ke setiap penjuru.
Bagaimana cara agar Anda memiliki semangat dan gairah untuk bekerja? Apa modal yang Anda perlukan agar termotivasi dalam pekerjaan Anda? Apa motivasi kerja Anda sebagai orang Kristen?
1. Ketahuilah alasan Anda untuk bekerja
Apa yang menyebabkan Anda untuk bekerja? Tentu Anda punya alasan sendiri. Akan tetapi sebagai orang Kristen, alasan kita untuk bekerja adalah karena cinta kasih kita pada Allah. Yesus sangat mengasihi Allah BapaNya. Oleh sebab itu Ia tidak mau Allah bekerja sendirian. Allah tidak bengong saja melihat semua kejadian di dunia ini. Berarti, orang Kristen bekerja hanya untuk mengabdi pada Allah saja. Alasan seperti itu jauh lebih bernilai daripada mengatakan bahwa alasan kita bekerja hanya untuk makan.
2. Anda harus tahu ‘goal’ pekerjaan Anda.
Anda tentu harus mengetahui tujuan pekerjaan Anda. Anda tidak mungkin bekerja tanpa target dan pencapaian. Namun, ujilah hasil akhir yang mungkin Anda capai, apakah sesuai dengan kehendak Allah atau tidak. Jika Anda menemukan bahwa tujuan Anda tida sesuai kehendak Allah, jangan ragu untuk mengubahnya. Masih banyak tujuan yang lebih berharga yang bisa Anda capai.
Tujuan kita adalah harapan kita. Apa pengharapan orang Kristen dalam bekerja? Sebagai orang Kristen hendaklah kita terutama bertujuan untuk menjadi saksi bagi Kristus. Setiap saat Anda dapat bertanya pada diri sendiri, dimanakah Anda dapat menunjukkan teladan pengikut Kristus saat bekerja.
3. Gunakanlah seluruh Sumber Daya Kebaikan yang Anda Peroleh
John Dryden, seorang dramawan dan puitikus Inggris pernah mengatakan, “Orang yang mencari mutiara haruslah berusaha menyelam sampai ke dasar lautan”. Demikian juga dengan Anda. Anda dapat menggunakan seluruh sumber daya yang ada pada diri Anda untuk mencapai harapan Anda. Dan yang terpenting, jangan lupa menggunakan seluruh sumber daya yang Anda peroleh dari Allah. Jika Anda menggunakan sumber daya yang terbaik, Anda tentu akan menghasilkan yang terbaik pula.
4. Bekerjasama itu Penting Sekali
Anda seharusnya tidak pernah merasa bahwa Anda bekerja sendirian. Yesus pun tidak bekerja sendirian. Ia bekerja bersama murid-muridNya – dan terutama dengan Allah. Salomo pernah mengatakan, “Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar pada pengertianmu sendiri” (Amsal 3:5). Itu artinya kita tidak bisa berpikir atau menyelesaikan masalah pekerjaan sendirian. Kita butuh juga berkonsultasi kepada orang lain, terutama TUHAN. Bukankah lebih terasa indah mencapai kesuksesan bersama orang lain daripada sendirian?
5. Kesulitan dan Kegagalan adalah sebuah Permulaan
Kesulitan mengerjakan pekerjaan Anda bukanlah jalan buntu. Kegagalan dalam pekerjaan bukanlah akhir dari segala usaha Anda. Itu hanyalah sebagai suatu permulaan untuk menempa diri Anda. Oleh karena itu selalulah ingat untuk mengevaluasi diri dan pekerjaan Anda. Keempat poin di atas bisa menjadi dasar evaluasi Anda. Paulus pernah mengatakan, “Hiduplah sebagai anak-anak terang, karena terang hanya berbuahkan kebaikan dan keadilan dan kebenaran. Dan ujilah apa yang berkenan pada Tuhan.” (Efesus 3:8-10). Akan sangat baik jika hidup kita selalu menjadi anak-anak terang, di mana Allah menerangi hati Anda dalam kesulitan maupun kegagalan.
Nah, mengapa tidak memulai hari ini dengan mengikuti panduan tersebut?
Doa: Ya Allah Bapa, tuntunlah aku dalam pekerjaanku untuk mengerjakan pekerjaanMu. Kobarkanlah nyala kasihku padaMu untuk mengabdi kepadaMu. Di dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin.





